Musim balap motogp 2016 tidak ada lagi open class dan soft tires

Posted on Updated on

Bautista Jerez Nov 2015 crash.net

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di musim balap motogp 2016 semua tim menggunakan software dan ECU yang seragam. Baik itu tim factory, satelit dan privater open class. Grand Prix Commission baru ini mengeluarkan lagi update berkenaan dengan beberapa perubahan aturan.

Selama ini kita kenal ada pembagian kelas yaitu tim pabrikan, tim satelit dan tim open class. Dengan perubahan yang telah ditetapkan maka tidak ada lagi pembagian tersebut. Term atau istilah factory team dan open class team dihilangkan. Semua tim memakai ECU standard Magneti Marelli AGO 340 dan software yang seragam dari Dorna (unified software).
Motogp akhirnya kembali lagi menjadi satu kelas. Tapi istilah konsesi (concession) terhadap pabrikan tetap ada bagi tim yang belum memenangkan balapan. Tim pabrikan yang memiliki konsesi diperbolehkan menggunakan 12 mesin dan mengembangkan mesin (engine development) yang tidak terbatas waktunya. Testing motor di sirkuit dengan waktu yang juga tidak dibatasi dan dikendarai oleh pembalap utamanya. Aturan sebelumnya hanya test rider kontrak yang diijinkan melakukan testing lapangan. Tim pabrikan tanpa konsesi seperti Ducati, Yamaha dan Honda tetap hanya diijinkan 7 mesin yang disegel (engine sealed) dan pengembangan mesin di stop selama musim balap berlangsung.
Tujuan dari konsesi tetap sama yaitu untuk memberikan kesempatan kepada tim pabrikan yang baru ikut partisipasi dan tim yang belum sukses supaya mampu kompetitif. Dapat semakin dekat gapnya atau mungkin mengalahkan tim pabrikan besar yang sukses dan sudah lama menguasai yaitu Honda dan Yamaha. Dengan aturan baru itu dapat memperlambat kedua tim pabrikan besar tersebut. Di musim balap 2015 kemarin Ducati membuktikan mampu. 
Ban ada perubahan yaitu alokasi soft compound yang sebelumnya diperoleh tim pabrikan dengan konsesi. Tahun depan tim konsesi tidak lagi merasakan, dengan pertimbangan perangkat keras ECU dan software yang sudah sama-sama seragam. Michelin hanya men supply 2 macam ban belakang untuk seluruh tim tanpa kecuali. Tadinya ban belakang dengan soft compound ditujukan untuk membantu menaikkan performa motor tim CRT, Open Class yang powernya sedikit lebih rendah dari tim pabrikan. Soft compound memberikan grip yang lebih lengket ke aspal tapi dengan umur yang lebih singkat. Grip yang kuat mengurangi gejala ban belakang spin ketika buka gaz untuk akselerasi full keluar tikungan. Dengan aturan ini maka musim GP 2016 tidak ada lagi.
Semua tim akan mendapatkan lebih banyak ban untuk tiap kondisi. Jumlah ban slicks
dinaikkan dari 21 menjadi 22. Penambahan ini membantu pengendara yang harus melakukan qualifikasi 1 dan Q2. Memberi mereka ban belakang ekstra yang fresh untuk meraih posisi tercepat di qualifikasi.
Demikian pula dengan ban hujan tipe full wet dan intermediate yang jumlahnya lebih banyak lagi. Kalau tidak salah Bridgestone tidak menyediakan ban hujan tipe intermediate. Ban tipe ini diperlukan pada kondisi lintasan yang belum sepenuhnya basah atau sehabis hujan dan genangan air sudah menipis. Dimana untuk ban full wet masih terlalu kering aspal nya yang mengakibatkan ban cepat panas dan kembang ban (tire tread) mudah mengelupas. Dan akan berbahaya kalau memakai ban slick. 

Michelin-rear-intermediate-brno-Ducati

Michelin intermediate tires (scott Jones)

Michelin-front-rain-tire

Michelin full wet (Scott Jones)
Juga ada penambahan jumlah mesin homologasi dengan spec berbeda untuk tim satelit. Tim pabrikan yang sudah tidak terkena aturan konsesi seperti tim Ducati dibolehkan memberikan lagi tambahan spek mesin ke tim satelitnya.
Dengan aturan-aturan baru ini apakah dimungkinkan pembalap-pembalap tim privater dan tim pabrikan pendatang baru untuk makin kompetitif? Pembalapnya bisa berdekatan atau mungkin overtaking pembalap tim pabrikan. Tentu akan semakin seru dan menarik dilihatnya. Sebaliknya balapan yang monoton, gap yang jauh antara motor membuat bosan kita sebagai penonton.
Bisa di contoh balapan moto2 dan moto3 yang hampir spek motornya tidak berbeda antara satu dengan lainnya. Sering kali mereka saling berdekatan dalam kelompok 4 sampai 5 motor untuk merebut posisi. Saling mencoba overtaking dengan melakukan manuver berani dan beresiko. Tapi ada kekurangannya, yaitu bila terlalu berdekatan antara “stang motor dan stang motor”, dan mereka begitu terbawa situasi, yang akhirnya beresiko terjadi crash. Penonton dan pembalap jadi sama-sama kecewa. Demikian bahasan ringkas ini dan salam.
Iklan

7 thoughts on “Musim balap motogp 2016 tidak ada lagi open class dan soft tires

    manik said:
    Desember 19, 2015 pukul 3:56 pm
      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 19, 2015 pukul 4:09 pm

      mudah-mudahan makin menarik pak

      salam kenal juga

      Suka

    abaydmz said:
    Desember 19, 2015 pukul 6:12 pm

    Michellin fullwet nya mantep tuh buat musik ujan di jalanan 😀

    Suka

    Sotoymancelamanya Pangelantcelleweet said:
    Desember 21, 2015 pukul 12:38 pm

    Makin kompetitif & semoga tidak terjadi touring moge seperti musim2 sebelum~nya .. btw … lebih seru nonton moto2 sih …yang masuk podium kadang tidak bisa di tebak .. he2

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 21, 2015 pukul 12:52 pm

      harapan nya begitu, mudah2an lebih seru dg perubahan aturan baru pada ECU dan software. gak terjadi gap yg lebar antara motor peserta.

      moto2 spek motornya mirip-mirip satu dg yg lain. jdi performa di lintasan bisa saling berdekatan

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s