Honda CBR1000RR 2017 apakah memenuhi keinginan atau mengecewakan?

Posted on Updated on

Honda CBR1000RR 2017

2017 Honda CBR1000RR

Sesuai seperti kita baca dan lihat di Motorcyclenews yaitu tentang informasi akan seperti apa bentuk dan performa all-new Honda CBR1000RR itu nanti. Mengingat sudah cukup banyak pastinya rasa enthusiast dari penggemar motor khususnya hypersport Honda 1000cc. Rasa ingin menyaksikan motor Blade ini mengalami perubahan mayor secara radikal dan canggih atau sedang-sedang saja.

Sejak klan CBR big-bore muncul pertama kali pada tahun 1992 dimana saat itu lumayan sukses mengguncangkan jagad superbike karena faktor revolusioner menciptakan sebuah motor power besar kelas 1000cc tapi dengan bobot lebih ringan dari motor-motor supersport 750cc waktu itu seperti Ninja ZX-7R, Suzuki GSX-R750. Superbike cukup mendapat apresiasi dan mengesankan tersebut jaman itu adalah Honda CBR900RR. Dan di tahun 2017 nanti klan CBR akan berusia 25 tahun bersamaan waktu peluncuran all-new CBR1000RR.
Tahun 2004 CBR1000RR dirilis untuk menggantikan CBR954RR dimana sejak 2002 telah memberi rasa kesenangan berkendara motor dan memicu adrenalin kepada ridernya diseluruh dunia.  CBR954RR, CBR929RR dan CBR919RR adalah penerus dari CBR900RR. Sejak kemunculannya, CBR1000RR beberapa kali berhasil mendapatkan penghargaan sebagai superbike memiliki keunggulan untuk dikendarai di jalan raya. Dari faktor kemudahan dan kenyamanan, performa manuver/handling benaar-benar rider friendly, terlihat melalui linearnya power delivery. Torsi putaran tengah kuat tapi halus kemudin dikemas dengan kestabilan darichassis maka tidak susah CBR1000RR memiliki banyak penggemar dan mendapatkan titel  sebagai “the best street bike”.
Kemudian setelah meraih apresiasi di jalan raya bagaimana dengan kemampuan performa di lintasan sirkuit apakah juga memiliki performa juga sama?  
Untuk di ajang WSBK prestasi CBR1000RR memang kurang bersinar tapi pada lintasan lain seperti road racing “Isle of Man TT” dengan rider kawakan John Mcguiness sukses meraih cukup banyak kemenangan. Dan juga beberapa kali mengantongi titel juara musim balapan British Superbike Championship dengan pembalap Alex Lowes tahun 2013 dan pembalap Jepang Ryuchi Kiyonari dengan tiga kali juara musim tahun 2010, 2007 dan 2006.

john-mcguinness-cbr1000rr-1

Honda CBR1000RR John “Isle of Man TT Legend” Mcguinness power output 200bhp at the crank

Enam tahun belakangan ini kompetitor makin serius dengan kemunculan BMW S1000RR, Aprilia RSV4R Factory, Ducati 1198 kemudian 1199 Panigale, juga Kawasaki Ninja ZX-10R. Semua rival menunjukkan motor semakin improved. Superbike kompetitior tersebut di persenjatakan dengan elektronik canggih dan peningkatan power puncak juga semakin dasyat, dilain sisi Honda Fireblade ini tetap tidak berubah.  
Selanjutnya apakah ke digdayaan dari para pesaing itu meruntuhkan apresiasi dari penggemar motor?
Meskipun performa di lintasan sirkuit balap WSBK sedikit tertinggal karena kurangnya elektronik seperti traction control, Inertial Measurement Unit (IMU) juga defisit power puncak, tapi keunggulan pada handling untuk manuver dan penyaluran torsi linear pada putaran tengah menjadikan CBR1000RR tetap sebagai motor paling nyaman dikendarai di jalan raya dan di sirkuit.
Torsi tersedia di putaran tengah akan dengan mudah mendorong kuat untuk akselerasi di jalan dalam kota ataupun ketika menanjak dan turing.  Akan berbeda dengan high revving BMW S1000RR dan Ninja ZX-10R rider perlu sering pindah gir transmisi ke angka lebih rendah (gear rasio lebih tinggi) untuk meraih rpm diatas lagi bila ingin menanjak atau menyusul kendaraan didepan dengan cepat di jalanan sedang ramai lalu-lintas. Karena torsi engine baru akan mulai galak mendorong di 8000 rpm.
Sudah di pertimbangkan sebelumnya bahwa sebagian besar pemilik CBR1000RR akan memakai di jalan raya dan mungkin sebagian kecil saja akan melakukan aktifitas trackday di sirkuit.
Tim dan rider profesional yang serius balapan tersedia race kit untuk meningkatkan performa motor yaitu penggantian race camshaft dengan angka lebih agresif, forged piston kompresi statik tinggi, throttle body lebih besar, injektor, stand-alone ECU dll yang mana semua parts itu mengangkat power standard lebih tangguh lagi.
Memang sejak dirubahnya peraturan WSBK dimana full blown race bike yaitu telah menjalani penuh modifikasi pada bagian engine internal tidak diperbolehkan lagi. Engine komponen mayoritas harus standard dari pabrik dengan itu berakhirlah motor-motor WSBK maksimum power output 230-240 hp di ban belakang menyaingi power puncak motogp tim privateer open-class.
Honda mungkin memahami bahwa dengan berlakunya peraturan baru semakin tidak akan kompetitif balapan di WSBK apa bila performa CBR1000RR dibiarkan seperti sekarang ini. Dengan itu dapat disimpulkan Honda Corporation merencanakan membuat motor khusus balap production racer seperti saat dahulu di akhir tahun 80 an era balapan WSBK dimulai dan sepanjang 1990 yaitu motor eksotis dan ikonik VFR750R RC30 dan RVF750R RC45 V4 engine. Motor direncanakan seperti telah muncul gambarnya Honda RVF1000 juga menggunakan V4 engine. Mungkin motor inilah akan digunakan untuk bertarung di ajang balapan WSBK. Motor dibangun dan dipersiapkan secara presisi oleh HRC seperti kedua motor ikonik pendahulunya itu.

Honda RVF1000 V4 race oriented MCN

Honda RVF1000 V4 engine mungkin akan menjadi penantang serius di balapan WSBK

Kemudian bagaimana dengan nasib Honda CBR1000RR?  
Sepertinya Honda tetap menjaga supremasi CBR1000RR sebagai the best streetbike dan akan selalu menjelajah jalanan dengan karakter nya itu. Seperti kata Head of research and design, Tetsuyo Suzuki, “In terms of the future of the Fireblade we do not want to make something that is as extreme as some bikes, like the Yamaha R1M for example. The performance and concept [for the Fireblade] is not aimed at track riders; that’s not the purpose of the bike. The concept is to have a usable road bike.”
Jelas CBR1000RR tidak akan menjadi motor balap yang serius mungkin akan banyak penggemar kecewa atau sebaliknya melihat atau menilai dengan sikap underestimasi, merendahkan terhadap power puncak yang kurang unggul dibandingkan motor lainnya. Itu sah-sah aja tapi percayalah, untuk berkendara di jalan raya yang ramai seperti di Jakarta dengan memakai potensi power dahsyat lebih dari 185 hp di ban belakang pada putaran maksimum 13000 rpm!, pasti tidak akan selalu bisa tercapai. Resiko tinggi Bro, sangat-sangat tidak disarankan, berbahaya kalau kata orang tua dulu. 
Power CBR1000RR 2015 sudah sangat lebih dari cukup yaitu 149 hp di ban belakang pada putaran 10700 rpm (measured on Motorcycle-usa). Power maksimum sebesar itu pun tetap tidak akan bisa kita gunakan sepenuhnya atau secara full performance kalau berkendara di jalan umum demi mengutamakan keselamatan bersama. Saya sendiri belum pernah merasakan test ride CBR1000RR di jalan. Sejauh yang saya dengar dari teman-teman komunitas kesannya nya sangat oke seperti review tester luar.
All-new CBR1000RR 2017 akan dilengkapi juga dengan perangkat elektronik canggih seperti traction control, wheelie control dan IMU. Power delivery akan tetap linear dikombinasikan dengan suspensi dan faktor kestabilan chassis maka handling di setiap entry dan exit corner menjadi nyaman dan confident. Jadi Honda sangat mengerti seperti apa ideal nya sebuah sportbike sebagian besar dikendarai oleh ridernya di jalan raya dan motor sepenuhnya digunakan untuk balap. Keduanya berbeda bagaikan siang dan malam.  Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

11 thoughts on “Honda CBR1000RR 2017 apakah memenuhi keinginan atau mengecewakan?

    bagggong said:
    Februari 25, 2016 pukul 7:30 pm

    ajib bro artikelnya,
    semoga tambah sukses bloging nya,

    Suka

    nduk said:
    Februari 26, 2016 pukul 9:05 pm

    Masukan dari haydenkah ?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 26, 2016 pukul 9:18 pm

      mungkin dari pembalap, test rider dan data2 yg di kumpulkan oleh HRC selama ini di motogp. Semua itu utk develop superbike yg mampu kompetitif nanti di WSBK

      Suka

    Pengamat said:
    Februari 27, 2016 pukul 6:02 pm

    Kenapa banyak yg galau jika All New CBR1000RR tetap menggunakan stroke 55,1mm. Bukankah ZX-10R juga mengunakan stroke 55mm. Bisa Kencang malah jawara wsbk 2015.
    Yg saya tangkap Seolah-olah harus FVR1000 V4 Stroke 48,5mm untuk head to head dgn R1M stroke 50,9mm.
    Masih ingat saat moto3 ktm rc250 stroke 48,5mm vs NSF250 stroke 52,3mm, NSF250 mendominasi hampir seluruh musim?
    Jangan² spec RCV213 48,5mm dan YZR M1 50,9mm? Makanya YZR M1 jawara motogp2015.

    Jika masih belum bisa menyimpulkan, Liat saja gelaran WSBK 2016 spek mesin apa yg paling superior dibalapan?
    Rangkuman spec “Bore x stroke” yg saya share jarang meleset.
    Apalah artinya power besar jika cuma didapat dirpm menengah.
    Pernah lihat video P200ns 200cc kompresi 11,3:1 power 23ps torsi 18nm seimbang dgn cbr150r lokal 17ps torsi 13nm kompresi 10,7:1. Sama2 standar.
    Ngak selalu power besar lbh superior. bukan begitu pa ArenaSepedaMotor.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 27, 2016 pukul 7:54 pm

      Utk CBR1000RR yg kita sdh dpt beritanya bahwa Honda tetap ingin motor tsb menjadi street bike, yaitu range powerband mesin yg tepat dan nyaman digunakan di jalan raya, rider friendly. Torsi mulai membangun atau mengisi dari rpm yg cukup rendah. CBR1000RR mendapat titel the best street bike.

      Sedangkan motor orientasi balap biasanya ber karakter high revving dg profil camshaft yg agresif atau radikal. Size TB yg besar, Intake/exhaust port yg juga besar dll. Torsi baru mulai mengisi di rpm cukup tinggi yaitu di 8000 rpm. Tentunya motor dg powerband di range sperti ini tidak cocok dan nyaman lgi dikendarai di jalan raya yg banyak stop n go kalau lgi city riding. Motor hypersport 1000cc sekarang sperti BMW S1000RR, Ninja ZX-10R, Aprilia RSV4RF me-aplikasikan karakter mesin high revving seperti itu, tarikan dari rpm bawah ke tengah yg lemot, kurang dorongan.

      Aturan WSBK sekarang tdk membolehkan motor dimodifikasi mayor, jdi mesin dan komponen harus mendekati standardnya sesuai dari pabrik. CBR1000RR yg memiliki parameter mesin yg efisien di putaran tengah akan mengalami masalah yaitu keterbatasan power output di rpm tinggi kalau dibalapkan di WSBK . Tidak seperti rival2 nya yg sudah di design dan di set-up dri pabrik utk meciptakan power output maks di rpm atas. Maka itu mungkin dg melihat adanya keterbatasan tsb maka Honda memutuskan utk membuat lgi superbike khusus di design hanya utk balap. Dimana parameternya sdh race specs dari pabrik, tdk perlu ada pergantian throttle body lgi atau perubahan ukuran klep yg lebih besar, yg mana memang tdk dibolehkan selain memakai standard dri pabrik. CBR1000RR 2015 size throttle bodynya 46mm dan ZX-10R 47 mm. Perbedaan yg cukup lumayan utk meningkatkan efisiensi air flow di putaran tinggi. Padahal bore x stroke CBR1000RR dan ZX-10R sangat mirip, tapi berbeda karakter dlm menghasilkan torsi dan power.

      Menariknya Yamaha YZF-R1 M 2015 memiliki bore x stroke yg sedikit lebih oversquare lgi dari R1 model sebelumnya yaitu dari 78 X 52.2 mm menjadi 79 x 50.9 mm. Mungkin utk mengejar di rpm lebih tinggi lagi.

      yg pasti motor WSBK dan motogp bore x stroke nya sangat-sangat oversquare, Pengaruh perbedaan performa dari bore x stroke tiap pabrikan sangat kecil sekali. Tapi tentu para insinyur yg sangat tinggi ilmu nya tsb sdh mempertimbangkan pilihan nya yg mereka anggap paling tepat atau efisien.

      bore x stroke yg sama pun bisa dibuat berbeda karakter nya tergantung dari komponen penentu yg lain, yaitu bentuk dan size intake/exhaust port di cylinder head, size dan angle klep, size throttle body, profil camshaft, bentuk combustion chamber, volume airbox dll. dimana menjadi penentu optimal nya air flow utk menghasilkan silinder pressure yg besar di rpm tengah dan atas.

      Dua mesin dg bore x stroke yang sama tapi power yg dihasilkan dimungkinkan untuk berbeda, tergantung parameter komponen mesin lainnya.

      Kemudian mengenai bore x stroke KTM RC250 81 x 48.5 mm dan Honda NSF250R 78.0 x 52.2, Bisa kita lihat hasilnya KTM masuk posisi 2, 4 dan 6 di juara musim. Dan antara Danny Kent Honda dg Oliveira berbeda 6 point. Jdi itu lebih kepada faktor skill nya Danny kent yg unggul dri Oliveira

      Menurut sy sepertinya parameter dari bore x stroke bukan berperan sebagai kunci penentu menciptakan mesin yg efisien. Karena perbedaannya sangat tipis diantara mesin-mesin tsb yg sama-sama oversquare.

      itu yg sejauh sy fahami pk pengamat, dari yg sy lihat di buku atau website2 mengenai mesin balap atau mesin high performance. Misalkan perbedaan bore x stroke yg sebenarnya sangat tipis antara mesin satu dg yg lainnya, menjadi faktor penentu unggul dan digdaya nya sebuah mesin balap, mungkin dari dulu sdh diperhatikan terus oleh ahli-ahli mesin yg tinggi ilmunya itu. Kecuali mesin satu bore x stroke nya over square, mesin kedua square dan mesin ketiga overstroke, nah kalau seperti itu mungkin bisa ada perbedaan nya. Demikian

      Suka

      Pengamat said:
      Februari 29, 2016 pukul 4:12 pm

      AARR Technical Regulation 2016 final2, tabel APENDIK C: Minimum Weights, ternyata:
      CBR1000RR throttle body 44mm ralat bukan 46mm
      ZX10R throttle body 47mm
      YZF R1 throttle body 45mm
      RS4V & S1000RR throttle body 48mm
      Jelas RS4V & S1000RR diatas angin.
      Jika aturan wsbk terlalu kaku dan gak fair seperti ini tujuannya apa? Sebagai kritik teknologi pabrikan? atau diskriminasi old spec?
      Jika ZX10R & CBR1000RR dgn segala keterbatasannya best lapnya mendekati best lap motogp. Silahkan disimpulkan sendiri.

      Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Februari 29, 2016 pukul 10:01 pm

        CBR1000RR mulai tahun 2008 pakai Throttle Body 46 mm

        Aturan WSBK sdh berlaku lama bahwa beberapa parts harus sesuai orisinil bawaan dari pabrik, Ini diserahkan ke masing -masing pabrik, akan seperti apa mereka merancang motornya. Dg itu Honda sepertinya akan membuat motor dg spek khusus utk balap WSBK nanti. Dimana CBR1000RR tetap dg karakter jalan raya,nya (user friendly sportbike). Seperti dulu lgi dg motor race oriented RC30 dan RC45 V4 engine.

        Pk pengamat tentu bnyk lebih faham dari sy, bahwa keuntungan stroke yg sedikit lebih panjang dari mesin rivalnya, menjadi tdk siknifikan pada mesin yg sangat oversquare sperti motor-motor WSBK & motogp ini. Kecuali di mesin square atau overstroke yg memiliki stroke nya panjang, yaitu keuntungan daya ungkit (leverage advantage) dan lamanya piston di TDC. Mesin square dan oversquare hanya cocok beroperasi pada rpm yg tdk tinggi karena faktor piston speed

        Torsi mesin oversquare WSBK & motogp sepenuhnya diperoleh dari besarnya bore. Bore lebih besar memungkinkan valve area yg lebih luas. Efeknya volume air flow yg masuk ke combustion chamber mampu lebih bnyk dan menghasilkan silinder pressure yg optimal di rpm tinggi.

        Contoh mesin Kawasaki Z1000 Sugomi 77 mm x 56 mm, yg beda 1mm dg ZX-10 76 mm x 55 mm. Kedua motor maks torsi yg hampir sama, tapi Sugomi menghasilkan di putaran mesin yg jauh lebih rendah dari maks torsi ZX-10R, yaitu 4200 rpm lebih rendah. Artinya walaupun bore x stroke yg hanya berbeda tipis 1 mm tapi dg perbedaan parameter cukup banyak di in/ex port cyl head, profil camshaft, size klep in/ex, size injector/throttle body, airbox, dia dan panjang pipa header, maka karakter powerband kedua mesin menjadi berbeda, juga maks horsepower Sugomi yg jauh lebih kecil dan di rpm yg lebih rendah . Silahkan disimpulkan, kok bisa begitu?

        Sy menganggap para expert dan designer mesin yg memiliki skill tinggi di bidangnya itu sdh melakukan riset secara komprehensif pastinya. Dg itu menurut sy tdk ada istilah bore x stroke paling unggul, mengingat perbedaannya sangat-sangat sedikit satu dg mesin lainnya. Dan para engineer yg pintar pasti sdh mempelajari jauh-jauh sebelumnya. Kecuali mesin-mesin ini memiliki perbedaan bore x stroke yg menyolok. misalkan Honda oversquare, Aprilia square dan Kawasaki overstroke. Ini baru bisa menghasillkan perbedaan performa yg banyak.

        Fast lap diperoleh krena faktor motor yg balance, yaitu chassis, suspensi, elektronik, power dan jga skilll si rider.

        Suka

    blackbastard said:
    Februari 28, 2016 pukul 1:27 pm

    Mantap gan,lanjutkan!!
    Ini blog yg slama ini saya cari,banyak ilmunya.
    Ga sprti blogger2 tenar yg lama2 seperti ajang promosi dr pada ilmunya.
    Mantap gan

    Suka

    akbar said:
    Juni 20, 2016 pukul 5:54 pm

    Blog nya keren gan.. lebih ke teknis. Saya tunggu tulisan tulisan baru nya gan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s