Seri 1 balapan WSBK 2016 Phillip Island Ninja ijo Jonathan Rea masih terkuat

Posted on Updated on

WSBK Phillip Island 2016 Crashnet

(Crash.net)

Seri satu Phillip Island balapan WSBK, Ninja ZX-10R yang di kendarai oleh Jonathan Rea masih terkuat dengan meraih double podium satu pada race 1 dan race 2. Rea mampu tetap konsisten berada di lini depan dengan gempuran dari motor Ducati, Honda maupun tim mate nya sendiri Tom Sykes. Rea pada waktu sesi test sebelum seri pertama dimulai mengatakan bahwa motor ZX-10R 2016 yang telah di upgrade pada beberapa parts harus di bawa dengan cara yang berbeda. Mengingat perubahan misalkan seperti geometry chassis bisa saja mempengaruhi karakter handling motor.

Perjuangan Rea tidak mudah dimana pasukan merah Ducati 1199 Panigale terlihat powerful melesat cepat di tiap tikungan dan lintasan lurus Phillip Island. Davide Giugliano team mate Chaz Davies sanggup membuat race pace nya tetap berada di grup terdepan. Sykes sebagai tercepat yang meraih superpole dan start di grid satu sempat memimpin paling depan di beberapa lap, tapi kemudian merosot.
Van De Mark juara supersport 2014 yang menaiki Honda CBR1000RR SP menunjukkan performa balap yang gemilang, dengan menempati podium 3 di race pertama dan podium 2 di race kedua. Suatu improvement di seri pembuka ini dan karakter sirkuit Phillip Island yang fast flowing corner dengan gir transmisi 3 dan 4 memang disenangi oleh Van De Mark menurut Ronald Ten Kate. Juga “sweeping lines” VD Mark di fast corner yang lebih lebar dari pembalap lain. Artinya bidang pada ban yang kontak dengan aspal lebih banyak di bagian pinggir (edge) dan lebih lama. Menurut Ten Kate persiapan Honda menghadapi balapan musim 2016 ini lebih baik dari pada musim sebelumnya. Bisa dibilang “The old CBRs are still going strong”.
Debutan juara motogp musim balap 2006 Nicky Hayden cukup memuaskan yaitu posisi 9 di race pertama dan posisi 4 di race kedua. Memang masih ada problem adaptasi dengan karakter dan tingkah laku CBR1000RR SP nya. Pasti akan semakin meningkat dengan bersamaan berjalannya seri kedepan. Problem yang dihadapi terutama pada management grip ban Pirelli slicks yang harus bisa dipertahankan sampai akhir race. Hayden sendiri merasa kagum dengan performa grip ban Pirelli superbike slicks ini, mengingat ban tersebut bisa dibeli di toko-toko ban. Berbeda dengan ban slicks motogp yang tidak dijual bebas. 

Pirelli Diablo Superbike super7moto

Pirelli Diablo Superbike slick yang dijual bebas. Pastinya terlalu overkill kalau hanya untuk dipakai trackday. Kelas supersport 600cc memakai Pirelli Diablo Supercorsa DOT race, (super7moto)

Chaz Davies runner-up musim 2015 sepertinya akan kembali lagi menjadi penantang berat Jonathan Rea. Sepeti dulu di musim balap sebelumnya, four bangers engine melawan V- two bangers selalu menjadi seperti “musuh abadi” di balapan WSBK. Mesin Panigale yang big-bore very oversquare tidak aja kuat akselerasi keluar tikungan, tapi juga meraih topspeed di trek lurus.
Davies menekan terus Rea di akhir balapan dengan menempel melewati tikungan 9 kecepatan tinggi Lukey Height dan overtake Rea di tikungan slow 10. Tapi dengan melebarnya Davies, membuka pintu memberi kesempatan Rea me-retake posisi di tikungan 11 dan selanjutnya melesat ke garis finish meraih posisi kesatu. Demikian juga upaya Chaz Davies di race kedua melakukan overtaking  di tikungan 4 Honda corner yang diawali menempel dibelakang Rea sangat dekat dari tikungan 3 Stoner Corner kecepatan tinggi gir transmisi 4. Davies mengerem sedikit lebih dalam lagi (brake late) dari Rea untuk overtake di tikungan 4 tersebut. Speed motor ternyata masih terlalu cepat untuk entry corner, dimana mengharuskan Davies mengerem lebih keras lagi intesitasnya, yang akhirnya ban depan menyerah kehilangan grip (lowside), motor tumpah ke aspal. Dari situ bisa kita simpulkan betapa kerasnya Davies menekan Rea di akhir-akhir balapan.

A Jerez Jan 2016 Davies

Big-bore piston dan sangat oversquare mesin V twin Panigale 1199R, tidak aja kuat mendorong motor akselerasi keluar tikungan (exit corner) tapi juga mencapai maks topspeed di lintasan lurus

Tim Yamaha sebagai pemain lama WSBK datang lagi dengan motor baru all-new Yamaha YZF-R1 M, memperlihatkan hasil yang cukup lumayan.  Meskipun Josh Brokes ex jockey Yamaha R1 M juara British Superbike 2015 menyatakan adanya defisit power output yang akan terlihat di balapan WSBK. Lintasan lurus yang lebih panjang dari sirkuit-sirkuit balapan BSB bisa menjadi permasalahan di hadapi oleh pembalap Yamaha. Tapi gelaran masih panjang dan baru di seri pertama kemungkinan belum bisa di nilai performa motor Yamaha R1 M dan pembalapnya, yaitu Silvain Guintoli juara WSBK musim 2014 tim Aprilia dan Alex Lowes. Hasil balapan Guintoli juga dibilang lumayan terpaut gap 3 detik dengan pembalap terdepan. Guintoli terlihat lebih konsisten dibandingkan Alex Lowes yang masih mencari celah riding style maksimum. Debut Yamaha R1 M tahun  ini menurut Guintoli lebih dari yang dia harapkan.
Mesin crossplane crankshaft Yamaha R1 M memiliki kelebihan pada penyaluran torsi yang lebih bersahabat, linear dari pada mesin konvensional memakai flatplane crankshaft. Terutama pada masa kerja atau daya tahan grip ban yang bisa lebih panjang. Juga feedback ban belakang yang dirasakan pembalap lebih jelas karena berkurangnya inertia torque yang disebabkan oleh berat bagian mesin yang berputar /bolak-balik (reciprocating mass), seperti crankshaft, con-rod, piston.
Jockey berbakat musim 2015 Jordi Tores dengan motor barunya BMW S1000RR menempati posisi ke 8 di race pertama dan ke 7 di race kedua. Tores yang sebelumnya menaiki motor juara 3 kali WSBK yaitu Aprilia RSV4RF dan meraih posisi ke 5 klasemen musim balap 2015, seperti nya masih perlu waktu adaptasi untuk mendapatkan performa race pace nya lagi seperti dengan motor Aprilia. Dari segi power output BMW S1000RR tidak diragukan lagi, hanya faktor elektronik motor masih perlu di set-up lebih presisi.
Dikelas Supersport 600cc, ada beberapa kejadian yaitu juara musim 2015 asal Turki, Keenan Sofuoglu terjatuh menjelang akhir balapan setelah sebelumnya memimpin. Diikuti juga sebelumnya pesaing utama Keenan dari tim MV Agusta Jules Cluzel melakukan error terlalu overspeed yang terpaksa run-off keluar lintasan. Demikian pula Lorenzo Zanetti team mate Cluzel ban depan tersenggol ban belakang motor Federico Caracasulo ketika exit dari tikungan 4. Randy Krummenacher team mate keenan keluar sebagai juara seri meraih podium satu.
Di musim 2015 Cluzel dengan motor eksotik MV Agusta 675 selalu menekan Keenan di banyak seri, walaupun akhir nya harus mengakui ke unggulan Keenan. Tapi Cluzel beberapa kali tidak beruntung karena harus retired dan withdrew, tidak bisa mengikuti balapan dibeberapa seri.

MV AGUSTA F3 Cluzel bike

Jules Cluzel MV Agusta 675 three Cylinder 155hp at the back wheel

Keenan Sofuoglu

4-time World Supersport Champion Keenan Sofuoglu, Kawasaki Ninja ZX-6R

Pembalap runner-up tahun kemarin asal Amerika Patrick Jacobsen membawa Honda CBR600RR dengan hati-hati dan solid meraih posisi finish ke lima. Posisi kedua di ambil oleh F Caracasulo yang juga mengendarai CBR600RR. Kemungkinan prediksi tahun ini Cluzel akan mampu menjadi lawan kuat Keenan Sofuoglu dengan memiliki prestasi 4 kali juara dunia World Supersport. Sofuoglu dengan skill tangguhnya yang sudah terbukti di beberapa musim tetap akan memiliki peluang besar jadi juara di musim 2016. Tonjokan power dan torsi mesin 3 silinder MV Agusta 675 akan berusaha overtake Ninja. Peta kekuatan kelas supersport, Kawasaki ZX-6R versus MV Agusta 675, dibayang-bayangi oleh CBR600RR.
Race 1 :
1. Jonathan Rea GBR Kawasaki Racing ZX-10R 22 laps
2. Chaz Davies GBR Aruba.it Racing Ducati 1199R +0.063s
3. Michael van der Mark NED Honda Racing CBR1000RR +0.487s
4. Davide Giugliano ITA Aruba.it Racing Ducati 1199R +0.647s
5. Tom Sykes GBR Kawasaki Racing ZX-10R +3.429s
6. Sylvain Guintoli FRA PATA Crescent Yamaha R1 +3.510s
7. Leon Camier GBR MV Agusta RC F4 RR +10.721s
8. Jordi Torres ESP Althea BMW S1000RR +11.539s
9. Nicky Hayden USA Honda Racing CBR1000RR +15.534s
10. Josh Brookes AUS Milwaukee BMW S1000RR +23.239s
Race 2 :
1. Jonathan Rea GBR Kawasaki Racing ZX-10R 22 laps
2. Michael van der Mark NED Honda Racing CBR1000RR +0.831s
3. Davide Giugliano ITA Aruba.it Racing Ducati 1199R +1.472s
4. Nicky Hayden USA Honda Racing CBR1000RR +1.511s
5. Sylvain Guintoli FRA PATA Crescent Yamaha R1 +2.439s
6. Tom Sykes GBR Kawasaki Racing ZX-10R +3.320s
7. Jordi Torres ESP Althea BMW S1000RR +13.744s
8. Markus Reiterberger GER Althea BMW S1000RR +15.084s
9. Josh Brookes AUS Milwaukee BMW S1000RR +15.106s
10. Chaz Davies GBR Aruba.it Racing Ducati 1199R +16.276s
Supersport :
1. Randy Krummenacher SUI Kawasaki Puccetti Racing ZX-6R 17 laps
2. Federico Caricasulo ITA Evans Bros. Honda CBR600RR +2.747s
3. Anthony West AUS Tribeca Yamaha YZF R6 +2.761s
4. Christian Gamarino ITA GOEleven Kawasaki ZX-6R +2.917s
5. PJ Jacobsen USA Honda Racing CBR600RR +3.200s
6. Alex Baldolini ITA ATK#25 MV Agusta F3 675 +3.545s
7. Gino Rea GBR GRT MV Agusta F3 675 +3.558s
8. Ondrej Jezek CZE GOEleven Kawasaki ZX-6R +12.835s
9. Roberto Rolfo ITA Vamag MV Agusta F3 675 +12.895s
10. Aiden Wagner AUS GRT MV Agusta F3 675 +18.172s
Iklan

4 thoughts on “Seri 1 balapan WSBK 2016 Phillip Island Ninja ijo Jonathan Rea masih terkuat

    bagggong said:
    Maret 2, 2016 pukul 6:30 pm

    dan ternyata CBR 1000RR yg katanya lemot itu, masih bisa podium 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s