Menaklukan tikungan motogp

Posted on Updated on

2013-08-Pedrosa-2

Semakin ekstrim sudut kemiringan (lean angle) motor lebih dari 60 derajat semakin rendah kecepatan yang dimungkinkan. Biasanya di pertengahan tikungan (mid-corner) kecepatan rendah 70-100 km/jam dengan gir transmisi 2. Kalau dipaksa untuk lebih kenceng dan secara bersamaan menambah lean angle, ban depan akan kehilangan grip. Sebenarnya pada sudut kemiringan maks 64 derajat speed motor pada level paling lambat (rideapart)

Menjadi seorang pembalap dituntut untuk memperoleh posisi terbaik di akhir balapan. Untuk mencapai itu tidak bisa hanya dengan memacu 50% kemampuan motornya. Harus di tekan penuh secepat yang dia dan motornya sanggup. Jika tidak pasti pembalap lain akan menyusul mengambil posisinya.
Melesat sampai ujung batas tentu sangat beresiko apabila skill tidak mendukung. Pembalap dengan skill rata-rata mencoba meraih atau menyamai lap time pembalap top level bisa jadi akan crash masuk ke gravel walaupun melesat mengendarai dmotor yang sama. Dan itu biasanya terjadi di area tikungan dimana pembalap papan atas mampu masuk dan keluar lebih cepat dalam fraksi seperseribu detik.
Mungkin akan terlihat sedikit perbedaannya misalkan contoh mudahnya 0.1 detik (100 milidetik) lebih cepat di tiap tikungan. Tapi dalam satu lap di sirkuit bisa terdiri dari 10 tikungan maka sudah akumulasi 1 detik perbedaan per lap. Kalau balapan berlangsung sebanyak 27 lap maka gap yang muncul di akhir lomba menjadi 27 detik.
Perbedaan itu menjelaskan bahwa pembalap top level dengan skill istimewa sanggup melesat sampai di ujung batas kemampuan motor, tidak melebihi dan juga tidak jauh dibawah. Menekan lebih cepat diatas batas yang dibolehkan (maximum allowance) konsekwensinya tumpah ke aspal dan masuk gravel. Sebaliknya kalau kecepatan berkurang berakibat akan menambah lap time jadi lebih lama.
Tiap tikungan memiliki area dimana kecepatan motor pada titik terendah yaitu biasanya pada daerah pertengahan (mid-corner) seperti tikungan gir 2 dengan radius sedang. Di tikungan seperti itu motor dimungkinkan untuk miring sampai sudut lebih dari 60 derajat. Kecepatan maksimum yang sanggup di toleransi oleh ban depan, suspensi dan chassis motor misalnya 100 km/jam. Kalau pembalap menekan lebih dari kecepatan itu kemungkinan ban depan akan kehilangan daya cengkramnya.
Pembalap dengan skill tinggi memiliki determinasi feeling yang dapat mengetahui seberapa cepat motor bisa dipacu melewati area tersebut mendekati batas maksimum yang dibolehkan dan tidak melebihi kemampuan motornya. Pembalap dengan skill diatas rata-rata memiliki kesanggupan itu dan juga kemungkinan minimum kesalahan dibandingkan pembalap lain. Sebagai manusia pastinya juga akan mengalami error misalkan salah perhitungan memasuki corner yang tentu berakibat kerugian.
Penting bagi pembalap menerima feedback dikirim motornya selama balapan. Hal itu memberi perasaan percaya diri (confidence) ketika memacu lebih cepat. Feedback dari bagia depan (front end) dibutuhkan untuk melewati tikungan secepat mungkin. Merupakan peranan dari ban, suspensi dan chassis jika sampai dibatas nya pada saat miring di corner maka front end memberi isyarat ke pembalap untuk segera bereaksi sedikit menegakkan motornya kembali dan terhindar dari lowside.
Objektif pembalap adalah berupaya masuk ke tikungan secepat dan sehalus mungkin dan akselerasi keluar corner lebih awal juga dengan cepat dan sehalus mungkin. Sudah biasa kita melihat pembalap motogp akselerasi di ujung corner dengan posisi badannya masih keluar dari fairing motor atau istilahnya “hanging off” (menggantung). Karena pembalap begitu sampai di apex dan pintu keluar sudah terlihat segera mungkin menegakkan motornya untuk mendapatkan grip ban yang lebih kuat sambil berbarengan akselerasi membuka throttle. Dengan posisi itu pembalap menahan gaya sentrifugal ditimbulkan karena motor masih belum sepenuhnya tegak (upright position)

Sachsenring turn 11 waterfall

Sachsenring turn 11 Waterfall

Tikungan 11 Waterfall kecepatan tinggi di sirkuit Sachsenring memiliki karakter luar biasa. Pembalap dituntut kehati-hatian ekstra melewati tikungan high speed ini. Speed motor dapat mencapai 180-190 km/jam dengan gir 5 ke kanan dan kemudian menurun kebawah menuju tikungan 12 ke kiri. Problem nya sebelum tikungan ini ada 7 tikungan ke kiri secara terus menerus. Ban motor kontak ke aspal pada sisi bagian kiri dalam tempo cukup lama membuat sisi ban bagian kanan menjadi dingin kembali. Menurunnya temperatur dimana grip jadi berkurang ketika melewati tikungan 11. Ketidak hati-hatian pembalap kemungkinan besar akan menghadapi lowside kecepatan tinggi. Tahun 2015 dilakukan perubahan pada radius atau sudutnya supaya motor lebih lambat melewati tikungan 11. Sebelum dirubah, speed motogp disitu bisa lebih dari 220-230 km/jam.
A MUgello turn 1

Hard braking Mugello Turn 1

Sirkuit Mugello dengan lintasan straightaway sangat panjang 1141 meter menjadikan upaya tidak mudah tiap kali memasuki tikungan satu dari kecepatan tinggi. Topspeed mencapai 350 km/jam dengan gir 6 kemudian hard braking memasuki tikungan kecepatan rendah dengan gir 2, speed antara 90-100 km/jam.
Beberapa pembalap mengerem kuat sampai ban belakang terangkat dari aspal dan uniknya lintasan tidak sepenuhnya lurus. Setelah garis finish ada area di lintasan yang sedikit berbelok ke kanan kemudian kekiri lagi. Pembalap sudah harus menentukan racing line di sebelah kanan sebelum melewati area tersebut supaya kemudian dapat ambil posisi ke sisi kiri lintasan menjelang tikungan satu.
Benar-benar membutuhkan tehknik balap yang tepat dan olah fisik cukup keras untuk masuk tikungan dengan sempurna. Tahun 2013 Marq Marquez mengalami high speed crash disini, akibat terlalu kencang di lintasan lurus dan hard braking sampai ban depan mengunci. Ajaibnya Marquez hanya mengalami memar setelah jatuh dan terseret dari kecepatan sekitar 300 km/jam.
Menurut data dari Brembo, Dovizioso dengan Ducati pernah sampai 362 km/jam (225 miles).   luarbiasa gak terbayangkan.

A 2014-MazdaRacewayLagunaSeca-WSBKWeekend

Mazda Raceway Laguna Seca turn 1 

Sirkuit Laguna Seca memiliki Corkscrew yang legendaris. Tapi tidak ada yang paling menegangkan bagi pembalap melewati tikungan satu kecepatan tinggi dengan gir 5 yang sedikit berbelok kekiri dan menurun. Kemudian deselerasi untuk memasuki tikungan dua kecepatan rendah ke kiri “Andretti Hairpin”.  Kalau salah racing line dan tidak mendekat ke apex di tikungan satu tersebut, motor akan cenderung mengarah kesisi luar lintasan. Dalam kecepatan tinggi pasti jadi kurang asik resikonya. Contour tanah yang tidak rata menurun sampai ujung lintasan tikungan ke kiri Andretti Hairpin. Tapi ada tanjakannya sedikit sebelum turunan dimana membuat motor cenderung wheelie katanya.
Seperti menurut Nicky Hayden, Casey Stoner dan Jonathan Rea bahwa tikungan satu Laguna Seca memang memunculkan adrenalin. Tidak boleh salah racing line apalagi pada saat mau overtake pembalap lain disitu.

A phillip Island

Phillips Island turn 12

A 2013-Phillip-Island-Black-supersport-Turn-12-

Phillip Island turn 12 supersport 600cc, 4th gear

Tikungan 12 atau Swan corner Phillip Island memiliki karakteristik menantang. Apa lagi terjadi fight antara dua pembalap di lap-lap terakhir. Tikungan high speed flowing ke kiri yang cukup panjang menuju lintasan lurus memakai gir 4 pada kecepatan 180-190 km/jam. Pembalap diharuskan roll-on menjaga kecepatan sampai terlihat pintu keluar ke straightaway, baru kemudian menambah gaz lagi dan akselerasi. Melesat di lintasan lurus dengan top speed diatas 330 km/jam kemudian mengerem untuk memasuki tikungan satu Doohan dengan gir 4..
Menurut Stoner tiap tikungan mempunyai karakter yang berlainan. Dengan itu pembalap bereaksi dengan cara yang berbeda pula. Terpenting untuk selalu diperhatikan adalah dimana ujung batasnya itu. Jangan sampai terlewati atau melebihi batas yang dibolehkan (maximum allowance) pada motor tersebut. Pembalap sendiri biasanya mengakui kelemahannya (weak points) yang kebanyakan pada area memasuki tikungan. Dan berusaha memperbaiki terus di titik tersebut untuk menjadi kuat seperti yang disampaikan Stoner.
Pertanyaannya : pembalap sekaliber Stoner merasa masih punya titik kelemahan yang dia harus perbaiki?
Demikian Bro Pembaca wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

5 thoughts on “Menaklukan tikungan motogp

    abaydmz said:
    Januari 8, 2016 pukul 12:26 am

    Baru tau kecepatan 70-100km/j hanya bisa utk mencapai 60-an derajat kemiringan motor menikung.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 8, 2016 pukul 8:37 am

      60 derajat lebih bro , bisa 140-150 km an dengan gigi 4 seperti di tikungan 7 ke kiri sachsenring.

      di sudut maks 64 derajat speed motor yg paling pelannya, sekitar 100 kebawah dengan gigi 2. tergantung dari radius tikungannya juga

      Disukai oleh 1 orang

    wong deso said:
    Februari 1, 2016 pukul 7:34 am

    tapi… kalo ane peratiin om rossi ga pernah lebih dari 60 derajat… dulu rekor menikung paling miring setau ane norick abe, sekarang sepertinya si marquez…

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 1, 2016 pukul 8:47 am

      iya pak…sbenarnya miring dg lean angle lebih dri 60 derajat seluruh pembalap motogp biasa melakukan. di sudut maks 63-64 derajat speed motor paling ter pelan skitar 100 km kebawah di tikungan slow corner dg gigi transmisi 2, semakin miring sudut derajat motor menikung, semakin pelan kecepatannya.

      secara tehnis tikungan slow corner lebih mudah dri pada tikungan medium dan high speed corner. di tikungan medium dan high speed, sudut kemiringan motor harus lebih tegak (upright) supaya mendapat grip ban yg lebih kuat. lean angle melewati medium dan high speed corner itu antara 60-50 derajat

      ban motogp sangat lengket ke aspal kalau sdh mencapai temperatur kerja nya (working temp). Dg ban yg bisa dibeli di toko sperti Pirelli diablo supercorsa sc1 pun rider yg biasa trackday non profesional dimungkinkan miring lebih dari 60 derajat , misalkan dg memakai motor supersport 600cc atau hypersport 1000cc.

      memang untuk penonton akan lebih asik dan seru melihat pembalap miring maks sampai 63-64 derajat dg speed yg rendah. tapi bagi pembalap tikungan high speed itu lebih menantang dan menimbulkan adrenalin. krena resikonya tinggi klau mengalami error disitu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s