Stoner tercepat dari tim Ducati di final official test motogp Sepang 2016

Posted on Updated on

Marquez test sepang 2016 feb

Hambatan Marquez tetap seperti sebelumnya yaitu elektronik untuk meredam dan menghaluskan karakter power delivery mesin RC213V yang masih agresif.

Sesi official test motogp terakhir hari ke tiga di Sepang 2016 menetapkan Lorenzo sebagai yang tercepat dengan selisih hampir satu detik dengan Rossi yang berada di posisi kedua. Suatu pencapaian yang luar biasa untuk Lorenzo dimana rider lain masih diterpa berbagai problem yang muncul pada motornya. Lap time Lorenzo 1 m 59.580 detik.

“itu adalah kombinasi dari berbagai hal. Menurut saya Yamaha mungkin adalah motor yang sangat komplit yang pada saat memakai ban Bridgestone kami tidak bisa mengambil potensi keuntungannya dan sekarang dengan ban Michelin kami baru bisa” kata Jorge.
Seperti yang Lorenzo sebelumnya katakan bahwa karakter ban Michelin slicks akan bisa memenuhi atau cocok dengan style balapnya. Meskipun tetap harus ada perubahan pada titik pengereman (brake marker), sudut kemiringan (lean angle) dan faktor lainnya, seperti bukaan throttle pada saat transisi dari fase mengerem “trail braking” di pertengahan tikungan (mid-corner).
Menurutnya bahwa kompetisi tidak berhenti disini, pembalap Ducati maupun Honda juga akan sampai ke performa balap idealnya. Jadi perlu selalu siap dengan berbagai situasi yang bisa berubah cepat. ” satu saat anda kuat dan selanjutnya anda mendapat beberapa problem” katanya.
Tapi Jorge mengakui bahwa berbedaan gap 1 detik itu sangat tidak biasa nya.

Rossi sepang test Feb 2016

Rossi kedua dan sementara ini Jorge lebih cepat dari yang lain dan sanggup mem-push sampai mendekati limit kemampuan motor Yamaha M1

Rossi yang meraih posisi dua 2m 0.556 detik hampir satu detik tertinggal, ada gap waktu dengan Lorenzo yaitu 0.976 detik. Menyatakan Jorge mendapatkan feeling yang lebih bagus terhadap ban dan motornya juga melesat lebih dekat ke limit kemampuan motor Yamaha M1 dan lebih baik.
“Jadi untuk saya dan pembalap lainnya, kita masih tertinggal, Kita harus memahami bagaimana cara untuk lebih mendekati. Dia (Jorge) sangat bagus diberbagai area, dia mengerem dengan kuat, dia memasuki tikungan sangat cepat dan dia mampu melesat di tikungan dengan kecepatan yang bagus, jadi sementara ini dia dalam keadaan yang bagus dan mengendarai motornya dengan baik” kata Rossi.
menurut rossi ban belakang sedikit lebih baik tapi ban depan yang masih agak kurang, kalau di komparasi dengan ban Bridgestone. Semuanya berhubungan dengan distribusi berat di motor dan bagaimana cara si pembalap membuat ban bekerja dengan baik dan dengan potensi grip mampu di ekstrak sampai maks. Rossi tetap merasa senang atas pencapaian di posisi kedua dan berharap akan makin ada improvement kedepannya.
Seperti motor Lorenzo, motor Yamaha M1 Rossi dulu juga dipasangkan winglets. Tapi Rossi memilih tidak memakai, dengan pertimbangan tidak ada perbedaan secara esensi pada peningkatan performa.
Menempati posisi ketiga tercepat 2m 0.883 detik, Marquez mengakui berjuang karena masih adanya kekurangan pada motor RC213V. Marquez menggaris bawahi bahwa ECU standard menjadi permasalahan terbesar yang mempengaruhi kemampuannya untuk mendapat rythme balap yang cepat secara konsisten. Elektronik masih menjadi hambatan untuk mencapai lap time tercepat.
Selama test Sepang Marquez terlihat tidak pernah mencoba mem push motornya untuk meraih waktu tercepat pada level maksimum, karena Marquez belum memperoleh rasa percaya diri untuk melesat sampai limit kemampuan motornya.
“Saya tidak mem push 100% karena kalau anda lihat selama test 2 hari ini saya tidak mengalami crash, saya melihat level motor belum siap untuk melakukan time attack” kata nya.
Menurutnya mungkin aja menekan motor dalam satu lap untuk mengurangi gap lap time dengan Lorenzo, tapi hanya satu lap. karena rythme balap yang belum bisa secara konsisten.
Marques tetap positif thinking, memang banyak hal yang belum dipahami dan harus segera di atasi atau di sempurnakan supaya nanti di awal musim balam 2016 sirkuit Qatar semuanya sudah siap 100%.
Stoner menempati posisi ke lima 2m 1.070 detik dan menjadi yang tercepat pembalap tim Ducati di akhir sesi official test Sepang. Tidak diragukan ke piawaian balap yang masih tetap melekat, hanya seperti yang dikatakan Stoner bahwa dia tidak akan lagi terjun full time di balapan motogp.
Stoner mengakui selama absent mengendarai motogp lebih dari setahun sempat membuatnya kuatir dan tidak berharap akan mampu meraih posisi yang cukup kompetitif. Menurutnya apa yang dicapai sangat penting untuk Ducati sebagai masukan positif kedepannya mempersiapkan motor yang balance dan cepat di musim 2016.
Dengan terjadi beberapa crash di corner 5 Stoner diminta pandangannya, bahwa setelah motor miring 45 derajat ada sedikit area atau titik dimana ada bagian lintasan yang sedikit lebih menurun. Dan sepertinya area tersebut tidak match atau tepat/cocok dengan profil ban belakang yang telah di test. Keadaan itu memberi si pembalap sedikit rasa nervous di area itu. Ketika motor terasa menjadi ringan, motor jadi tidak merasa cocok dengan keadaan itu dan hal tersebut membuat motor juga menjadi nervous. Pada situasi itu lah dimana ban depan cenderung kehilangan grip menurut Stoner. Nervous bisa di artikan motor mengalami banyak gerakan tidak stabil.
“There’s a little point after probably 45°, that it goes down just a little bit more, that it doesn’t seem to match with the rear with some of the profiles that we’ve tested. And that gives everybody a little bit a nervous feeling, and essentially why people are struggling into Turn 5, a big fast open corner, going in, when the bike goes light, it doesn’t like that feeling, and it gets the bike a little nervous, and I think that’s when the front wants to break away. Everybody has been having a very similar crash there.”
Terjadi crash yang dianggap aneh seperti dialami Pedrosa dan rider lainnya. Crash terjadi antara akan memasuki corner 5 atau pada saat akselerasi keluar dari situ. Ada area sensitif diantara kedua titik dimana pembalap melakukan transisi mengerem dan membuaka gaz.
Motor Ducati memiliki winglets yang lebih banyak dari motogp lainnya, menghasilkan downforce untuk minimalkan tendensi motor wheelie, kedepannya Stoner akan meng explorasi di area itu.
Tim Suzuki telah improved pada power output yang selama musim 2015 mengalami defisit. Tambahan daya kuda diperlukan oleh Maverick Vinales dan Alex Espargaro, terutama pada waktu akselerasi. Dengan dipersenjatai seamless gearbox yang smooth dan cepat upshift/downshift nya menjadikan motor Suzuki sangat mendekati Yamaha dan Honda. Vinales menyatakan bahwa dia sanggup mengikuti motor Marquez di lintasan lurus, artinya power output motor Suzuki sudah berada pada level yang di inginkan. Tinggal di  kombinasikan dengan kegesitan motor Suzuki 2015. Kedua pembalap suzuki ini masih mengalami masalah pada kemampuan grip yang masih kurang. Harus dilakukan seting pada chassis dan suspensi untuk penyesuaian terhadap bertambah besarnya power dan torsi mesin motor 2016.
Michelin di bawa ke Sepang tadinya sempat menimbulkan tanda tanya apakah masalah grip pada ban depan sudah di sempurnakan. Mengingat terjadi banyak crash pada waktu test di Jerez dan Valencia tahun lalu. Ke kuatiran itu sedikit banyak hilang, karena memang masih ada crash seperti yang terjadi di tikungan 5. Tapi setidaknya sudah ada progres perbaikan. Michelin membawa 5 macam ban dengan berlainan konstruksi maupun compound. Meskipun belum se stabil ban Bridgestone, ban depan Michelin sekarang sudah bisa diprediksi dan memberikan feedback ke pembalap. Berbeda dengan situasi sebelumnya pembalap mengalami kesulitan mendapat feedback atau sinyal dari ban depan. Ban depan Brigestone akan memberikan isyarat apabila grip mulai berkurang atau sudah mencapai ujung batasnya. Sebaliknya ban depan Michelin tidak memberi feedback, pembalap akan terus menekan motor di tikungan karena merasa grip ban depan  tetap optimal, yang selanjutnya situasi berbalik seketika ban hilang grip dan crash.

1. Jorge Lorenzo Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 59.580s [Lap 34/36]
2. Valentino Rossi Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 2m 0.556s +0.976s [13/38]
3. Marc Marquez Repsol Honda Team (RC213V) 2m 0.883s +1.303s [44/45]
4. Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) 2m 0.992s +1.412s [40/42]
5. Casey Stoner Ducati Test Rider (Desmosedici GP15) 2m 1.070s +1.490s [30/30]
6. Dani Pedrosa Repsol Honda Team (RC213V) 2m 1.161s +1.581s [35/48]
7. Danilo Petrucci Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 2m 1.217s +1.637s [15/18]
8. Andrea Iannone Ducati Team (Desmosedici GP15/16) 2m 1.223s +1.643s [17/38]
9. Scott Redding Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 2m 1.229s +1.649s [40/42]
10. Maverick Viñales Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 1.244s +1.664s [49/51]

Iklan

4 thoughts on “Stoner tercepat dari tim Ducati di final official test motogp Sepang 2016

    Renhan said:
    Februari 7, 2016 pukul 11:28 pm

    Stoner.. Mudah mudahan kau berhasil nak.. Stidaknya d depan marques.. hehehe..

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 7, 2016 pukul 11:54 pm

      Kalau stoner balap full time, penonton makin membludak …….di depan tv 😀

      Pengen tau jga sperti apa stoner nge gaz bareng marquez

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s