Motor Kawasaki Ninja 250 drag racing top speed 179.1 km/jam

Posted on Updated on

Ninja 250

Ninja 250 peak power 35.9 Hp at the back wheel (Sport Rider)

Di Sport Rider ada artikel menarik tentang Kawasaki Ninja 250 keluaran tahun 2008 yang telah di full modifikasi untuk ikut drag racing. Berlokasi di lintasan pesawat terbang angkatan udara Amerika di Maxton, North Carolina, balapan tersebut di ikuti oleh berbagai macam motor dan mobil untuk menjadi yang tercepat di lintasan sepanjang 1.6 km atau 1 mile.

Mencari top speed, motor Ninja 250 standard harus dilakukan perubahan pada bagian dalam komponen mesin, dengan itu tenaga puncak di putaran atas mampu meningkat lagi. Hasil dynamometer mesin standard meperlihatkan power puncak 25.6 hp dan torsi sebesar 13 ft-lb atau 17.625 Nm at the rear wheel. Top speed yang dicapai dengan kondisi angin dari arah belakang motor atau tailwind 98 mile atau 157.7 km/jam.
Brian Weaver dari JE Pistons menyediakan custom-made forged piston dengan rasio kompresi statik 13.5:1. Sangat tinggi dibandingkan dengan piston standard pabrik yaitu 11.6:1. JE piston seperti juga merek lainnya yaitu Ross, TRW, Wiseco dan Mahle sudah lama terkenal dikalangan tuner mesin atau engine builder khusus menangani mesin-mesin balap atau engine performa tinggi. Ukuran bore tidak dirubah tetap sama standard dari pabrik.

Ninja 250 JE Piston

Forged piston JE high compression 13.5:1

Kemudian cylinder head di kirim ke APE untuk dilakukan porting, penyempurnaan pada bagian intake dan exhaust port. Target utama adalah menciptakan power maksimum yang tercapai di putaran tinggi. Dengan itu diperlukan saluran intake dan exhaust yang sedikit lebih besar dari ukuran standard supaya mesin bisa bernafas secara maksimal, menghirup campuran udara dan bbm. Mengingat di putaran tinggi segala proses mesin empat langkah harus dipenuhi dan diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat dan singkat.
Disinilah diperlukan peranan keahlian dari seorang engine builder. Mungkin bagi kita lebih mudah menghitung parameter mesin yang sudah ada rumusnya, seperti Volumetrik Efisiensi yang ideal atau mencari diameter klep intake dan exhaust, mengukur panjang dan diameter intake manifold. Tapi semua hitungan tersebut akan menjadi tidak berguna apa bila pengerjaannya tidak presisi. Hasil akhirnya nya menjadi kontra-produktif, seperti area dekat dudukan klep yang terlalu lebar radiusnya, dudukan klep maupun juga sudut/angle di klep yang tidak sempurna, Cross-sectional area yang terlalu besar. Error atau kesalahan pengerjaan itu semua tidak menciptakan Volumetrik Efisiensi mesin yang paling ideal pada putaran atas yang diperlukan untuk mencapai top speed.
Pengerjaan head porting akan istimewa hasilnya bila dikerjakan oleh engine builder yang sudah mencapai banyak jam terbang membangun mesin performa tinggi. Upaya yang mutlak memerlukan ketelitian dan presisi. Kesalahan pengerjaan konsekwensinya silinder head yang gagal tidak terpakai. Peranan engine builder yang handal akan meng-ekspresikan pekerjaannya itu sebagai sebuah karya seni. Tidak saja diperlukan ketepatan dan ketelitian, tapi juga perasaan positif supaya hasil karya nya sukses dan bernilai
Alat untuk mengukur besarnya volume air flow yaitu air flow bench diperlukan untuk mengetahui apakah pengerjaan porting sudah mencapai target yang di inginkan. Besarnya aliran udara dalam cubic feet per minute atau CFM yang dihasilkan silinder head sesuai dengan putaran mesin yang di inginkan akan terlihat dengan alat air flow bench ini.

Flow bench

Air Flow bench merk SuperFlow sangat penting kegunaannya untuk menciptakan cylinder head yang istimewa. Bagi yang ingin mengasah keahlian porting cylinder head alat ini bisa dibuat sendiri. 

Klep intake memakai diameter lebih besar 1.5 mm dari ukuran standard. Menggunakan klep berbahan titanium yang dibuat secara khusus (custom made). Titanium memiliki kelebihan pada daya tahan dan bobot ringan tapi beberapa kali lipat lebih mahal dari bahan baja biasa. Kemudian area di intake port sekitar dudukan klep di sempurnakan radiusnya, maupun pengerjaan 3 atau 4 angle valve job dengan menggunakan mesin merk Serdi yang terkenal berkualitas dan presisi. Bentuk multi angle valve memberi kontribusi besar terhadap lancar dan cepatnya aliran udara yang masuk ke ruang bakar ketika klep intake posisi open.
APE mem fabrikasi sepasang camshaft sprocket yang adjustable dan camshaft chain tensioner dengan proses billet. Memakai adjustable camshaft sprocket, timing buka dan tutup klep dapat diatur lagi, apa mau di lambatkan ( retard) atau dimajukan (advance). Tujuannya untuk merubah powerband mesin.

Ninja Adjustable Cam Sprocket APE

APE adjustable camshaft gear mempermudah tuning waktu buka dan tutup klep.

Head porting 2

air flow yang cepat, minimum hambatan pada waktu klep intake posisi open dengan bentuk multi angle valve.

Cross sectinal area port

Intake port sangat berpengaruh terhadap faktor efektif dan efisien nya cylinder head. Proses pengerjaan head porting yang presisi hanya tercapai apa bila engine builder memiliki skill tinggi dan tentunya jam terbang yang sudah banyak.

Untuk membangun mesin secara keseluruhan di pilih engine builder yang sudah berpengalaman Chris Hill dari Performance Psycle. Hill sudah cukup banyak membangun motor kejuaraan AMA drag racing, termasuk kelas supersport 1000cc Kejuaraan national tahun 2007. Jadi sudah ada rasa kepercayaan kepada si ahli mesin membangun mesin Ninja 250 ini.
Chris Hill melepas airbox standard dan mengganti jetting karburator sampai menemukan ukuran yang tepat untuk menghasilkan air & fuel ratio optimal. Karburator tidak mendapatkan perlindungan lagi dari air filter, memang di seting untuk menghirup volume udara sebanyak-banyaknya. Tidak disarankan karburator tanpa filter udara untuk pemakaian jalan raya. Terpapar oleh partikel debu akan merusak piston dan dinding silinder.

Ninja 250 Jet Kit Spears

Jet Kit merk Spears Enterprise yang terdiri dari bermacam size main jet dan pilot jet.

Meluncur secepat mungkin artinya harus mengurangi friksi atau gesekan sekecil mungkin juga. Melakukan penggantian pada bagian apapun yang bisa mereduksi gesekan. Hill mengganti bearing atau laher velq (wheel) dengan bahan ceramic, demikian juga pada rantainya dipilih model tanpa menggunakan O-ring. Mencapai rolling resistance yang lebih efisien dengan penggantian kedua parts itu. Tidak saja di motor Ninja drag racing ini, ceramic bearing atau laher keramik biasa di pasangkan pada sepeda balap untuk kompetisi. Laher keramik memiliki hambatan atau coefficient of friction yang 3 kali lebih sedikit dan 60% lebih ringan dari laher standard .
Sprocket depan dinaikan satu mata dan diturunkan tiga mata pada sprocket belakang. Exhaust system menggunakan brand AREA-P/NO Limit yang tidak aja menaikan power karena design yang bebas hambatan atau free flow, tapi juga mengurangi berat cukup banyak. Free flow exhaust meminimalkan efek back pressure yang merugikan, karena menahan kelancaran gas sisa pembakaran yang keluar dari ruang bakar.
Pada bagian aerodinamik motor supaya lebih minimum hambatan angin atau drag, tanki bbm di papas setengahnya supaya pengendara bisa menunduk full di dalam lindungan windscreen. Pengerjaan tanki bensin dilakukan oleh Liquid Vision. Chassis pun di rendahkan semaksimal mungkin di bagian depan dan belakang dengan tujuan mengurangi “aerodynamic frontal area”. Coefficient Drag motor keseluruhan yang semakin kecil memberi efek lebih baik untuk membelah angin di kecepatan tinggi.
Setelah semuanya siap kembali mesin motor diisi dengan oli merk Motul 300V dan di brake-in di atas dynamometer. Hill melakukan tuning camshaft timing dengan beberapa kombinasi, dan hasil akhirnya mesin menyemburkan tenaga 35.92 HP di ban belakang pada putaran maksimum 12200 rpm dan torsi sebesar 22.764 Nm atau 16.79 ft-lb. Tercapai peningkatan power 10.31 Hp atau sekitar 40% dari power standard.
Motor sukses mencapai top speed 179.1 km/jam atau 111.30 mile/h dan menjadi yang tercepat di kelas 250cc. Sepertinya tenaga puncak motor dibiarkan tidak muncul di putaran lebih dari 13000-14000 rpm. Misalkan putaran engine di naikan lagi, horsepower akan lebih digdaya seperti moto3 KTM RC250 yang mencapai 54 hp at the back wheel pada putaran 14000 rpm dan rasio kompresi statik yng lebih tinggi lagi yaitu 14.5:1.  manthap. Mungkin bisa diterapkan pada motor Yamaha R25 dan Honda CBR250R. Demikian wassalam dan salam sejahtera.

Source :http://www.sportrider.com/mini-08-kawasaki-ninja-250r-little-ninja-went-to-maxton

Iklan

5 thoughts on “Motor Kawasaki Ninja 250 drag racing top speed 179.1 km/jam

    abaydmz said:
    Februari 13, 2016 pukul 9:52 pm

    Nah itu tuh ubah timing gear di dohc lebih mudah.. #oops ntar jd debat sohc dohc ujung2nya di SOHCDOHC (baca: sodok) hehehe

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 13, 2016 pukul 10:14 pm

      bisa jdi, kalau kelamaan debat akhirnya blending jadi aliran baru “sodok” 😀

      Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Februari 13, 2016 pukul 10:16 pm

        😀

        Suka

    motogokil said:
    Februari 14, 2016 pukul 5:20 am

    untungnya tidak menyentil merek tertentu, kalau sampai “nyentil” jangan-jangan ente disuruh verifikasi nih bener nggak tuh beritanya ?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 14, 2016 pukul 8:43 am

      hehehe…iya benar, mudah2 an yg fanatik atau taqlid buta terhadap merk favoritnya bisa menjadi moderat. gak lgi bersikap menang sendiri, mengutamakan kebersamaan….siip

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s