Tips menikung pada saat turing naik motor

Posted on Updated on

A cornering 1

(motorcycle.com)

Sebagai penggemar atau hobi motor, turing keluar kota bersama teman sesama rider di komunitas atau mungkin riding sendiri adalah aktifitas menyenangkan melepas stres. Berkendara menelusuri jalan dengan pemandangan kiri dan kanan berbeda dari yang sering dilihat di kota. Meskipun sekarang ini bisa dibilang sulit menemukan rute jalan sepi dari kendaraan tapi setidaknya kita bisa merasakan suasana lain dari biasanya.

Penulis sendiri bukan tipe pengendara suka turing jauh. Bagi saya jalan ke puncak sudah termasuk jauh dan paling terjauh pernah dikunjungi ialah ke Tanjung Lesung, Carita Banten. Mengendara motor mulai dari abg 25 tahun yang silam sampai sekarang abg lagi, alias “angkatan bakal gocap”, itulah tujuan destinasi terjauh yang pernah penulis kunjungi. Lain dengan teman di komunitas sudah mengembara antar Propinsi long distance trip ke banyak tempat. 
Bro Pembaca pasti setuju sekali bahwa jalan raya bukanlah lintasan sirkuit. Jadi tidak ada rider diberi label pembalap jalan raya terhebat, canggih, paling ahli tingkatan Dewa. Jangankan juara se-Kota Besar, tingkat Kelurahan aja kemungkinan nyungsep nya tinggi. Doohan ataupun Rossi pun kemungkinan besar tidak akan lulus kalau balapan di jalan raya dimana banyak pengendara lain motor atau mobil juga menggunakan. Dan sangat tidak baik kalau ngebut tersebut membahayakan pengguna jalan lainnya.
Dengan itu “ride safely all the time” sudah harus diterapkan sebagai cerminan rider bertanggung jawab dan menghormati keselamatan orang lain. Kita sepakati untuk mengikuti aturan selama turing dengan melaju pada kecepatan yang dibolehkan. Seperti kata Mr. Mick Doohan juara GP500 lima kali berturut-turut, bahwa di jalan raya “no place for race”.
Esensi dari mengendara motor adalah melaju melewati tikungan (cornering). Tidak ada jalan yang ngak berbelok kecuali selama di tol seperti di luar negeri. Hanya saja di Indonesia jalan tol tidak diperbolehkan untuk motor. Dengan itu tikungan atau belokan akan selalu kita temukan dan ldiewati selama turing. Sensasi dari cornering mungkin menjadi daya tarik terbesar kita melaju diatas motor pada waktu perjalanan berlangsung.
Penting sekali kita memiliki skill yang baik dengan tujuan mampu melewati corner dalam kecepatan dan pada line secara tepat dengan aman.
Menikung (cornering) ada beberapa hal penting diperhatikan, bagaimana kita melihat tikungan tersebut sebelumnya mulai dari kejauhan. Line sebelah mana akan kita pilih untuk dilewati. Di area mana akan menjadi titik pengereman kita (braking point). Dimana titik kita mulai berbelok (turn-in point) untuk memasuki tikungan tersebut. Bagaimana cara kita untuk memindah gir transmisi ke rasio lebih rendah, deselerasi dan menjaga throttle sampai kemudian akselerasi keluar tikungan.
Hal pertama penting adalah melihat tikungan mulai dari kejauhan dengan tujuan kita siapkan waktu menganalisa tikungan tersebut dimana bentuk dan karakteristiknya tidak familiar bagi kita. Dengan gir transmisi berapa kita akan gunakan dan pada kecepatan berapa.

A cornering 3

Mempersiapkan memasuki tikungan dengan melihat dari kejauhan. Dengan cara itu kita memiliki waktu untuk menganalisa situasi dan kondisi yang ada di corner tersebut (visordown)

Dari kejauhan kita akan punya cukup waktu mempelajari situasi dan kondisi tikungan yang akan kita lewati tersebut. Mulai dari bentuk dan radius corner, contour jalan apakah rata atau bergelombang dan mungkin terdapat lobang cukup dalam (pot holes).
Dengan kita konsentrasi memberikan perhatian terhadap tikungan tersebut dari kejauhan, apabila ada suatu hal tidak disangka-sangka muncul maka kita sudah lebih siap untuk antisipasi. Seperti misalkan radius tikungan ternyata tajam pada saat kita makin mendekat, adanya genangan air, pasir ataupun sedikit tumpahan oli dan seterusnya.
Line yang kita ambil sebelum dimulainya pengereman selalu diusahakan dari sisi luar, misalkan tikungan ke kanan maka kita ambil line disisi sebelah kiri jalan. Makin mendekati pintu masuk tikungan motor mulai deselerasi dibarengi menekan tuas rem (brake lever) secara lembut dan bersamaan pula memindahkan gir transmisi ke rasio lebih rendah, misalkan dari gir 3 ke 2. Utamakan mayoritas upaya kerja kita mengerem mengurangi speed motor diselesaikan pada saat motor masih tegak (upright) sebelum berbelok. Kemudian berikan sedikit gaz dengan membuka throttle secara smooth menjaga kecepatan tetap konstan roll-on memasuki tikungan. Hindari buka tutup throttle (on/off) karena mempengaruhi suspensi, motor menjadi kurang stabil memasuki tikungan.
Pada area dimana ditentukan titik untuk berbelok dan sudah terlihat pintu masuk tikungan tersebut motor mulai di miringkan dengan cara counter-teering atau dengan berat badan digerakkan ke arah dalam tikungan. Menuju pertengahan tikungan (mid-corner) sedikit tambahkan sudut kemiringan motor dan arahkan menuju sisi bagian dalam tikungan atau apex (imaginer). setelah itu mulai tegakkan motor kembali sambil naikan bukaan throttle untuk akselerasi keluar corner.

FB_20140813_18_58_32_Saved_Picture

Memasuki tikungan motor sudah pada kecepatan dan gir transmisi yang tepat. Dipertengahan tikungan (mid-corner) posisi motor pada sisi dalam jalan, tapi penting sekali diperhatikan adanya kendaraan lain muncul dari arah berlawanan. Tetap menjaga line supaya tidak melewati jalur untuk kendaraan dari arah berlawanan (penulis paling belakang bersama teman club ODC komunitas Kawasaki Z1000-Z800 turing ke pantai P Ratu, Jabar)

Kita tidak perlu sampai harus menyentuh apex (imaginer), karena jalan raya terdiri dari dua jalur yang berlawanan arah. Perhatikan traffic kendaraan lain yang mungkin muncul dari jalur sebelahnya.
Tidak selalu dimungkinkan menilai karakter semua tikungan sebelum kita benar-benar memasukinya. Tikungan yang tricky atau bisa mengelabui kita adalah dimana radiusnya menyempit. Seperti tikungan terlihat mudah pada awalnya tapi kemudian semakin menjadi tajam.

A cornering 4

Radius menyempit dan tajam kadang tidak terlihat dari kejauhan. Tunggu sampai terlihat pintu keluar nya seperti diperlihatkan ilustrasi garis hijau, baru motor dimiringkan menuju sisi dalam jalan atau apex dan selanjutnya akselerasi keluar corner. Garis merah menunjukan line yang biasa di jalani pada tikungan dengan radius normal.

Tikungan dengan radius menyempit kadang tidak bisa diperkirakan karena kita tidak menyadarinya sampai semua sudah terlambat untuk bereaksi. Dengan itu perlunya konsentrasi menganalisa tikungan tersebut secara terus menerus sampai kita mendekati dan melihat kondisinya dengan jelas. Kita selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang ada disitu. 
Tikungan tajam di antisipasi dengan tidak segera memiringkan motor untuk berbelok, motor tetap pada line di sisi luar jalan sampai terlihat apex dan pintu keluar tikungan tersebut. Baru kemudian memiringkan motor mengarah ke apex dan akselerasi keluar ke arah sisi paling luar jalan. 
Bila terlalu cepat sampai di pintu tikungan dengan radius menyempit atau mengerucut tajam diusahakan jangan melakukan pengereman panik (panic braking) karena jelas bisa berbahaya yaitu ban depan mengunci karena terlalu kuat menekan tuas rem. Coba dengan menambah sudut kemiringan motor dibarengi rem belakang dengan tekanan secukupnya.
Pengereman dan gir transmisi :
Sebelum memasuki tikungan, sebaiknya kita dalam kecepatan yang tepat dan menggunakan gir transmisi tepat pula. Sehingga tidak perlu koreksi dengan harus mengerem lagi jika masih terlalu cepat kemudian downshift lagi. Lebih baik masuk tikungan dengan kecepatan lebih lambat dari pada terlalu cepat. Karena kita bukan sedang balapan di sirkuit.
Kekuatan rem depan yang akan mengurangi sebagian besar kecepatan motor dengan itu rasio intensitas tekanan  lebih besar pada rem depan diatas rem belakang misalnya perbandingan 80 – 20 atau 70-30. Bisa juga dimulai fase pengereman dari rem belakang kemudian di ikuti segera rem depan dengan tujuan transfer berat tidak langsung ke depan tapi secara bertahap.
Kalau dimulai dari rem depan selalu secara progresif yaitu tekanan halus kemudian keras dan modulasi sesuai kecepatan sampai di titik belok.
Rem belakang dapat digunakan mengikis kecepatan sewaktu-waktu apabila terlalu cepat saat miring di tikungan. Menambah tekanan rem depan atau memotong throttle secara tiba-tiba akan melempar beban ke ban depan dan mempengaruhi grip.
Gir transmisi tepat adalah dimana kita melewati corner dengan mudah dan memungkinkan motor untuk cepat keluar dari tikungan. Engine terasa ringan mendorong motor akselerasi keluar corner tanpa harus pindah gir transmisi. Gir transmisi yang tepat dimana engine tidak kekurangan torsi akibat putaran dibawah powerband nya pada saat kita membuka gaz untuk akselerasi.
Berbelok miring :
Mulai berbelok untuk memasuki tikungan dengan cara memiringkan motor di titik belok yang telah ditentukan di mana kita dapat melihat sisi dalam tikungan dan mengarahkan ke situ. kemudian bersiap akselerasi ke arah sisi luar tikungan.
Memiringkan motor untuk berbelok dengan cara menekan menggunakan berat badan. Misalkan berbelok di tikungan ke kanan maka badan kita menekan keluar ke sisi kanan motor. Membuat motor miring memudahkan kita mengarahkannya. Bisa juga memakai dengkul sebelah kiri kita dengan menekan ke tanki bensin motor.
Tehnik counter-steering juga dapat dipakai yaitu menekan handle bar sebelah kanan jika kita ingin berbelok miring ke arah tikungan sebelah kanan dan juga sebaliknya bila ingin berbelok ke tikungan arah ke kiri. Motor akan miring ke arah kita inginkan dengan sedikit upaya menekan pada stang (handle bar)

A countersteering motorcycletrainingcom

Tehnik counter-steering dengan menekan stang (handlebar). Tekan stang sebelah kanan kalau ingin berbelok ke kanan. Begitu pun juga kalau mau berbelok ke kiri (motorcycletraining.com)

Throttle/gaz :
Dengan throttle tetap dibuka maka motor akan lebih stabil melewati corner dari pada tidak memakai power yaitu biasanya dengan cara kopling ditarik. Tepatnya gaz di buka sedikit demi sedikit selama motor melewati corner dalam posisi miring sampai pada titik kita akselerasi lagi untuk keluar corner.
Kecepatan di tikungan :
Yang kita harus tahu dan pahami berkenaan dengan kecepatan di tiap tikungan adalah masuk dengan kecepatan yang rendah dan akselerasi keluar corner lebih cepat. Lebih baik terlalu pelan memasuki corner dari pada kita harus ektra kerja mengoreksi dengan mengerem lebih kuat karena motor terlalu cepat.
Tidak ada batasan kecepatan di tiap tikungan jalan raya, hal itu bervariasi dilakukan oleh tiap rider dengan motor yang berbeda berat, seting suspensi, geometry chassis, ukuran angin ban. Lain cerita di sirkuit dimana pembalap diharuskan melesat secepatnya melewati corner. Di sirkuit kecepatan menjadi skala prioritas.
Untuk Bro Pembaca yang sudah mahir mungkin bisa menerapkan tehnik pengereman Trail-Braking biasa di lakukan oleh pembalap motogp, WSBK dan lainnya. Tehnik trail-braking dapat digunakan pada tikungan-tikungan tertentu di jalan raya. Hanya perlu diasah dalam waktu lama melalui latihan di jalan tertutup atau sepi kendaraan.
Utamanya kita dapat turing dengan nyaman dan aman ketika melewati corner dengan karakter yang tidak sama selama perjalanan. Tetap sigap konsentrasi dan tidak boleh lengah sedikitpun. Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
Keith Code, Riding Technique, Troy Bayliss a Faster Way.
Iklan

8 thoughts on “Tips menikung pada saat turing naik motor

    abaydmz said:
    Januari 11, 2016 pukul 5:59 pm

    Kalau dibalapan dikenal slow in fast out. Kalau dijalan raya saya biasa sebutnya slow in adjust out.

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Januari 11, 2016 pukul 6:50 pm

    betul pak…meng adjust speed sesuai dg karakter tikungannya

    Suka

    Anton said:
    Maret 9, 2016 pukul 11:03 am

    Sangat bermanfaat. Terimakasih.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 9, 2016 pukul 11:13 am

      sama-sama Pak, terimakasih

      Suka

        Anton said:
        Maret 9, 2016 pukul 11:54 am

        Kursusnya ada tidak ya? Sekalian wheelie dan stoppie yang benar dengan CBR250.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Maret 9, 2016 pukul 12:11 pm

        Kalau wheelie & stoppie mungkin bisa liat stunter-stunter disini.

        Sprocket belakang sepertinya sdh diganti yg lebih besar (naik dua atau empat mata) untuk naikan torsi. Kampas kopling dan per juga harus diganti dg yg heavy duty, utk daya cengkram yg lebih kuat, gak mudah slip.

        Suka

    LowBow said:
    Juli 29, 2016 pukul 4:37 pm

    Baru nemu nih blog, kerrenn.. agak beda dari blog oto lainnya.. Keep blogging bro..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s