Nicky Hayden naik CBR1000RR SP tim Honda dan perubahan schedule balap WSBK

Posted on Updated on

A Nicky Hayden Honda WSBK

Nicky Hayden Honda CBR1000RR SP

Pembaca sekalian berita baru dari WSBK commission bahwa schedule balap untuk 2016 akan dibagi menjadi 2 hari, yaitu Race 1 pada hari Sabtu siang tepatnya jam 1 PM dan Race 2 pada hari Minggunya. Musim balap sebelumnya Race 1 dan 2 dilaksanakan pada hari yang sama di hari Minggu. Dengan perubahan ini di harapkan akan lebih banyak penonton yang hadir ke sirkuit maupun pemirsa melalui TV.

Superpole akan di lakukan Sabtu Pagi, Free Practise 1 dan 2 tidak berubah tetap dihari Jumat. Hanya FP3 dengan perubahan sesi lebih singkat menjadi 15 menit sebelum Superpole hari Sabtu.
Kemudian kabar apa yang muncul sejak perpisahan Nicky Hayden dari motogp ke institusi balap barunya yaitu kejuaraan WSBK?
Selama 13 tahun di motogp Hayden berhasil mencapai puncak meraih titel juara musim 2006. Tapi kemudian selama 2 tahun dengan hasil yang kurang baik di tim open class. Motor yang katanya kurang tenaga (under powered) dengan elektronik standard dibawah tim pabrikan. Kemudian Hayden memutuskan sebelum total pensiun mencoba keberuntungannya lagi di World Superbike dibawah naungan tim Honda.
Pada hari kedua test yang diadakan di sirkuit jerez, Hayden mencatat waktu 1 menit 41 detik. Itu adalah lap time tercepat yang pernah dicoba diatas motor Honda CBR1000RR, menggunakan ban balap Pirelli. Pada hari berikutnya setelah Hayden membiasakan dengan ban untuk qualifikasi, bertambah lagi 0.8 detik lebih cepat dari sebelumnya. Ban qualifikasi biasanya dengan kompon yang lebih soft untuk mendapatkan grip maksimum yang lengket ke aspal dan hanya efektif pemakaian dalam 2-3 lap saja.
Dengan hasil tersebut memperlihatkan Hayden sudah mendapatkan feel dan determinasi di atas Superbike Honda tunggangannya nanti. Dari faktor mesin, elektronik dan ban Pirelli. Serta memahami cara kerja tim Honda barunya itu yang dipimpin oleh Gerardo Acocella.
Tapi pencapaian lap tersebut bukan berarti kesenangan yang sebenarnya bagi Hayden. Karena begitu melihat kecepatan dasyat yang dibuat oleh pasukan dari geng hijau Kawasaki . Tidak aja di lintasan lurus, tapi lap by lap. Menurut Hayden, pembalap Tom Sykes dan Jonathan Rea “cukup jauh lebih cepat dari kami”  waduh?
Tambahnya lagi pembalap Kawasaki 7 sampai 8 km/jam lebih cepat di lintasan lurus gigi lima. Jonathan Rea melesat dibawah 1 menit 40 detik…luarbiasa. Lap time Jorge Lorenzo di Jerez 1 menit 38.7 detik, perbedaan yang tidak jauh dengan perolehan lap time J Rea memakai motor yang powernya sekitar 30 hp dibawah Yamaha M1.

Rea Imola 2015

Pasukan hijau dengan Ninja ZX-10R lebih cepat 7-8 km/jam di lintasan lurus, menurut Hayden. Kawasaki Ninja ZX-10R Tom Sykes

Seperti yang dikatakan Hayden ditulis Crasnet.com. Bahwa Hayden dalam beberapa lap awal merasa masih asing dengan motor barunya itu. Tapi dengan bertambahnya waktu melintasi sirkuit, maka feeling balapnya secara bertahap mulai kembali lagi, dan akhirnya mulai terasa seperti motornya di open class, setelah melalui beberapa pengaturan.
Perbedaan nyata antara Honda CBR1000RR WSBK dengan Honda RCV1000R tim open class motogp adalah pada faktor tenaga mesin. Mesin RCV1000R Open Class lebih bertenaga kata Hayden.
Pastinya memang sekarang seperti itu sejak perubahan aturan mesin pada musim 2014. Tadinya power puncak motor-motor WSBK mencapai 230-240 hp di ban belakang. Menyaingi horsepower motor open class motogp atau tim pabrikan baru motogp seperti Aprillia. Kawasaki Ninja ZX-10R Tom Sykes tahun 2013 maks horsepower di 240hp. Motor BMWS1000RR Marco Melandri mungkin sedikit lebih besar lagi tenaga yang disalurkan dari Kawasaki. Tapi setelah perubahan aturan mesin, power menurun cukup drastis sekitar 20 hp. Perubahan tersebut dengan maksud ongkos pengeluaran tim yang lebih rendah dan mesin akan lebih awet. 
Untuk elektronik menurut Hayden, kalau di bandingkan dari kedua motor dia lebih memilih Honda CBR1000RR yang menurutnya lebih mudah untuk di seting dan mendapatkan hasil kerja yang lebih baik. Motor RCV1000R open class lebih powerful tapi gak bisa digunakan sepenuhnya karena perangkat elektronik yang kurang bagus.
Mengenai ban Pirelli WSBK ada perbedaan menurut Hayden. Dengan Pirelli bisa mendapatkan feeling yang baik dan cukup cepat. Faktor konsistensi mungkin tidak sebanyak Bridgestone, tapi di tikungan yang datar ban Pirelli bekerja dengan baik. Di tikungan tiga sirkuit Jerez menurut Hayden lagi, dengan ban belakang Bridgestone akan spin terus kalau tidak ada tekanan atau beban.

Hayden CBR1000RR SBKcom

Ban Pirelli lengket ke aspal (SBK.com)

Seperti juga di sirkuit Aragon memasuki tikungan 6, ban Bridgestone akan spin kurang grip dimana sebaliknya ban Pirelli ini mampu mencengkram. Mungkin karena faktor elektronik open class motogp yang kurang bagus yang disebutkan Hayden, maka torsi yang disalurkan mesin tidak semestinya atau terlalu agresif. Dan sebaliknya daya cengkram ban belakang Pirelli benar tepat atau sesuai dengan torsi motor CBR1000RR yang lebih rendah.
Intinya Hayden merasa terkesan dengan kemampuan ban Pirelli. Apa lagi dengan kemudahan ban ini bisa dibeli oleh semua orang di dealer ban Pirelli. Berbeda dengan ban motogp yang tidak tersedia di pasaran atau toko ban.

A Pirelli Diablo superbike

Pirelli Diablo Superbike slicks, bisa dibeli di toko. Kemampuan grip istimewa, sanggup menahan torsi motor WSBK pada saat miring maupun akselerasi penuh.

Melihat kemampuan balap pasukan hijau Kawasaki yang melesat begitu cepat menurut Hayden, apakah sudah bisa dikatakan Hayden dengan Honda CBR1000RR nya akan menghadapi kesulitan untuk menekan atau menyaingi mereka ? Seperti yang dialami Jonathan Rea sebelumnya waktu masih di tim Honda, tidak mampu mencapai posisi tertinggi selama beberapa musim. Apakah Nicky Hayden melakukan pilihan yang kurang tepat ke tim Honda WSBK? Apa lagi motor saingan yang cepat dan konsisten begitu banyak selain Ninja ZX-10R, ada Ducati 1199 Panigale, Aprillia RSV4R Factory, BMW S1000RR dan pemain lama tapi motor baru, mesin, chassis dan elektronik baru yaitu Yamaha YZF-R1. Honda CBR1000RR terlihat kurang power dan mungkin sudah ketinggalan teknologi dari merk pabrikan lainnya.

AMA Superbike Hayden RC51 2002

Hayden AMA superbike champ 2002, Honda RC51 V-twin 1000cc, power 170 hp (at the back wheel). Honda RC51 V-twin Collin Edwards

Dulu sebelum ke motogp Hayden balapan superbike Amerika atau AMA Superbike dan menjadi juara pada tahun 2002. Dan memenangi balapan bergengsi Amerika Daytona 200. Motor yang dikendarai Honda RC51 V-twin silinder 1000cc. Kedua motor dengan karakter yang berbeda, Honda CBR1000RR 4 silinder. Penyaluran torsi mesin V-twin lebih menendang di putaran tengah. Hayden juga memiliki latar belakang balapan motor off-road motocross.
Tapi seperti yang kita fahami bahwa balapan itu bukan juga matematika yang bisa dipastikan. Banyak faktor yang mungkin terjadi dan berubah di tiap seri balapan. Faktor keberuntungan itu penting dan gak bisa di remehkan. Marc Marquez pembalap dengan skill istimewa dan nyali tinggi gagal menjadi juara musim karena faktor keberuntungannya yang kurang. Untuk Hayden siapa tahu langsung menerima nasib baik selama musim balap tahun depan. Demikian Bro pembaca dan salam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s