Apakah Yamaha YZF-R1 M WSBK akan kekurangan top speed di musim 2016?

Posted on Updated on

Yamaha R1 M Guintoli 2016

Menurut Josh Brooke Yamaha YZF-R1 M akan defisit topspeed di lintasan lurus sirkuit WSBK. Tapi penyaluran torsi yang linear dan adanya feedback akan lebih mudah bagi pembalap mengatur throttle untuk akselerasi keluar tikungan ketika motor masih posisi miring.

Kejuaraan WSBK musim balap 2016 akan dimulai bulan Februari ini tanggal 26-28. Para pembalap dan motornya sudah harus siap dengan senjata masing-masing untuk berkompetisi. Yang pastinya akan memberikan tontonan yang tidak kalah keras dan seru dari gelaran motogp. Kalau di motogp tim terkuat dengan daya bersaing tinggi adalah Yamaha, Honda dan Ducati, maka di WSBK sejak 2010 ialah tim Aprilia, kawasaki maupun Ducati yang banyak berperan meraih podium dan titel juara musim. Tim lainnya adalah Honda, Suzuki dan BMW.

Geng hijau Kawasaki Ninja ZX-10R masih di jagokan akan mendominasi seri balapan. Jonathan Rea yang tampil begitu brilliant di tahun pertamanya membawa Kawasaki Ninja ZX-10R, tak terbendung dengan menyabet begitu banyak kemenangan 14 kali podium satu. Kawasaki telah menyiapkan motor untuk bertarung pada musim 2016. Upgrade beberapa komponen Ninja ZX-10R versi 2016, Jonathan Rea diharuskan mengendarai motor dengan syle balap yang sedikit berbeda.
“Sudah jelas bahwa motor baru lebih dikembangkan untuk dikendarai dengan cara yang berbeda dan anda diminta mengendarai nya dengan cara tertentu” Rea menjelaskan. ” Jadi kita masih mencari bagaimana tepatnya meng ektraks yang terbaik dari motor dan kita telah merubah banyak hal (komponen)” Kata Jonathan Rea.
Walaupun Rea hanya mencapai posisi ke tujuh tercepat test di Jerez, hasil yang kurang memuaskan dari progres yang dijalankan, tapi Rea tetap merasa puas bahwa crew nya telah melakukan pengembangan ke arah yang tepat.

Rea vs sykes

Jonathan Rea menempati posisi ke tujuh test di jerez, sedangkan Tom Sykes mampu diposisi satu. Membawa Ninja ZX-10R model 2016 diperlukan perubahan sytle balap menurut Rea. 

Kabar yang perlu dianalisa adalah pernyataan pembalap asal Australia Josh Brooke juara British Superbike (BSB) 2015. Yaitu rasa kekuatiran nya terhadap Yamaha YZF-R1 M yang akan ketinggalan melesat di lintasan lurus cukup panjang di beberapa sirkuit. Karena kurangnya power output maksimum R1 M engine dibandingkan motor-motor rivalnya. Pada tahun sebelumnya Josh sukses menjadi juara British Superbike 2015 mengendarai Yamaha R1 M.
Menurut Josh sirkuit di seri WSBK memiliki lintasan yang lebih panjang dibandingkan sebagian besar sirkuit kejuaraan BSB yang lebih banyak tikungan dan dengan radius menyempit. Kekurangan pada power puncak di rpm atas dia rasakan selama balapan di BSB akan menjadi halangan dan terlihat dan itu bukan dari faktor power delivery. Menurutnya power output maksimum ada sekitar 20 hp defisit dari motor lain, suatu jumlah yang cukup siknifikan. Josh Brooke ikut partisipasi di WSBK musim 2016 tidak lagi membawa motor Yamaha R1 M, melainkan dengan BMW S1000RR tim Milwaukee.
Kemudian pertanyaannya apakah memakai design crossplane-crankshaft itu motor kurang ampuh menghasilkan power output besar?
Crossplane crankshaft seperti yang kita sudah faham adalah bentuk crankshaft yang tidak konvensional yaitu aplikasi sudut 90 derajat antara ke empat crankshaft pin. Berbeda dengan crankshaft konvensional posisi crank pin 180 derajat, crossplane crankshaft R1 M melakukan proses ledakan dengan interval di awali piston no 1 meledak, 270 derajat rotasi crankshaft piston no 3 giliran meledak, selanjutnya 180 derajat rotasi crankshaft piston no 2, kemudian 90 derajat piston no 4, dan 180 derajat kembali ke piston no 1. Ke 4 piston meledak dalam 720 derajat rotasi crankshaft proses kerja engine 4-tak. Engine dengan crankshaft konvensional tiap piston meledak pada interval 180 derajat rotasi crankshaft.
Design crossplane ini menurut Yamaha membuat optimal power delivery ke ban belakang, dimana “inertia torque”, yaitu torsi yang diciptakan oleh piston, con-rod dan crankshaft menjadi satu dengan “combustion torque” yaitu torsi hasil dari ledakan piston. Menjadi satu tidak terpisah diartikan tidak menimbulkan efek noise pada torsi yang disalurkan. Dengan itu karakter power delivery ke ban belakang yang lebih halus tidak agresif seperti engine konvensional. Pembalap akan lebih mudah merasakan sinyal atau feedback dari torsi tersalurkan di ban belakang. Dan mudah pula memperkirakan seberapa besar bukaan throttle yang diperlukan untuk akselerasi pada saat motor masih miring akan keluar dari corner.

yamaha-crossplane-crank-layout

Yamaha YZF-R1 crankshaft layout dengan sudut ke empat crankpin berbeda 90 derajat

firng-interval-90-degree-crossplane-crank

Yamaha YZF-R1 M firing order piston 1-3-2-4. Jarak interval masing-masing piston meledak secara individual tiap 270-280-90-280 rotasi crankshaft. Jadi bukan seperti big-bang engine meledak dua pasang piston bersamaan. Denyut (pulse) power R1 engine mirip dengan Honda VFR800 V4 silinder.

Tapi ada kekurangannya menurut ahli mesin yaitu crossplane engine menghasilkan vibrasi lebih siknifikan. Untuk itu diperlukan crankshaft, bearing, con-rod yang lebih kuat dan berat. Artinya komponen mesin yang lebih berat dan timbulnya vibrasi berlebihan mempengaruhi power yang akan berkurang.
Mungkin ini yang dimaksud oleh Josh Brooke adanya defisit power output di putaran atas. Sedangkan motor-motor rivalnya memakai mesin konvensional ala “screamer”, sanggup menghasilkan power maksimum di rpm atas seperti Ninja ZX-10R, BMW S1000RR dan Honda CBR1000RR SP.
Melewati tikungan berliku dengan radius menyempit crossplane engine akan tidak mengalami masalah akselerasi. Torsi Yamaha R1 M yang linear membuat grip ban belakang optimal lengket dengan aspal. Hanya mungkin akan tekor begitu melesat di lintasan yang panjang.

Jerez Test_Brookes_GB39893.jpg

Josh Brookes dengan motor powerful high-revving ” screamer ” sejati BMW S1000RR team Milwaukee Jerez test

Tapi balapan atau lap time tercepat tidak diciptakan di lintasan lurus, melainkan bagaimana si pembalap melesat secara cepat dan presisi melewati tikungan. Entry corner yang halus, stabil dan mampu lebih awal akselerasi di mid-corner sebelum apex secara cepat tanpa banyak ban belakang mengalami spin dan harus dikoreksi oleh traction control.
Josh Brooke sendiri menyatakan bahwa motor Yamaha R1 M memiliki handling yang cantik “it was a beautifully handling bike” katanya.
Ada kabar baik Alex de Angelis dan Lorenzo Savadori dibawah naungan tim Ioda akan tampil memakai motor juara tiga kali WSBK yaitu Aprilia RSV4R Factory yang sebelumnya sempat diberitakan akan absen. Tapi di lain sisi motor Suzuki GSX-R1000 sepertinya yang giliran akan absen dari kejuaran musim 2016 ini. Pembalap Suzuki di musim 2015 Alex Lowes sudah pindah ke tim PATA Crescent Yamaha. Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

25 thoughts on “Apakah Yamaha YZF-R1 M WSBK akan kekurangan top speed di musim 2016?

    Supono Wahyudi said:
    Februari 8, 2016 pukul 10:11 am

    Tinggal menanti apakah akan josss seperti di bsb atau malah mlempem

    http://ru88ercookie.com/2016/02/08/yamaha-l2-super-motor-klasik-emang-asik/

    Suka

    hendry24 said:
    Februari 8, 2016 pukul 10:30 am

    yamaha memilih filosofi yg sama dengan di motogp nya, geometri sasis jempolan plus mesin dengan tenaga linier di tiap rentang rpm, kita lihat hasilnya musim ini mas, seru banget nih WSBK, juozzz

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 8, 2016 pukul 10:35 am

      iya..sepertinya memang begitu pak. mudah2 an R1 M dibawa oleh silvain guintoli mampu menekan ke lini depan

      Suka

    nduk said:
    Februari 8, 2016 pukul 7:35 pm

    Pingin liat selisih kecepatan motogp vs wsbk di sirkuit yg sama ?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 8, 2016 pukul 9:41 pm

      motor wsbk kalau dengan motogp 800cc sekitar 7-8 km lebih pelan topspeed nya di sirkuit yg sama. misalkan sperti di sirkuit phillip island. tapi klau dg motogp 1000cc cukup lumayan banyak bedanya.

      Suka

    abaydmz said:
    Februari 8, 2016 pukul 9:11 pm

    Baru tau om firing order 1ke 3 270derajat lama jg yah. Mirip big bang apa enggak ? Tp 3 ke 2 180derajat dan 2 ke 4 pendek bgt 90derajat

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 8, 2016 pukul 9:34 pm

      iya pak…sepertinya begitu crossplane crankshaft. klau big bang yamaha M1 800cc beda. katanya 2 piston bersamaan meledaknya di 60 derajat rotasi crankshaft, terus ada jeda panjang 300 derajat, baru kemudian meledak lagi 2 piston, di ikuti lagi jeda 300 derajat dan berulang lgi dari awal.

      big bang yamaha M1 800cc dalam 720 rotasi crankshaft terjadi 2 kali ledakan besar. sedangkan crossplane tetap 4 kali ledakan

      Suka

        abaydmz said:
        Februari 9, 2016 pukul 6:00 pm

        Crossplane kok mirip ledaka

        Suka

        abaydmz said:
        Februari 9, 2016 pukul 6:01 pm

        maaf kepencet send,
        Jadi pengapian crossplane mirip mesin V4 HONDA vfr750. Ada om xheck diyoutube kalo ga salah vfr sound and firing order

        Suka

        abaydmz said:
        Februari 9, 2016 pukul 6:09 pm

        Nih om linknya tp kebalik silinder1-180derajat-silinder3-270drajat-ssilinder2-180drajat-silinder4—90drajat—1 silinder lg

        Jd crossplane dibuat inline seolah2 sekarakter mendekati v4 meskipun beda ditorsinya v4

        Suka

        abaydmz said:
        Februari 10, 2016 pukul 9:34 am

        untuk M1 800CC dengan 2 piston meledak itu sama seperti mesinVFR1200 dimana 1&4 front meledak bersamaan dan 1&3 back meledak bersamaan, V sudutnya 76derajatan, kalau tidak salah. dan jenis crankcase meledak 360drajat om.

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 9, 2016 pukul 10:30 pm

      O ok…iya bisa jdi mirip torque delivery nya

      Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Februari 10, 2016 pukul 9:38 am

        contoh Vfr 750/800 dengan Vsudut 90derajat dan VFR 1200 dengan Vsudut 76drajat

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 10, 2016 pukul 7:20 am

      lucu juga model mini mesin V8 crossplane nya

      Suka

        abaydmz said:
        Februari 10, 2016 pukul 9:32 am

        pengin cari model mini mesin buat belajar firing order, kalau bisa ada yg sudut V engine dan sudut Crankcase bisa di ubah juga. mo bikin belum bisa.. 😀

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 10, 2016 pukul 9:54 am

      mathap pak suaranya…stereo, beda dg flatplane crankshaft konvensional.

      iya asik jga klau punya model mini mesin nya

      Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Februari 10, 2016 pukul 11:27 am

        Iya om

        Suka

    wong deso said:
    Februari 12, 2016 pukul 7:33 am

    om arena ane mau nanya…
    selama ini asumsi ane torsi lebih pada “tarikan” motor, jadi saat oper gigi motor ga pake jeda langsung narik….
    nah, kalo power tu yg gimana? atau bisa dijelaskan lagi pake bahasa awam om.. maklum ane ga ngerti bahasa teknik… thx om

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 12, 2016 pukul 8:07 am

      sy jga sama orang awam pak wong deso …siip

      kalau di ilustrasikan seperti orang yg naik sepeda aja. dari posisi diam kemudian bergerak maju mengayuh, gowes pedal sepedanya. Dari posisi diam dan berjalan sampai kecepatan 15 km/jam misalnya. upaya berupa tenaga si pengendara untuk menekan pedal sepeda dari kecepatan 0 km sampai 15 km/jam itu bisa kita artikan torsi. selanjutnya supaya sepeda tetap melaju di speed 15 km/jam, si pengendara harus tetap gowes menekan pedal. Usaha tenaga si pengendara sepeda utk tetap berjalan pada kecepatan 15 km/jam itu bisa kita artikan power. kira2 seperti itu pak…

      utk pemakaian di jalan raya torsi maks itu lebih penting atau berguna dari pada melihat power maks nya. Dan dilihat memuncak di rpm berapa. Semakin tinggi peak rpm nya semakin berkurang tarikan dari putaran bawah ke tengahnya

      Suka

    Tukang baca said:
    Maret 2, 2016 pukul 8:17 am

    r1 berubah menjadi crossplane, untuk lebih memprioritaskan kehandalan dalam handling.. malahan r1 adalah motor pertama dengan vertically stacked gearbox, yang dipakai semua motor balap sekarang. konfigurasi tersebut memendekan dan memusatkan pusat gravitasi motor ke center untuk memudahkan handling. dari awal pengembangan r1 lebih cenderung ke handling.. dan sedikit prioritas ke power. filosofi yamaha selalu seperti itu. sayangnya r1 yang dipakai di wsbk bukan r1m, perangkat elektroniknya tidak bisa dipakai berdasarkan regulasi wsbk.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 2, 2016 pukul 2:45 pm

      Mudah-mudahan Yamaha R1 M bisa makin ke lini depan posisinya

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s