Kawasaki Ninja antara balapan motogp ZX-RR dan WSBK ZX-10R

Posted on Updated on

Rea vs sykes
Jonathan Rea & Tom Sykes
Baru-baru ini dikabarkan kawasaki belum mau ikut partisipasi lagi di ajang balap motogp. Dengan pertimbangan alasan biaya yang dikeluarkan cukup luarbiasa. Seperti menurut Ichiro Yoda Boss Kawasaki Superbike, bahwa selain cost besar juga aturan-aturan ditetapkan sangat membatasi (restrictive).

Memang tidak mudah kompetisi di motogp dengan basis motor produksi masal seperti balap WSBK dengan Ninja ZX-10R. Perlu pengembangan lebih intensif lagi dimana tentu memerlukan biaya tidak sedikit. Hal ongkos balap dan riset tidak akan jadi masalah apabila revenue penghasilan dari penjualan motor mencapai ekspektasi atau melebihi. Dengan penurunan trend ekonomi global belakangan ini memberi efek siknifikan terhadap market otomotif. Dengan itu pabrikan pun bersikap restrictive, membatasi hanya ke hal penting dan menguntungkan saja untuk efisiensi.
Kawasaki terjun penuh di motogp sejak 2003 sampai 2008 kemudian keluar dan menyisakan satu motor dikemudikan oleh Marco Melandri dibawah naungan tim Hayate Racing. Selanjutnya Kawasaki lebih fokus dan konsentrasi pada balapan WSBK yang telah sukses meraih 2 juara di musim balap 2013 dan 2015 kemarin ini.
Di awali Kawasaki juara WSBK untuk kedua kali tahun 2013 oleh Tom Sykes tercapai sejak kemenangan pertama 20 tahun sebelumnya oleh pembalap Scott Russel tahun 1993 menunggangi motor ZX7R 750cc. Penantian sangat lama juga untuk menjadi juara lagi. Kemudian nasib baik kembali dipegang Kawasaki ketika pembalap bertalenta bagus Jonathan Rea datang ke Kawasaki menggantikan posisi Loris Baz yang pindah ke motogp. Di tahun pertamanya Rea sanggup menunjukkan performa balap boleh dibilang istimewa. Rea sukses menjuarai musim balap 2015 dengan memborong begitu banyak kemenangan.

russel_1993a

Scott Russel 1993 WSBK Champ Kawasaki Ninja ZX-7R , power 160 hp +. Tuned by Rob Muzzy.
Sebelum ke Kawasaki Racing Team Jonathan Rea bernaung di tim PATA Honda dengan motor CBR1000RR. Hanya setelah begitu lama di Honda, Rea belum mampu memperoleh prestasi tertinggi yaitu menjadi juara musim.
Dengan kepindahan Rea dan langsung menjadi juara dunia, memberikan lagi keyakinan terhadap pabrikan kawasaki bahwa di musim balap selanjutnya kesempatan menjadi World superbike champion cukup besar dan cerah. Alasan inilah memutuskan Kawasaki untuk tidak melihat motogp dulu. Kemungkinan besar menambah titel World Champion tentunya selalu ada dengan diperkuat oleh dua pembalap yang telah sukses. Dan lagi ditambah pembuktian performa motor Ninja ZX-10R selama ini tangguh dan kompetitif.
Tom Sykes sejak 2012 menunjukan kemahirannya dengan selalu kuat pada setiap seri balapan. Di tahun 2012 Sykes jadi runner-up hanya selisih setengah point dari Max Biaggi memakai Aprilia RSV4 R Factory. Dan pada musim balap 2014 di peringkat kedua dikalahkan oleh Silvain Guintoli yang juga menunggangi Aprilia RSV4 R Factory dengan perbedaan 6 point. Pada kedua musim itu Sykes bisa dikatakan hampir jadi juara Dunia dengan perbedaan margin yang sangat tipis sekali.
Power maksimum motor WSBK sebelum perubahan peraturan di 2014 mencapai 230 hp di ban belakang pada putaran 15000 rpm. Dengan power sebesar itu boleh dibilang sama dengan power motogp tim privateer Open Class. Performa menghasilkan lap time yang juga mirip pula.
Topspeed Aprillia RSV4R Factory dikendarai Silvain Guintoli dan BMW S1000RR di sirkuit Aragon mencapai 329 km/jam. Mirip dengan topspeed motor Open Class Honda Nicky Hayden atau tim pabrikan motogp Suzuki dinaiki oleh Aleix Espargaro.

machine_01

Tom Sykes 2013 Ninja ZX-10R power 230 hp @15000 rpm, sangat powerful.
Jadi misalkan motor Ninja ZX-10R Tom Sykes tahun 2013 dengan power 240hp (di ban belakang) menurut klaim Kawasaki Racing Team, ikut serta pada balapan motogp, mungkin akan mampu kompetitif menyaingi motor-motor prototipe tim Open Class.
Tapi apakah dengan hanya mampu bersaing dengan motor Open Class motogp sudah lebih dari cukup dan memuaskan, sedangkan Kawasaki sebenarnya sudah punya motor prototipe ZX-RR yang bisa menjadi basis pengembangan lagi ?

Kawa ZX-RR

Kawasaki Ninja ZX-RR motogp 240 HP @16000 rpm
Kawasaki faham betul untuk mencapai level menyaingi motor tim satelit apa lagi pabrikan utama saat ini diperlukan biaya riset sangat masif dan perlu mengkontrak pembalap dengan keahlian tinggi. Dan mungkin keinginan Kawasaki adalah lebih dari hanya sekedar bersaing dengan motor Open Class motogp dimana untuk target itu pun juga membutuhkan ongkos cukup besar.
Untuk menjadi kompetitif bukan saja faktor power maksimum pada level perkasa di putaran tinggi tapi juga chassis dan elektronik secara prima. Urusan power mungkin akan tidak terlalu sulit untuk Kawasaki yang biasa memproduksi motor sport berdaya besar. Tapi chassis geometry, suspensi serta elektronik efektif dan akurat adalah hal yang harus diriset lagi. Meskipun tahun depan semua tim memakai ECU standard dan software seragam artinya performa elektronik masing-masing tim akan tidak berbeda jauh satu dengan lainnya.
Berbeda dengan Kawasaki, tim Aprilia yang sudah sukses 3 kali juara WSBK selama partisipasinya dalan kurun waktu 6 tahun melihat tantangan selanjutnya adalah naik ke level motogp. Dengan catatan tidak ada target secepatnya meraih posisi tinggi melawan tim satelit atau pabrikan yang sudah mapan. Aprilia mencoba melihat peruntungannya di motogp sebenarnya pun cukup baik musim 2015 kemarin. Dengan keluarnya tim pabrikan Aprilia dari WSBK bisa jadi menambah alasan kuat Kawasaki untuk tetap fokus di WSBK.
Pilihan dengan budget yang ada sekarang ini adalah konsentrasi penuh memenangkan kejuaraan WSBK sebanyak-banyaknya. Sebaliknya kalau partisipasi di motogp hanya sanggup bersaing pada level motor tim privater ataupun tim pabrikan baru seperti aprilia dan KTM. Pertimbangan itu akan lebih tepat dan menjadi skala prioritas tetap eksis sepenuhnya di WSBK.
Tim Honda dan Yamaha boleh bangga menguasai motogp tapi di WSBK nanti dulu. Karena ada beberapa motor jawara kuat disitu. Seperti Ducati 1199 Panigale, Aprillia RSV4R Factory, BMW S1000RR dan Ninja ZX-10R. Walaupun Honda masih memegang rekor terbanyak pabrikan Jepang dengan juara musim 6 kali sejak dari awal balapan WSBK tahun 1988. Kemudian diikuti Kawasaki 3 kali, Yamaha 1 kali dan Suzuki 1 kali, tapi sangat minim kemenangan beberapa tahun terakhir.
Tahun 2016 Yamaha dengan all-New YZF-R1 akan berkompetisi mencoba performa barunya. Dikendarai oleh juara dunia 2014 Silvain Guintoli siapa tahu keberuntungan langsung datang.
“Lebih baik merebut Singgasana Raja WSBK dari pada sekedar mendapat kursi sebagai Menteri atau Prajurit di Motogp”. Mungkin sementara ini filosofi Kawasaki Racing Team seperti itu. Demikian Bro Pembaca sekalian dan salam.
Iklan

4 thoughts on “Kawasaki Ninja antara balapan motogp ZX-RR dan WSBK ZX-10R

    RPMspeed said:
    Desember 20, 2015 pukul 2:37 pm

    motoGP mahal 😀

    —————————————
    Motor Swap Engine Lamboghini v12
    http://rpmsuper.com/2015/12/20/sepeda-motor-bermesin-lamborghini/

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 20, 2015 pukul 3:03 pm

      bener…maka itu kawasaki sementara ini blum sanggup ikutan dulu. perlu bantuan fans dari sini nih 😀

      Suka

    Sotoymancelamanya Pangelantcelleweet said:
    Desember 21, 2015 pukul 12:05 pm

    Lebih realistis jua …balapan di moto-GP istilah~nya balapan dengan motor “impian” (prototype) .. yang aplikasi~nya susah & mahal untuk di aplikasikan ke motor jalan raya. Sedangkan di WSBK, cukup dengan motor jalan raya yang ada di pasaran tapi dengan peningkatan performa yang besar2-an dan di dukung jua oleh Factory/ pabrikan masing2 merek, sehingga dengan di temukan~nya berbagai macam tekhnologi yang di pakai di WSBK, di harapkan bisa juga di aplikasikan di motor produksi pabrikan tsb. … itu kalaw menurut saya … =)

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 21, 2015 pukul 12:46 pm

      iya pak…tergantung dari penjualan motor-motor produksinya di pasaran. walaupun kawasaki juga punya divisi industri beratnya dan lain-lain.

      dengan perubahan aturan yg dibuat dorna di 2016, mudah2an bisa menolong menekan ongkos balap tim pabrikan yg gak sebesar honda dan yamaha

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s