Pendekar ijo Ninja ZX-10R 2016 dengan pedang Katana yang lebih tajam

Posted on Updated on

ZX10R 2016

Penyempurnaan di braking, handling dan elektronik memungkinkan Ninja ZX-10R 2016 lebih cepat 2 detik dari model 2015 sebelumnya.

Sejak tahun 2012 di piloti oleh Tom Sykes, Ninja ZX-10R selalu menempati posisi terbaik pada ajang balapan WSBK. Berbeda hanya setengah point dengan Max Biaggi mengendarai motor super Aprilia RSV4R Factory pada musim balap 2012. Biaggi sukses meraih titel juara musim memperoleh angka 358 sedangkan Sykes dengan margin sangat tipis yaitu 357.5.
Sykes baru kemudian sukses menjadi Master of WSBK pada tahun 2013 dengan kemenangan tidak dibilang mudah juga. Harus bersaing ketat dengan motor Aprilia RSV4R Factory dibawa oleh Eugene Laverty. Di 2014 lagi-lagi motor Aprilia selalu mampu menekan Tom Sykes di berbagai sirkuit. Silvain Guintoli kemudian berhasil memenangkan menjadi juara musim. Ya memang Aprilia dengan motor RSV4R Factory sebagai pemain baru WSBK mampu menjadi tim digdaya dengan meraih 3 juara dunia dalam 6 musim balap WSBK.
Dominasi Ninja ZX-10R dilanjutkan oleh munculnya Jonathan Rea dengan cukup spektakuler mengantongi 14 kali podium ke satu pada musim balap 2015. Pembuktian Ninja ZX-10R memang memiliki darah ksatria yang haus kemenangan.
Tahun 2016 Kawasaki meluncurkan Ninja ZX-10R terbaru yang mana tidak mengalami perubahan mayor seperti all-new Yamaha YZF-R1. Kawasaki mempertahankan motor juara dunia dua kali dalam waktu tiga tahun tetap seperti ini untuk dikendarai oleh penggemar roda dua tapi dengan beberapa improvement dengan tujuan performa lebih terangkat lagi.
Majalah Fast Bikes edisi Maret 2016 membahas dan melakukan test ride ZX-10R di sirkuit Sepang. Di awali dengan pernyataan Yoshimoto Matsuda bahwa “Perbedaan nya semua akan pada dinamika motor, tanpa kompromi kita ingin memberikan kepada publik sebuah motor juara”    mantap.
Beberapa penyempurnaan :
Chassis twin spar telah dibuat presisi lagi untuk lebih baik mengikuti garis mulai dari steering head sampai ke bagian bawah titik pivot swing arm. Perubahan ini memberi efek pada peri laku chassis yang lebih linear. Head pipe lebih dekat 7.5 mm ke rider, direncanakan menempatkan bobot yang lebih banyak lagi pada bagian depan (frontend) untuk membantu pada saat memasuki corner. Untuk memastikan bagian belakang tidak keluar dari line, swingarm dibuat lebih panjang 15.5 mm.
Suspensi Showa balance free fork telah di kembangkan bersamaan dengan race program bertujuan menyediakan suspensi paling mendekati dengan suspensi balap sesungguhnya. Keunggulan nya kekuatan meredam (damping force) di konsentrasikan di luar silinder. efeknya memberikan response lebih baik dan tidak ada fluktuasi pada tekanan keseimbangan (balance pressure).
Brake sudah dilengkapi dengan top of the line Brembo M50 monoblock caliper dengan 330mm disk. Brembo caliper M50 seperti juga M4, ngak diragukan adalah caliper cukup dasyat yang bisa dibeli di toko. Dengan harga sekitar Euro 550, M50 memberikan performa daya cengkram mirip motor-motor WSBK.

Brembo M50

Bremb0 M50 Monoblock caliper

Engine mengalami perubahan pada crankshaft lebih ringan untuk mereduksi inertia sebanyak 20 per cent, demikian pula pada primary gear nya. Inertia dari efek gyroscopic diciptakan crankshaft mempengaruhi manuver dan handing motor. Semakin sedikit inertia maka semakin baik handlingnya. Perubahan juga pada camshaft dengan profil baru yaitu bertambahnya overlap. Overlap lebih besar akan menciptakan efisiensi airflow untuk menghasilkan cylinder pressure lebih sempurna pada putaran tinggi.
Klep berbahan titanium lebih besar dan di ikuti dengan porting intake/exhaust cylinder head supaya memenuhi kebutuhan airflow di putaran atas. Perubahan port intake/exhaust cylinder head memberikan airflow lebih optimal dan cylinder juga sudah mengalami perubahan bentuk. Piston memakai model baru, area skirt lebih pendek dan lebih ringan 5 grams per piston. Ada perubahan juga pada balancer shaft untuk meredam vibrasi dan gear transmisis dengan ratio ebih pendek (close ratio) mulai dari gir dua sampai gir enam.
Airbox bertambah dua liter sekarang menjadi 10 liter volume keseluruhan men-supply udara ke throttle body berukuran 47 mm di lengkapi dua injektor. Secondary injector hanya aktif pada saat putaran tinggi. Bertambahnya supply bbm di putaran tinggi selain memenuhi kebutuhan volume udara semakin besar juga untuk meredam terjadinya detonasi atau “ngelitik” dimana tentu menurunkan power output.
Peranan airbox seperti kita ketahui sangat penting untuk menentukan volumetrik efisiensi. Bisa dilihat pada size airbox motogp terlihat begitu masif dan pastinya engineer tidak akan secara sembarangan merubah airbox, misalkan ingin mencari ruang untuk tempat extra fuel tank.
Pipa header terbuat dari bahan titanium qualitas tinggi dan tabung muffler juga dari titanium dibentuk lebih kecil. Ada tiga catalytic converter dipasangkan di exhaust agar supaya emisi tetap memenuhi Euro4 legislation.

ZX10R 2016 Naked

Race grade Showa fork dan header dari titanium qualitas tinggi dengan diameter besar dan pendek ke collector, dengan target menghasilkan maks HP di rpm atas. Ditengah terlihat corong udara atau air scoop menuju ke dalam airbox memberi efek induksi, sedikit tambahan power output dalam kecepatan tinggi

Elektronik ZX-10R seperti hal nya all-new Yamaha YZF-R1, Aprillia RSV4R Factory dan BMW S1000RR, juga telah dilengkapi Inertial Measurement Unit (IMU). Cara kerja IMU mrirp dengan Inertial Platform digunakan motogp, yaitu perangkat gyroscope dan accelerometer memonitor tingkah laku motor (bikes behaviour) terutama pada saat masuk dan keluar tikungan. Alat sensor tersebut berhubungan dengan sensor traction control mengawasi gerak motor sewaktu melakukan pengereman, memasuki tikungan dan akselerasi keluar tikungan. Gyroscope memonitor sudut kemiringan (roll) dan sudut menukik (pitch) motor. Accelerometer menghitung seberapa besar tekanan sentrifugal yang mengena ke motor pada saat miring di tikungan dan waktu deselerasi mengerem akan memasuki tikungan (entry corner). Data dari sensor dikirim ke ECU untuk diproses, kemudian mengatur torsi disalurkan supaya lebih linear dan halus. Jika terjadi slide di ban belakang saat akselerasi ditikungan pada sudut kemiringan tertentu, traction control mengirim data ke ECU mereduksi torsi. IMU dan traction control mengukur engine power berdasarkan data dari kecepatan roda, posisi throttle, posisi gir transmisi dan sudut kemiringan motor. Semua dihitung memakai parameter yang telah ditentukan dan diprogram. IMU merk Bosch dengan software buatan in-house Kawasaki ter-program di ECU. 

A 2015 Yamaha-R1-IMU

Cara kerja IMU ZX-10R yang sama dengan Yamaha YZF-R1 6-Axis IMU

Kawasaki menyediakan Race Kit kalau nanti si owner berminat lebih serius mengasah skill balapnya di lintasan sirkuit, bukan balap di jalan raya Bro. Seperti alat untuk non aktifkan ABS juga collar yang diperlukan untuk merubah  geometry frontend sampai sebanyak 4mm dll.
Test di Sepang motor memakai ban Bridgestone slick VO2 yang terbukti lengket ke aspal. Kesimpulan tester nya, motor sanggup konsolidasikan power sebelum meningkatkan kapabilitas pada area handling, braking dan suspensi, dimana semua itu memungkinkan setiap rider menciptakan lap tercepatnya.
Dengan adanya IMU, motor akan mengetahui posisi kemiringan (lean angle) di tikungan dengan tujuan menentukan seberapa besar power ouput diperlukan. Motor lebih smart, dimana fitur tersebut tidak dipunyai oleh ZX-10R keluaran tahun sebelumnya. Semua ter integrasi pada riding mode, traction control, engine braking control, wheelie control dan launch control. Pencegahan terjadinya situasi krisis akan dapat dicegah apabila rider menghadapinya ketika melesat di tikungan kecepatan tinggi. Berkurangnya inertia karena crankshaft lebih ringan memberikan efek posisif terhadap handling tikungan seperti melakukan manuver flip-flop melewati chicane menyempit.

ZX10R 2016 Sepang

Ninja ZX-10R 2016 memberikan sensasi lebih dan memudahkan lagi rider meraih lap tercepat di sirkuit. Hanya kalau boleh dibilang kelemahan pada torsi kurang agresif di low-mid rpm.

Untuk pemakaian jalan raya mungkin akan ada komplain karena kurang galaknya torsi di putaran bawah dan tengah seperti motor hypersport terbaru dirilis sebelumnya. Realitanya hampir semua motor hypersport 1000cc belakangan ini telah merubah karakter engine yaitu mencari power output terbesar pada rpm maksimum. Tapi kemudian mengikis potensi tendangan torsi di rpm low dan mid yang tentunya kontra-produktif karena mengurangi sensasi sentakan akselerasi berkendara di jalan raya.
Walhasil Ninja ZX-10R ini sangat mengesankan bagi penggemar kecepatan di lintasan sirkuit. Tapi untuk yang lebih suka turing dan city riding sepertinya Kawasaki Z1000 Sugomi akan tetap susah untuk dilihat dengan sebelah mata. Torsi Sugomi galak sensasional menendang dari putaran bawah sampai ke atas, rider akan kerepotan untuk menahan ban depan untuk tidak wheelie kalau throttle di bejek sampai pol. Sugomi ngak dilengkapi traction control dan wheelie control, pure standard non electronic. Torsi ZX-10R 113.5 Nm memuncak di 11500 rpm, sedangkan torsi maksimum Sugomi 111 Nm di 7300 rpm. Torsi hampir mirip keduanya tapi Sugomi memuncak lebih awal dan pada putaran 4200 rpm lebih rendah dari ZX-10R. Bisa kita bayangkan ke istimewaan torsi Sugomi untuk berkendara di dalam kota maupun turing ke luar kota. Tapi begitu pindah ke trek sirkuit yang menjadi domainnya maka motor Ninja ini akan secara penuh mengayunkan Katana nya yang sangat tajam dengan cepat melibas semua tikungan. Harga Ninja ZX-10R 2016 via ATPM Kawasaki Indonesia mungkin diatas 400juta OTR. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Spesifikasi
  • 998cc liquid cooled DOHC 16 valves
  • bore x stroke 76 mm x 55 mm
  • Compression 13:1
  • Fuel Injection 47 mm TB
  • Power output 197 bhp@ 13000 rpm (at the crankshaft)
  • Torque 113.5 Nm @11500 rpm
  • Elektronic : Riding modes, quickshifter, launch control, traction control, wheelie control
  • Frame twin spar cast aluminium
  • Fork Showa 43 mm fully adjustable, Showa BFRC rear shock fully adjustable
  • Wheelbase 1440mm
  • Seat height 835mm
  • Kurb weight 206 Kgs
  • Fuel tank 17 liters
Iklan

6 thoughts on “Pendekar ijo Ninja ZX-10R 2016 dengan pedang Katana yang lebih tajam

    Iwan said:
    Februari 23, 2016 pukul 4:12 pm

    Wah gawat juga konsep WSBK, pengalaman di dunia balap diaplikasikan langsung ke motor yang dijual massal jadi yg buat balap dan dijual massal sama persis, ntar byk pebalap liar nih di jalan

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 23, 2016 pukul 4:46 pm

      iya pak, memang sperti itu motor-motor sekarang,

      Suka

    Pengamat said:
    Februari 24, 2016 pukul 8:48 pm

    Secara potensi aprilia RSV4R stroke 52,3mm sepadan dgn ZX10R stroke 55mm.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 24, 2016 pukul 10:20 pm

      siyap pk pengamat.

      sebenarnya semua motor superbike 1000cc sdh sangat oversquare sekali. Satu dg yg lainnya tdk begitu berpengaruh siknifikan dari perbedaan bore x stroke nya. tinggal masing2 engineer tim meng-optimalkan volumetrik efisiensi melalui parameter mesin yg berperan dlm menghasilkan silinder pressure maksimum.

      Menurut sy semua engineer pabrikan dan tim sdh sangat tinggi sekali ke ilmuan yg berhubungan dg physic of internal combustion engine, engine thermodynamic dll, sdh tingkatan professor, jdi canggih sekali analisa mereka yg didapat melalui riset, trial n error, Dg itu masing-masing pabrikan maupun tim memiliki formula sendiri berkenaan dg VE yg bisa diperah.

      Tapi menciptakan motor balap yg balance, selain mesin yg kuat dan punya daya tahan, harus jga memiliki potensi lain yaitu suspensi, chassis, elektronik.

      bore x stroke berperan, tapi bukan menjadi faktor kunci penentu utk menciptakan mesin yg efisien dlm memproduksi power dan torsi. Silinder head berperan besar, begitu jga profil camshaft, intake manifold, TB dll, pk pengamat pasti sdh faham.

      jdi membangun mesin balap, peranan porting cylinder head justru benar2 diperhatikan sekali. juga membentuk klep dg multi angle yg semua itu menentukan efisiensi air flow. mahir nya seorang tuner mesin di nilai ke ahliannya dari membangun cylinder head.

      Itu sejauh yg sy fahami. bisa di lihat di website2 tentang mesin balap, high performance.

      Suka

    Pengamat said:
    Februari 25, 2016 pukul 7:06 pm

    Itu saya tidak ragukan lagi, enginering pabrikan apalagi ikut turun dlm pengembangan riset produk mereka dunia balap seperti kawasaki dan aprilia pasti sangat faham detail produk mereka. Setiap Kekurangan pasti selalu diupdate di new produk mereka.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 25, 2016 pukul 9:05 pm

      siip pk pengamat

      Bisa ambil contoh bore x stroke Ninja ZX-10R, 76mm x 55 mm yg high revving untk balap dengan Ninja 1000SX, 77 mm x 56 mm, tipe sport-tourer utk city riding dan turing. Kedua motor beda tipis bore x stroke nya, tapi beda karakter powerband yg cukup banyak. ZX-10R torsi puncak 113.5 di 11500 rpm dan Ninja 1000SX torsi puncak 111 Nm di 7300 rpm. Kedua motor torsinya hampir sama, tapi torsi Ninja 1000SX memuncak di putaran yg lebih rendah di 7300 rpm atau 4200 rpm lebih rendah dari torsi maks ZX-10R.

      Hal itu terjadi karena perbedaan parameter dari masing2 mesin. dan pk pengamat jga pasti sdh faham benar.

      Dg itu walaupun dua mesin memiliki bore x stroke yg sama, tapi nilai parameter yg di aplikasikan berbeda maka karakter powerband keduanya bisa berbeda sangat siknifikan, Kira2 seperti itu

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s