Ketika motor WSBK mampu melawan motogp

Posted on Updated on

Aprilia RSV4RF Biaggi 2010

Aprilia RSV4R Factory Max Biaggi

Kalau kita iseng-iseng tanya motor apakah yang jadi saudara terdekat motogp? Misalkan dijawab motor Honda CB70, sepertinya malahan terlalu dekat ūüėÄ
Kalau kita boleh setuju motor hypersport produksi masal untuk jalan raya adalah yang terdekat dengan motogp. Seberapa dekatnya itu yang pasti paling dekat dari pada tipe motor lain. Meskipun ada yang sangat dekat sekali seperti Honda RC213V-Street, tapi dengan label harga USD180 ribu, sepertinya not for everyone.
Jadi kalau ingin merasakan sedikit banyak sensasi dari performa engine, handling di motogp maka tidak usah lihat lebih jauh kecuali ke saudara dekatnya itu. Misalkan Honda RC213V dengan menaiki Honda CBR1000RR SP, Yamaha YZR M1 dengan mencoba Yamaha YZF-R1 M. Walaupun banyak perbedaannya misalkan dari faktor spek komponen, perangkat elektronik antara motogp dan motor sport jalan raya itu. 

Tapi saat saudara dekat motogp ini di persiapkan dengan spesial dan akurat menjadi sebuah motor balap total, tidak heran kalau performa di lintasan sirkuit mampu menyaingi motor-motor open class ataupun mampu mendekati lap time motor pabrikan dan tim satelit motogp. Honda CBR1000RR SP tim PATA dikendarai Jonathan Rea atau Yamaha YZF-R1 yang dibawa oleh pembalap Ben Spies tahun 2009 akan dapat berkompetisi ketat pada level motogp open class tersebut. Demikian pula dengan motor full spec BMW S1000RR, Suzuki GSXR-1000, Aprilia RSV4R Factory dan seterusnya.

Aprilia-RSV4 engine V4

Aprilia RSV4R Factory engine (cycleworld)

Menggunakan engine parts high grade yang mahal terbuat dari material eksotis, demikian juga suspensi dan elektronik canggih kelas wahid. Chassis yaitu frame dan swingarm dirancang berdasarkan turunan dari motogp. Traction control, anti wheelie system dan perangkat elektronik canggih lainnya ditempatkan ke motor. Engine menyemburkan maksimum power output sekitar 225-230 hp di ban belakang. Tidak sulit bagi tim pabrikan seandainya ingin meningkatkan lagi tenaga puncak misalkan mencapai 245-250 hp (at the back wheel). Basis engine Yamaha YZF-R1 M bisa aja menggunakan sistim pneumatic valve seperti di engine Yamaha M1. Dimungkinkan revving berputar menyentuh 17000 rpm. Semakin tinggi engine revving makin besar power maksimum dapat diciptakan.
Dibawah adalah Lap time di sirkuit Phillip Island antara Marc Marquez dengan Honda RC213V motogp tahun 2013, Michael Laverty tim CRT-open class motogp dan Max Biaggi motor Aprilia RSV4R Factory WSBK tahun 2012
  • Marc Marquez Honda factory ,¬†1 menit 28.108 detik,¬†topspeed¬†340 km/jam.
  • Michael Laverty CRT class, ¬†1 menit 31.620 detik, tospeed 323.4 km/jam
  • Max Biaggi Aprilia RSV4R factory,¬†1 menit¬†31.785 detik,¬†topspeed 324.6 km/jam.
Aprilia RSV4R Factory yang dibawa Biaggi asumsi 20-25 hp dibawah power puncak RC213V Marquez dimana mencapai 250 hp pada putaran 17000 rpm. Power puncak motor WSBK antara 225-230 hp pada putaran lebih rendah di 14500 rpm. Motogp revving 2500 rpm lebih tinggi dengan aman tentram menggunakan pneumatic valves system yaitu aktuasi klep menutup di dorong oleh udara bertekanan tinggi sekitar 2900 psi. Sedangkan engine WSBK menutup klep tetap secara konvensional memakai per. Fastest lap dicetak Biaggi lebih lambat 3.67 detik dari fastest lap Marquez tapi sangat dekat dengan performa motogp open class atau CRT yang dibawa oleh Michael Laverty waktu itu.
Tahun 2012 Rossi menyatakan bahwa performa motor WSBK sudah terlalu dekat dengan motogp, harus ada pengurangan teknologi untuk membedakan kedua kelas. Pimpinan Asosiasi Balap Tim Internasional Mike Trimby, juga mempunyai pendapat yang sama dengan Rossi. Bahwa harus ada perbedaan antara motogp dan WSBK, dimana saat itu performa motor WSBK semakin digdaya mendekati motogp.
World Superbikes telah ber-evolusi menjadi makin lebih dekat lap time maupun topspeed dengan motor prototipe motogp. Maka itu pejabat (CEO) Dorna Carmelo Ezpeleta menyatakan WSBK harus kembali mengadopsi aturan main mirip dengan format kelas Superstock di mana hanya dibolehkan sedikit modifikasi.
Alasan lainnya yang juga tidak kalah penting adalah menekan ongkos balap tim selama satu musim. Membuat motor menjadi kenceng juga membawa konsekwensi mahalnya biaya parts dikeluarkan. Parts menggunakan material eksotis dimanufaktur dengan biaya tinggi, ini menjadi penghalang bagi tim yang hanya memiliki budget tidak besar. Dengan perubahan tersebut akan dapat membantu pengeluaran tim. Efeknya peserta akan juga bertambah banyak berada di grid. Semakin banyak motor berpartisipasi semakin menarik penonton.
Setelah semua pernyataan dan penilaian tersebut dilontarkan maka dibuatlah aturan baru membatasi performa motor WSBK dengan kategori EVO class. Penggunaan engine komponen yang mendekati standard pabrik, hanya beberapa parts dibolehkan untuk modifikasi seperti : 
– Camshaft boleh memakai profil timing yang berbeda, tapi tetap pada posisi kedudukan standardnya.
– Ukuran dan sudut klep (valve angle) tidak boleh berubah.
РConnecting-rod boleh dirubah untuk lebih diperkuat, tapi dengan material yang sama.
РSilinder head diperbolehkan untuk di porting supaya menambah volume air flow yang lebih efisien. Ruang bakar boleh di modifikasi dan menaikan kompresi statis misalkan dari 13:1 jadi 14.5:1, tapi piston tetap standard dll.
Karena aturan baru itu power maksimum menjadi berkurang cukup drastis dimana berpengaruh kepada lap time dan penurunan topspeed. Tapi motor tetap mampu melesat dengan cepat.
Ada pendapat ingin bantuan elektronik sama sekali tidak digunakan seperti di¬†moto2. Jadi benar-benar pertempuran antara “pembalap dengan pembalap”, tanpa ada peranan alat elektronik canggih.¬†Tapi karena pertimbangan keselamatan pembalap lebih penting keinginan tersebut¬†ditolak.
Walaupun sudah mengalami penurunan power cukup siknifikan, engine tetap masih memproduksi sekitar 210-220 hp di ban belakang. Torsi menendang kuat pada saat buka gaz akselerasi keluar tikungan akan berbahaya kalau sampai ban kehilangan grip tanpa peringatan terlebih dahulu. Berlainan dengan maksimum power moto2 atau supersport yang jauh dibawah WSBK 1000cc yaitu sekitar 130-150 hp (at the back wheel).
Manfaat peranan traction control jelas akan menyelamatkan banyak pembalap dari highside. Traction control memungkinkan pembalap menekan motor melesat lebih cepat di tikungan dengan perasaan aman dan percaya diri.
Dimulai aturan baru itu maka berakhirlah sudah era puncak kejayaan motor WSBK yang pernah dengan perkasa menyemburkan nafas api dan sanggup melesat cepat menyaingi motor-motor CRT-open class motogp. Demikian dan salam.
Iklan

8 thoughts on “Ketika motor WSBK mampu melawan motogp

    RPMspeed said:
    Desember 22, 2015 pukul 6:42 pm

    gegara ecu sama ban kah ? ūüėģ

    —————————–
    Jamu Untuk Motor Yang Sudah Mengalami Penurunan Performa Bro
    http://rpmsuper.com/2015/12/09/review-yamalube-carbon-cleaner/

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 22, 2015 pukul 7:17 pm

      iya…bisa cepat karena ECU dan mesinnya sepadan dengan motogp open class

      sayang aja udh gak boleh lagi

      Suka

    abaydmz said:
    Desember 22, 2015 pukul 7:24 pm

    Ada enak aturan pakai standar. Biar bnyk peserta krn biaya murah. Jd bener2 skil pembalap bgt.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 22, 2015 pukul 7:37 pm

      ada pak..di kelas superstock 1000cc wsbk. itu bener-bener standard. tapi motor sekarang standardnya udh canggih jga elektroniknya. kecuali honda cbr1000rr yg agak ketinggalan

      Suka

        abaydmz said:
        Desember 22, 2015 pukul 7:39 pm

        Hehe iya beginer superbike cbr1000rr

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Desember 22, 2015 pukul 7:53 pm

        ūüėÄ ….menurut temen yg pernah coba naik, katanya torsi putaran tengahnya cukup pas utk dijalan raya.

        Suka

    nduk said:
    Desember 24, 2015 pukul 10:42 pm

    Adakah penemuan teknologi ato part dari motor produksi massal di pakai di motogp ?:)

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 24, 2015 pukul 10:57 pm

      mungkin sebaliknya pak. misalkan seperti perangkat elektronik Inertial Measurement Unit (IMU) di motor sport produksi masal berasal dari sistim sensor Inertial platform di motogp (gyroscope dan accelerometer) dan sistim kontrol traksi. kemudian throttle ride by wire. juga geometri frame dan swingarm dll.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s