Torsi (grunt) dimana-mana dan powerful kata Stoner test Ducati di Sepang 2016

Posted on Updated on

Sepang Januari 2016 crashnet

Ducati GP15 motor yang powerful dan menyediakan hentakan torsi di tiap range rpm (crashnet)

Test private pra musim di sepang di awali dengan kesan Stoner merasakan GP15 melesat di lintasan sirkuit. Impresi Stoner ialah tendangan torsi (grunt) di tiap range rpm “just grunt everywhere” katanya. Ini yang nyata siknifikan membedakan motor Ducati 1000cc dengan motor 800cc sebelumnya. Mesin dengan firing order konvensional atau “screamer” 800cc yang lebih kecil dulu pernah sukses membawa Stoner jadi juara musim motogp 2007. Hentakan torsi dan akselerasi mesin 1000cc yang begitu powerful dan cepat membangun speed memang terasa lebih menyenangkan mengungkit adrenalin.

Stoner melakukan test tidak resmi (unofficial test) hari Sabtu dengan motor GP15 yang sudah dilengkapi ECU standard Magneti Marelli AGO 340 dan software pengembangan bersama antara Magneti Marelli dan tim factory. Ban slicks Michelin pun juga sudah dipasangkan.
Setelah merasakan ngebut di lintasan beberapa lap, Stoner tidak mengira bahwa dia akan merasa nyaman dengan motornya dalam waktu yang singkat. Motor jelas memiliki grunt (torsi) dan powerful. Menurut Stoner ada beberapa point yang sudah baik dan beberapa yang perlu di perbaiki. Berdasarkan opini nya test di hari pertama cukup sukses dan di akhir test Stoner sudah bisa memberikan input/feedback kepada engineer yang biasanya cukup susah apabila tes rider masih belum merasa nyaman terhadap motornya.
Stoner benar-benar kagum dengan power output yang diciptakan mesin 1000cc Ducati, apalagi sebelumnya Stoner lebih banyak mengendarai Superbike. Seperti pada saat event endurance race Suzuka-8 Hours yang lalu Stoner membawa Honda CBR1000RR SP, tapi gak beruntung akibat kabel gaz menyangkut, mengakibatkan crash cukup kenceng sebelum memasuki tikungan.
Design aerodynamic yang juga disukai karena tidak ada terpaan angin pada saat rider menunduk. Juga stabilitas pada saat memasuki titik pengereman (braking point) dan pada tikungsn kecepatan rendah (slow corners).
Pada awalnya motor terasa sedikit asing yaitu dalam arti memberikan feedback dari bagian depan (front end). Apakah itu disebabkan oleh chassis atau ban Michelin, kemudian dilakukan beberapa seting suspensi dan segera setelah itu Stoner mendapat feeling bagus terhadap motor yang selanjutnya mulai ada progres ke depan.
Feeling pada bagian depan motor memang masih belum sempurna menurutnya, maklum lah Stoner sudah tidak membawa motogp 1000cc lebih dari 1 tahun juga dengan ban Michelin. Jadi semuanya baru tapi cukup puas dengan progres yang dijalankan di hari pertama.
Di bagian elekronik komentar Stoner ECU dan software yang masih cukup advanced dan tidak banyak berbeda dengan factory electronics. Seting pada elektronik perlu penyempurnan akhir walaupun memang sedikit tidak mudah, sedikit tricky. Pada minggu ini Stoner akan ikut test official lap time bersama-sama pembalap full time motogp lainnya. Belum ada konfirmasi apakah Stoner juga melakukan test dengan motor Ducati GP16.

marquez-le-mans-exiting-corner-hard

Menurut Marquez motor spek 2016 yang telah di test di Jerez tahun 2015 lalu sudah lebih baik. Faktor agresif dari engine brake berkurang banyak, walaupun masih ada. Powerband mesin 2016 muncul pada putaran mesin yang lebih rendah, memberi keuntungan pada akselerasi lebih cepat keluar tikungan. 

Kemudian dari kubu Honda ada berita bahwa Marquez dan Pedrosa akan mencoba 2 spek mesin yang berbeda. Satu yang telah dicoba di sirkuit Jerez pada test bulan November tahun 2015 lalu dan satu lagi yang terbaru yaitu spek “evolution”
Menjinakkan mesin RC213V yang agresif muncul di engine brake tahun lalu memang menjadi mandatory tim Honda. Dengan menyediakan mesin terbaru evolution mengindikasikan kalau pembalap masih belum yakin terhadap spek mesin yang digunakan test di Jerez itu sebelumnya.
Melesat dengan kedua motor yang berbeda spek mesin diharapkan akan terlihat hasil test nya kira-kira mana yang cocok digunakan pada masing-masing pembalap nantinya. Hal ini memang penting agar supaya kejadian negatif musim 2015 tidak terulang lagi. Mengetahui adanya keadaan tidak normal dari karakter mesin tapi sudah terlambat untuk di rubah menjelang dimulainya balapan pertama di Qatar musim balap tahun lalu. Marquez mengalami masalah cukup pelik setengah musim balap pertama. Handling motor yang agresif atau liar pada saat deselerasi untuk memasuki pintu corner. Kemudian mencoba direduksi atau diredam dengan cara mengganti chassis dengan motor tahun 2014 yang lebih flexible, dikombinasikan dengan seting pada ECU. Setelah proses perubahan, karakter agresif tersebut tetap masih ada walaupun sudah lebih jinak.
Untuk musim 2016 ini pembalap dan tim Honda akan lebih berhati-hati mencoba dari berbagai variable parameter elektronik ECU, geometri chassis yaitu frame, swing arm dan linkage juga suspensi untuk menemukan motor yang ideal atau balance. Ada cukup waktu yang diberikan melalui test di Sepang dan Phillip Island. Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

2 thoughts on “Torsi (grunt) dimana-mana dan powerful kata Stoner test Ducati di Sepang 2016

    nduk said:
    Februari 1, 2016 pukul 8:50 pm

    Mantappp….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s