Motogp dari mesin 800cc ke 1000cc

Posted on Updated on

Dani-Pedrosa  RC212V

800cc mampu melesat lebih cepat masuk dan keluar tikungan dari motor 990cc sebelumnya. Crash lebih banyak terjadi di high speed corner dengan gir transmisi 3 dan 4.

Bro sekalian seperti kita sudah ketahui dulu tahun 2007 dirubahnya aturan kapasitas engine dari 990cc ke 800cc didasari atas pertimbangan safety. Saat itu motogp dilihat sudah mencapai topspeed sangat fantastis dan juga menguatirkan. Sejak terjadi kecelakaan tragis pembalap Daijiro Kato di sirkuit Suzuka tahun 2003 silam. Kato pada saat free practise menabrak pembatas dalam kecepatan tinggi 200km/jam. Kejadian itu menjadi perhatian semua pihak yang kemudian direalisasikan dengan pengurangan kubikasi dari 990cc menjadi 800cc. Dengan berkurangnya power diharapkan akan pula mengurangi topspeed motor di lintasan lurus dan pada saat melewati tikungan.
Tapi apakah memang efektif seperti di perkirakan?
Motor dengan engine 800cc memang menyemburkan horsepower lebih rendah dari 990cc hanya aja pengurangan tenaga ini justru menjadikan pembalap semakin memacu kecepatan cornering motor nya. 
Motogp engine 990cc atau 1000cc secara langsung akan memberi pengaruh pada perhitungan dan determinasi pembalap. Karena dengan power demikian besar sangat mudah motor mencapai kecepatan maksimum di lintasan lurus malahan overspeed. Tapi dengan semakin kenceng motor mencapai topspeed semakin keras pula upaya pembalap untuk mengurangi speed menjelang memasuki tikungan. Pembalap harus mengerem lebih kuat dan lebih awal, menekan tuas rem (brake lever) di area titik pengereman (brake marker) mereduksi kecepatan motor. Mungkin titik pengeremannya 25-30 meter lebih awal dibandingkan dengan mengendarai motor 800cc. Faktor ini menjadikan pembalap lebih berhati-hati menekan motor 1000cc sampai kecepatan maksimum di lintasan lurus, selanjutnya mampu secara tepat pula mengurangi kecepatan supaya tidak terlalu kenceng memasuki corner. Terlalu cepat akan beresiko ketika menekuk miring motor berbelok dan terpaksa harus melebar (overshoot ) masuk ke gravel trap atau run-off area. 
Berbeda karakter mesin 800cc menyemburkan horsepower lebih rendah dan memuncak pada range putaran lebih tinggi yaitu di 17500 rpm dan rev limiter bekerja pada 19000 rpm!. Motogp 1000cc power puncaknya sekitar putaran 16500 rpm. 
Karena kurangnya topspeed di lintasan lurus dibandingkan 1000cc pembalap merasa yakin akan lebih mudah mengurangi kecepatan motornya memasuki tikungan dan dengan jarak pengereman yang lebih dekat lagi ke pintu corner. Juga Didasari ketersediaan torsi 800cc yang lebih kecil pembalap pasti akan berusaha mencoba masuk tikungan secepat mungkin dengan memanfaatkan momentum dari entry speed untuk menutupi kurangnya torsi engine 800cc pada saat akselerasi keluar tikungan. Makin cepat melewati mid-corner akan mengungkit akselerasi di ujung corner.
Dengan engine 800cc justru secara teknis semakin kenceng motor melesat di tikungan. Makin bertambah cepat maka resiko crash pada kecepatan tinggi juga lebih besar. Karena realita nya mayoritas terjadinya crash adalah di tikungan bukan di lintasan lurus. Dan yang paling berbahaya adalah tikungan dengan karakter kecepatan tinggi (high speed corner). Dengan itu menjadi tidak sesuai seperti direncanakan sebelumnya untuk mengurangi speed di lintasan lurus dan juga kecepatan di tikungan. 
Faktor motogp 800cc lebih cepat ditikungan bisa digambarkan dari data tim Yamaha yang dijelaskan ke Alan Cathcart. Titik pengereman (brake marker) Rossi jadi 30 meter lebih dalam (brake late) mendekat ke pintu tikungan, 15 meter lebih awal membuka gaz di mid-corner dan throttle position 10% lebih banyak ketika akselerasi keluar corner dibandingkan dengan memakai motor 990cc yang lebih powerful.
Saat itu Rossi paling vokal menyerukan bahwa perpindahan ke 800cc adalah keputusan yang tidak tepat oleh pemegang otoritas. Motor 800cc akan tidak menarik bagi penonton karena topspeed yang berkurang dan juga bagi pembalap. Walaupun Dani Pedrosa sanggup melesat mencapai topspeed 349.28 km/jam di lintasan lurus sirkuit Mugello dengan Honda RC212V 800cc tahun 2009.

Ducati GP8 Stoner 800cc

Ducati GP8 800cc power puncak sekitar 220hp  @17500 rpm (diban belakang). Masa engine berputar resiprokal (reciprocating mass) lebih ringan dari 1000cc, memungkinkan engine 800cc revving sampai putaran ekstrim 19000 rpm!.

Espargaro Suzuki

Motor 1000cc lebih kenceng di trek lurus mengharuskan pembalap mengerem lebih awal. Area titik pengereman (brake marker) 25-30 meter sebelum titik pengereman motor 800cc.

Dengan dianggapnya hal itu adalah suatu kesalahan kemudian Dorna kembali merubah aturan kapasitas motogp naik kembali ke 1000cc.
Menurut Stoner teori dulu yang menyatakan berbahaya kalau motor terlalu kenceng di lintasan lurus adalah tidak benar. Justru dengan 800cc akan lebih berbahaya kalau terlalu cepat ditikungan dimana banyak crash terjadi. Dengan 1000cc pembalap akan lebih awal mengerem. Menurut Stoner lagi 1000cc menyemburkan lebih banyak tendangan (grunt) dan muncul di putaran yang lebih rendah dari engine 800cc. Motor 800cc dengan gir empat atau lima, ban belakang jarang mengalami spin. kalaupun terjadi berarti ban sudah mulai habis atau motor pada posisi sangat miring. Dengan motor 1000cc dimungkinkan ban belakang spin di gir 4 dan 5 walaupun posisi motor tegak (upright position). Torsi engine 1000cc begitu melimpah ruah memberi potensi untuk akselerasi lebih cepat mulai dari putaran rendah.
Kembali ke 1000cc pembalap merasa suka dan fun tentunya, motor akan slide lebih sering dan lebih mudah. Membuat senang tidak saja pembalap tapi kita sebagai penonton yang menyaksikan atraksi tersebut. Demikian.
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s