Suatu masa Rossi membawa motor Honda RC211V motogp

Posted on Updated on

A RC211V Rossi

Berat RC211V 145 kg, lebih ringan sekitar 15 kg dari RC213V sekarang menurut regulasi. Salah satu motor balap terbaik Honda saat itu.

Menjadi seorang pembalap tidak selalu identik terhadap satu merk pabrikan. Pembalap kapan saja musim berganti, tim dan merk motor atau mobil nya pun juga bisa berganti. Musim balap tahun ini di Suzuki, musim tahun depan karena tidak ada perpanjangan kontrak kemudian beralih ke tim dan merk lain. Tidak jadi masalah kalau semua berjalan seperti yang diinginkan.

Mungkin ngak seperti fanboy yang selalu setia setiap saat membela merk motor kesayangannya ataupun juga pembalap favorit. Kalau sudah fanatik misalkan ke Honda, maka sampai gimana pun tetap Honda. Lebih baik ngak pulang kerumah kalau tidak pakai motor Honda   😀   Itu berlaku juga fanatik ke merk lain.
Sebenarnya bukan maksud membahas fanatisme merk cuma sekedar selingan aja. Rossi yang kita ketahui selama ini melekat kuat dengan Yamaha suatu masa di awal karier nya sebagai pembalap kelas premier Grand Prix 500 dan motogp pernah menaiki motor Honda dan sukses menjadi juara musim balap berturut-turut 2001, 2002 dan 2003.
Yang akan dibahas bukan prestasi Rossi dengan Honda nya melainkan motor tunggangannya pada awal mula era motogp yaitu RC211V.
Setelah Rossi sukses menjadi juara dunia di tahun kedua nya berpartisipasi di kelas utama GP500 pihak otoritas membuat keputusan untuk beralih dari motor 500cc 2-tak ke motor 4-tak 990cc. Alasan yg mendasari adalah engine 2-tak 500cc mencapai titik jenuh, sudah mentok tidak dapat dikembangkan lagi. Dengan perubahan besar tersebut maka berakhirlah ke digdayaan Raja motor 2-tak ini yang telah berkuasa selama 30 tahun.
Motor RC211V di apresiasi oleh pemerhati balapan Grand Prix motor saat itu sebagai motor balap terbaik 4-tak yang dibuat Honda. Honda telah membuat cukup banyak motor yang sukses di event balapan era GP500 2-tak dan kejuaraan WSBK engine 4-tak. Seperti NS500 dan NSR500 2-tak dimana telah memenangi cukup banyak Grand Prix 500. Mulai dari pembalap Freddie Spencer, Wayne Gardner, Eddie Lawson, Alex Criville dan Mick Doohan. Doohan orang tersukses mengendarai motor GP500 dengan lima kali titel juara dunia berturut-turut dan bisa saja waktu itu merebut untuk ke enam kali tak terputus kalau nasib tidak berkata lain.
Dimulainya event WSBK tahun 1988, Honda langsung meraih gelar juara musim 2 kali berturut-turut dengan pembalap Amerika Fred Merkel. Motor yang ditunggangi adalah motor ikonik VFR750R RC30 V4 cylinder 750cc 4-tak. Kemudian tahun 1997 pembalap juga berasal dari USA John Kocinski sukses mencapai peringkat satu juara musim dengan motor yang juga istimewa yaitu RVF750R RC45. Berlanjut tahun 2000 dan 2002 dengan motor RC51 V-twin engine dan di musim balap 2007 dengan CBR1000RR.
Di tahun pertama dengan motor 990cc 4-tak Rossi langsung menyabet gelar juara musim 2002. Rossi saat itu tidak terbendung (unstoppable) diatas RC211V meraih 11 kali podium selama musim balap berlangsung. Rival utamanya adalah Max Biaggi yang mana hanya mengantongi dua kali podium satu.
Di tahun pertama motogp itu sepertinya Rossi tidak menghadapi banyak masalah dengan motor baru 4-tak tersebut yang nyata memiliki perbedaan karakter dengan motor sebelumnya NSR500 2-tak. Menurut Rossi mesin 990cc 4-tak lebih mudah karena feedback diberikan oleh engine berbeda. Power dan torsi ersalurkan ke aspal sirkuit bisa dirasakan secara langsung oleh pembalap via bukaan throttle dan linear. Sebaliknya karakter engine motor GP 500cc 2-tak agresif begitu memasuki area powerband. Torsi kuat akan menendang dan dengan cepat pula membuat ban belakang spin. Akan menjadi masalah apabila motor masih dalam posisi miring resikonya terjadi highside. Highside dalam kecepatan tinggi adalah mimpi buruk setiap pembalap, dapat menyebabkan cedera berat yang meruntuhkan harapan untuk jadi juara musim.
Motor RC211V yang sudah dipersiapkan oleh Honda menggunakan engine konfigurasi V5 silinder sudut 75.5 derajat, Twin camshaft (DOHC) dengan 4 klep per silinder.
Dulu Honda memilih sudut V 75.5 derajat dari pada sudut 90 derajat seperti Ducati dan mesin RC212V 800cc dan RC213V 1000cc sekarang ini didasari sudut sempit 75.5 derajat memungkinkan teknisi Honda menempatkan engine secara akurat supaya handling motor keseluruhan bisa optimal. Hal itu berhubungan dengan titik pusat gravitasi (center of gravity) di motor dimana berpengaruh terhadap keseimbangan dan stabilitas.
Engine V 90 derajat secara mekanis sudah balance terhadap vibrasi yang ditimbulkan oleh inertia force atau primary force. Tiap piston di crankshaft journal yang sama akan saling menahan inertia pada waktu TDC, maka tidak perlu menggunakan countershaft balancer lagi. RC211V 75,5 derajat karena menggunakan engine V5 silinder maka piston nomer lima bekerja juga sebagai counter balance meredam vibrasi ditimbulkan dari secondary force.
Mesin memakai sistim oli semi dry sump memiliki banyak keuntungan dibandingkan sistim dry and wet sump, seperti mengurangi hilangnya tekanan (pumping losses), level oli lebih stabil dan konstruksi crankcase lebih kuat dan kecil (compact)
Pada model tahun 2003 ada peningkatan power sekitar 10% karena penyempurnaan pada ruang bakar (combustion chamber), perubahan pada cam timing dan modifikasi pada bagian lainnya. Untuk mengurangi terjadinya “engine compression braking” pada saat deselerasi memasuki tikungan. Klep yang digerakan dengan solenoid melepas udara dari dalam engine melewati skep (throttle plates) di throttle body apabila terdeteksi ban belakang mengunci (locking). Solenoid dikontrol oleh ECU. Engine braking yang berlebihan menjadikan motor tidak stabil memasuki tikungan. Ban belakang mengunci (locking) membuat bagian belakang motor menjadi goyang atau melompat, menyulitkan pembalap untuk mengarahkan motornya menuju corner. Bagian exhaust juga dirubah dari tipe twin-exit system menjadi triple-exit system. Pengaruhnya peningkatan pada penyaluran torsi di rpm rendah.
Seperti apa rasanya mengendarai RC211V ini di sirkuit? pastinya hanya bisa menghayal aja Bro. 
Pernah memiliki Honda CBR900RR produksi tahun 1993 dan coba test mengendarai di Sentul. Melaju pada lintasan lurus mendebarkan jantung dan menaikan adrenalin. Topspeed sekitar 240-245 km/jam, itu adalah topspeed tercepat dengan motor terkuat yang pernah saya coba di trek. Power puncak CBR900RR standard sekitar 117 hp @10500 rpm (di ban belakang), torsi maks 88 Nm @10000 rpm, berat full sekitar 206 kg. Ganti Yoshimura full exhaust system dimungkinkan naik sekitar 7 hp lagi. Kawasaki Z800 naked bike bobotnya gambot, topspeed di lintasan lurus Sentul sekitar 218-225 km/jam. Dengan modal skill benar-benar pas-pasan melaju di sirkuit hanya untuk sekedar trackday. Namun ada beberapa teman-teman di komunitas bikers yang mahir (advanced rider) ngebut di sirkuit. Motor hypersport 1000cc mereka bawa bisa mencapai 270 km/jam, lap time nya sekitar dibawah 1 menit 40 detik. Cukup cepat untuk rider non Pro.
Tahun 1997 Grand Prix 500 pernah diadakan di sirkuit Sentul. Top speed Mick Doohan dengan NSR500 adalah 294 km/jam dan lap time 1 menit 27 detik menurut pihak officials saat itu. Honda NSR500 Doohan tenaga puncak 180 hp @12500 rpm (di ban belakang). Dengan RC211V atau motor RC213V sekarang dimungkinkan mencapai kecepatan puncak 310-315 km/jam.
Menurut editor majalah, Don Canet dan Michel Neeves yang sudah mengetest RC211V di sirkuit, motor balap ini ringan, gesit (agile). Chassis yang kokoh dan geometry begitu presisi, itu semua memberikan kontribusi terhadap kestabilan. Begitu mudah rider memasuki tikungan dan memberi perasaan nyaman pada saat full miring di pertengahan tikungan (mid-corner). Menariknya setup suspensi terasa tidak terlalu keras seperti kebanyakan suspensi motor balap. Efeknya pada feeling jadi cukup banyak disalurkan ke pembalap.
RC211V dilengkapi dengan electronik steering damper, misalkan timbul gejala chatter pada bagian front end motor segera dapat di eliminir atau diredam. Juga ketika terjadi wheelie akibat akselerasi full throttle keluar dari tikungan karakter kecepatan rendah stang akan tidak terlalu goyang.
Pengereman RC211V pastinya istimewa dengan cakram terbuat dari carbon. Berat yang sangat berbeda dengan disc dari baja menjadikan bagian front end bertambah ringan. Dengan sedikit upaya motor akan gesit miring memasuki tikungan. Upaya pengereman menekan tuas rem (brake lever) dapat dilakukan menggunakan dua jari saja dan terasa ringan.
Mengerem kuat (hard braking) dari kecepatan 305.7 km/jam (190 miles) menuju tikungan kecepatan rendah seperti hairpin apa dilakukan rider tidak lain adalah menahan badan bagian atas. Dengan itu rider motogp diharuskan memiliki kekuatan fisik pada bagian atas badan dan lengan. Efek deselerasi motor menimbulkan tekanan gravitasi bisa diatas 1 G.
Bagian paling menarik pastinya pada akselerasi dan speed. Akselerasi dengan memindah gir transmisi mulai dari gir rendah 1, 2, 3 dan seterusnya semua menjadi terlihat sangat cepat menurut Michael Neeves. Pandangan menjadi tidak jelas (blurry), perut merasa terkocok bersamaan bertambahnya speed motor begitu menakjubkan. Yang dilakukan rider ngak lain dengan memegang kuat handle bar dan menahan badan pada tonjolan di jok supaya tidak terlempar keluar.
Menurut Neeves paling mengesankan pada motogp ketika menekan motor dengan gir transmisi tinggi. Menekan melalui open throttle untuk akselerasi keluar dari tikungan gir 4 sirkuit Sepang, ban depan terangkat keatas (wheelie) dan secara bersamaan pula torsi besar RC211V sanggup membuat ban slick belakang Michelin spin!…wah luar biasa dasyat, susah dibayangkan seperti apa sensasi nya.
Melesat di lintasan lurus Sepang dan revving sampai 16500 rpm, engine terus mendorong begitu kuat pada gir 5 dan 6. Dan anehnya menurut Neeves, suara dari exhaust yang menggelegar tidak terdengar keras dalam kecepatan tinggi.

A rossi RC211V 46

RC211V 5 silinder walaupun bisa dibilang monster, tapi power delivery nya cukup jinak dari putaran bawah ke tengah. Memasuki power band di 10000 rpm, engine baru mulai garang dengan transisi tetap smooth dan linear, revving sampai redline lebih dari 16500 rpm.

Pada 10000 rpm dimana torsi mulai garang menendang dengan kuat membuat semuanya menjadi seperti berjalan mundur. RC211V karena begitu ringan bobotnya 145 kg dan power 250 hp di ban belakang, walaupun hanya dengan sedikit buka gaz dan lanjut upshift pindah gir ke yang lebih tinggi motor tetap mampu mendorong kuat. Seperti terasa pegangan kedua tangan pada stang akan terlepas, menurut Neeves. Sangat berbeda karakter dengan superbike jalan raya atau motor naked 1000cc biasa torsinya sudah terbangun mulai dari rpm rendah.
Meskipun power dan torsi terbilang monster tapi RC211V mudah dikendarai. Power delivery yang halus (smooth) dan linear, kontrol pada throttle beitu presisi tidak ada kekurangannya. Malahan menurut Neeves lebih halus dan sempurna dibandingkan Superbike Honda CBR1000RR.

a Rossi RC211v 46 A

Torsi dasyat sanggup secara bersamaan membuat ban belakang spin dan ban depan terangkat dari aspal saat motor akselerasi cepat keluar tikungan.

Tidak salah kalau kita bilang motogp adalah sebuah implementasi dari puncak teknologi otomotif yang bergerak terus seperti motor balap sedang melintasi sirkuit. Komponen dan engine parts diciptakan dan di setup dengan sangat presisi. Seperti rangkaian gir yang terhubung pada crankshaft dengan camshaft. Level akurasi ideal di set mencapai 10 micron (0,010 mm) atau kurang, celah antara mata gir satu dengan lainnya tersebut. Bila toleransinya terlalu ketat maka akan memberi dampak negatif yaitu terjadinya friksi yang mencuri horsepower dan menurunnya daya tahan. Sebaliknya kalau terlalu longgar maka akan memberi reaksi negatif, merusak gir-gir tersebut. Camshaft RC211V digerakan dengan rangkaian gir, terhubung ke crankshaft.
Melakukan penyesuaian pada celah yang lebarnya lebih kecil dari rambut manusia (tebal rambut manusia 70-80 micron) adalah pekerjaan yang tidak gampang menurut engine builder HRC Hirokazu Abe. “itu seperti memecahkan teka-teki yang benar-benar sulit” katanya.
“Membangun engine balap tentu sebuah pekerjaan yang membutuhkan dedikasi penuh dari jiwa dan raga”
Demikian Bro Pembaca wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

12 thoughts on “Suatu masa Rossi membawa motor Honda RC211V motogp

    @1 said:
    Januari 5, 2016 pukul 7:24 am

    isi artikel sama judul g sinkron mas…hehehe
    karena judul ny suatu masa rossi…yg mungkin menceritakan rossi sewaktu di honda…hehe

    tapi isi artikel bagus mas….mantaaaap

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 5, 2016 pukul 7:47 am

      kurang banyak cerita rossi nya ya 😀

      mungkin akan buat di artikel sendiri pak….

      terimakasih udh lihat ke sini

      Suka

    jimmoth said:
    Januari 5, 2016 pukul 12:36 pm

    Wow… V5

    Suka

    panther7 said:
    Januari 6, 2016 pukul 7:02 pm

    waw artikel nya keren mas, sangat berbobot.
    bnyk mengulas sisi teknis yg informatif. jauh berbeda dg artikel opini pada blog kebanyakan sekarang

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 6, 2016 pukul 8:18 pm

      sy lagi belajar jga pak, seperti apasih teknologinya motogp dan motor balap lainnya. lihat dari sumber-sumber diluar, kemudian coba-coba dijadikan tulisan

      terimakasih bnyk apresiasinya dan udh lihat kesini.

      Suka

    nduk said:
    Januari 8, 2016 pukul 11:26 pm

    Sensasi 250 kmj, Josssss

    Suka

    Fa74 said:
    Februari 27, 2016 pukul 10:56 pm

    Itu motor daijiro kato..
    Oot.. dulu sangat ngarep kato bisa fight ma vale.. sayang sekali takdir berkata lain.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 28, 2016 pukul 12:36 am

      Rossi Repsol vs Gibernau Movistar tahun 2003, kedua nya pakai Honda dan Rossi unstoppable.

      Rest in peace Daijiro Kato

      Suka

    Roy (Sempak Operpret) said:
    Maret 11, 2016 pukul 3:11 pm

    180hp? kekx 1994 RGV 500 itu powernya 195hp deh.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 11, 2016 pukul 4:47 pm

      Tahun 1997 NSR500 screamer doohan antara 180-185 hp at the back wheel pak.
      terakhir di jaman rossi th 2000, yang sdh 195 hp hampir 200hp.

      Power output real nya gak dikasih tau secara official

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s