Motor Gixxer Vinales tercepat di test hari kedua sirkuit Phillip Island

Posted on Updated on

Vinales Phillip Island test 2016 media3 cycleonlinecom aus

Fully seamless gearbox, power output lebih besar, chassis 2016 dan elektronik yang sudah presisi menjadi senjata Vinales untuk menekan pembalap elit di lini depan.

Test kedua di hari kedua sirkuit Phillip Island pra musim balap 2016 memberikan kejutan yaitu motor Suzuki yang dikendarai oleh Maverik Vinales menempati urutan pertama dengan lap time 1 menit 29.131 detik, lebih cepat 0.161 detik dari catatan waktu yang diperoleh Marquez di 1 menit 29.292 detik. Jorge yang pada saat test di Sepang sebelunmnya menempati posisi pertama dengan gap waktu yang cukup lumayan marginnya hampir 1 detik, di Phillip Island berada di posisi ketiga dengan laptime 1 menit 29.357 detik. Rossi di posisi ke 4 yaitu 1 menit 29.404 detik.

Maverik mencetak 1 menit 29.131 detik di lap ke 64 dari 65 lap keseluruhan. Tapi cukup istimewa Vinales meraih waktu di 1 menit 29 detik sebanyak 10 kali. Dua lap lebih cepat dari best lap nya Marc Marquez dan tiga lap lebih cepat dari best lap nya Lorenzo maupun Rossi. Dengan itu bisa disimpulkan Vinales konsisten melesat cepat menyaingi pembalap elite tim Repsol Honda dan Movistar Yamaha.
Phillip Island dengan karakter cepat fast flowing corner memang menjadi sirkuit favoritnya. Tapi pencapaian itu karena adanya improvement pada motor Gixxer Vinales yaitu SSG, elektronik, chassis dan power output yang bertambah. Keunggulan seamless gearbox dimungkinkan akselerasi lebih cepat dan halus dari pertengahan tikungan (mid-corner) pada saat posisi motor masih miring. Sangat penting karena sebagian besar akselerasi bertumpu pada bagian pinggir (edge) ban yang tentunya daya gigit grip tidak sekuat dibagian tengah pada saat motor posisi tegak (upright). Selain peranan power delivery mesin yang linear dan smooth, suspensi yang mampu meredam hentakan dan chassis yang stabil, perpindahan gigi transmisi yang halus dan cepat juga sangat membantu.
Sebagian lagi dibantu oleh elektronik yang telah mengalami kemajuan, dimana engine braking dan traction control sepertinya sudah pada level yang efektif. Vinales menggunakan chassis 2016 yang menurutnya memiliki banyak potensi, meskipun ada beberapa kekurangan. Menurutnya melesat di fast corner motor lebih baik tanpa di gaz, maka motor akan menikung lebih banyak, juga di tikungan kecepatan rendah. Sepertinya motor memang sedikit lebih cocok di sirkuit Phillip Island. Tapi menurut Vinales motor Gixxer 2016 ini terasa berat, dengan itu tidak bisa mengganti arah dengan cepat yang tentunya membuang lap time. “Kita perlu bekerja untuk memperoleh chassis yang sedikit lebih ringan dan mencoba untuk mendapatkan sedikit grip lagi. anyway, dengan chassis baru saya pikir grip nya lebih baik” katanya.
Test di Sepang Vinales sudah sanggup melesat dengan cepat di lintasan lurus bersama motor Marquez yang di musim 2015 lalu tidak dimungkinkan. Mengingat faktor mesin Gixxer yang kalah power output yang dihasilkan motor-motor  tim elite di putaran maksimum.
Marquez dengan Hondanya telah mendapatkan langkah positif sejak dari Sepang. Elektronik yang sebelumnya menjadi titik hambatan sudah bisa di selesaikan oleh teknisi tim. Tapi ada kekuatiran juga karakter sirkuit Phillip Island yang fast flowing menutupi kekurangan motor RC213V seperti yang dihadapi waktu test di Sepang. Dimana pada tikungan menyempit (tight corner) seperti tikungan akhir Sepang dan motor harus akselerasi kuat dan cepat, power delivery mesin yang agresif menyulitkan Marquez mengkontrol dan mengarahkan motor.
Pedrosa mengalami crash di tikungan 4 kecepatan rendah ke kanan. Motor terlalu cepat dan mengerem terlalu kuat, karena Pedrosa menekan tuas rem melewati area titik pengereman (brake marker) yang seharusnya dan ban depan kehilangan daya cengkram. Motor utama tidak bisa dipakai sementara maka motor kedua dengan set-up yang berbeda digunakan Pedrosa untuk mencari lap tercepat yang sepertinya tidak se nyaman motor utamanya. Pedrosa dan crew masih mencari kombinasi yang ideal motor yaitu pada geometry chassis dan distribusi berat.
Lorenzo pernah menjadi tercepat hampir satu detik di Sepang dari pembalap posisi kedua, di Phillip Island justru mengalami masalah yang cukup ruwet. Walaupun tetap meraih posisi ketiga tercepat, keunggulan set-up motor Yamaha M1 nya yang sudah terbangun di Sepang menjadi hilang. Masalah yang ditemukan pada stabilitas di bagian depan (frontend), mengurangi rasa confident Lorenzo pada saat membuka throttle. “Kita tidak bisa membuka lebar throttle karena bagian depan (motor) sangat tidak stabil di corner” katanya.
Untuk lebih cepat akselerasi keluar corner dipengaruhi oleh seberapa besar throttle di buka yang kemudian mentransfer penyaluran power output ke ban belakang. Masalahnya jika ban depan mengalami tekanan terlalu berlebihan melewati kemampuan gripnya pada saat akselerasi dan posisi motor miring, dipastikan ban akan kehilangan daya cengkram dan motor akan mengalami lowside. Dengan itu diperlukan set-up pada geometri chassis maupun suspensi untuk mewujudkan grip yang balance.
Kombinasi dari elektronik software dan ban Michelin yang memberi kontribusi ke tidak nyamanan Lorenzo tersebut. “The bike much more physical”. Lorenzo mengakui bahwa peranan keuntungan dan kelemahan software dan ban Michelin sepertinya akan berputar dari rider ke rider juga motor dan sirkuit. Tidak sepenuhnya satu rider dan motornya mendapatkan keuntungan di semua sirkuit. Tiap sirkuit akan memberikan kelemahan dan keuntungan.
Berlainan dengan Lorenzo, Rossi merasa cukup nyaman dengan hasil lap time yang kebanyakan didapat dibawah 1 menit 30 detik. “already from this morning i was able to go fast and have a good feeling”. Sepertinya Rossi menikmati melesat cepat dengan ban Michelin dan untuk mendapatkan performa maksimum Rossi harus merubah tehnik balap lamanya pada saat dulu memakai ban Bridgestone. “It is a different ride with Michelin but at the same time I like. It is a lot of fun. This is important.”
Bradley Smith memiliki cara pandang nya berkenaan dengan karakter ban Michelin yang baru. Profil ban depan memiliki bidang kontak dengan aspal lintasan yang lebih lebar dari ban sebelumnya, memberikan keuntungan dalam peningkatan performa setengah detik lebih cepat. Bidang kontak yang lebih lebar memberi kemudahan pada feel dan feedback ke pembalap dan lebih merasa aman, menaikkan rasa percaya diri (confident) ketika melesat cepat di tikungan. ” Secepat anda bisa menekan handlebar, anda akan bisa lebih baik membelokkan motor dan anda akan bisa lebih cepat memasuki beberapa fast corner juga”
Melesat cepat melewati corner memerlukan determinasi feeling yang harus tepat. Dimana faktor itu akan dimungkinkan apabila ban depan mampu memberikan feedback atau sinyal ke pembalap. Semakin bagus dan jelas sinyal feedback nya, semakin menguntungkan karena si pembalap dapat memperhitungkan dan menentukan sampai dimana ujung batas kemampuan grip bannya ketika miring menikung cepat tanpa merasa kuatir motor akan crash. Yang mana hal tersebut penting diperlukan untuk menciptakan lap time tercepat meng-ungguli lawan-lawan. Demikian wassalam dan salam sejahtera.

1.Maverick Viñales Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 29.131s[Lap 63/64]
2.Marc Marquez Repsol Honda Team (RC213V) 1m 29.292s +0.161s [78/79]
3.Jorge Lorenzo Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 29.357s +0.226s [65/80]
4.Valentino Rossi Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 29.404s +0.273s [52/71]
5.Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) 1m 29.671s +0.540s [57/61]
6.Hector Barbera Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 29.854s +0.723s [35/54]
7.Andrea Iannone Ducati Team (Desmosedici GP15/16) 1m 29.857s +0.726s [69/76]
8.Dani Pedrosa Repsol Honda Team (RC213V) 1m 29.917s +0.786s [38/55]
9.Scott Redding Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 29.941s +0.810s [59/60]
10.Bradley Smith Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 29.992s +0.861s [75/75]

Iklan

2 thoughts on “Motor Gixxer Vinales tercepat di test hari kedua sirkuit Phillip Island

    Pengamat said:
    Februari 19, 2016 pukul 7:07 pm

    Gsx1000rr ini spek resminya berapa? Apakah stroke 57,3mm x Bore 74,5mm?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 19, 2016 pukul 9:23 pm

      bore x stroke resminya blum ada pak, tapi pastinya mungkin lebih oversquare lgi dan lebih pendek stroke nya dari bore x stroke superbike GSX-R1000 yaitu 74.5 x 57.3. krena rpm mesin motogp lebih tinggi lagi sekitar 17000 rpm.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s