Yamaha FZ750 motor balap AMA superbike dan WSBK

Posted on Updated on

1986 FZ750 Lawson
1986 Eddie Lawson FZ750 race bike
Pertama kali dimulainya balapan World Superbike tahun 1988 Fred Merkel dengan Honda RC30 berhasil mengambil titel sebagai juara musim. Posisi kedua di raih oleh Fabrizio Pirovano mengendarai motor Yamaha FZ750.
Perbedaan dari kedua pembalap, Honda RC30 oleh HRC di rancang secara spesial dan presisi untuk balap. Sedangkan Yamaha FZ750 lebih kepada sportbike jalan raya lebih diutamakan kenyamanan riding position. Setidaknya sampai kemudian divisi balap Yamaha mendesign juga motor khusus orientasi balap yaitu FZR750 RR.
Kesuksesan FZ750 sebelumnya ketika Eddie Lawson menjuarai balapan bergengsi Daytona 200 miles Amerika. Tidak diragukan talenta Eddie sebagai salah satu pembalap luarbiasa yang pernah menguasai perhelatan kompetisi kelas premier Grand Prix 500cc sebanyak empat kali. Keberhasilan lain yang dicapai adalah balapan AMA superbike mengantongi dua kali juara musim berturut-turut 1982-1983 menggunakan motor Kawasaki KZ1000. Menunggangi Yamaha FZ750 Eddie bersaing dengan dua pembalap Maestro juga asal USA Wayne Rayney memakai Honda dan Kevin Schwantz mengendarai Suzuki.

Lawson FZ750 dashboard

Lawson FZ750 dashboard

Lawson FZ750 Engine

FZ750 engine, kopling kering (dry clutch)
Setelah peluncuran motor berkapasitas Big Bore engine FJ1100 1100cc, tahun 1985 Yamaha mencoba mengikuti jejak Suzuki dengan memproduksi sportbike kelas menengah, tidak lain yaitu FZ750 750cc. Bersamaan kubu Suzuki merilis GSX-R750 yang diklaim sebagai race replica pertama motor sport modern. Keunggulan pada power to weight ratio menempatkan Suzuki race replica ini diatas motor-motor 750cc lainnya waktu itu. Hanya aja kekurangan pada bagian sistim pendingin engine yang masih memakai udara dan oli (air & oil cooled), belum berpendingin air (water cooled)
Hal tekhnis istimewa yang di aplikasikan pada FZ750 adalah pertama kali sportbike memakai bahan aluminium pada engine crankcase dan silinder head. Bobot engine jadi lebih ringan cukup siknifikan. Sudut silinder 45 derajat ke arah depan memungkinkan posisi intake port berdiri tegak lurus.
Karburator tipe Downdraft ditempatkan pada intake port tersebut dimana kebanyakan motor lain masih menggunakan tipe sidedraft. Karena udara mempunyai berat dengan itu campuran udara/bbm kan meluncur cepat masuk kedalam silinder akibat efek gravitasi. Pada putaran tinggi airflow mampu masuk secara cepat ke dalam cylinder langsung menuju ke dinding silinder paling bawah dan berbalik kembali melewati permukaan piston menuju dinding silinder bagian atas. Pada saat langkah kompresi, airflow dengan pola jatuh (tumble) dan berputar (swirl) bermuatan energi dari gerakan udara yang mengalir ini kemudian tercerai saat terbakar menjadi kumpulan api yang bergerak cepat bersamaan posisi piston naik mendekati TDC. Metode downdraft dapat memperpendek waktu pembakaran sejak pertama kali dinyalakan (ignite) sampai 14 atau 20 derajat setelah TDC, mencegah hilangnya energi panas yang mana mempengaruhi torsi. Efisiensi pembakaran yaitu akan lebih banyak campuran udar /bbm yang terbakar pada putaran tinggi dapat terpenuhi.
Sistim valvetrain 5 klep per silinder di terapkan pada silinder head FZ750 ini, masing-masing 3 klep intake dan 2 klep exhaust. Dengan gabungan itu semua menjadikan efisiensi airflow semakin optimal pada putaran tinggi. Silinder tidak tercekik akibat kekurangan pasokan udara yang biasa terjadi apabila ukuran valve area intake port terlalu kecil. Yamaha menyebut sistim ini dengan nama “Genesis”.

FZ750 Lawson Daytona 1985

Eddie Lawson FZ750
Selain itu posisi engine dengan sudut 45 derajat menjadikan titik berat lebih kedepan dan lebih rendah. Letak airbox dimajukan dibelakang steering head dan tanki bensin dapat lebih rendah lagi menempati ruang yang pada model sebelumnya digunakan untuk karburator tipe sidedraft. Design ini memungkinkan volume airbox lebih besar lagi. Genesis menjadi basis engine yang ditempatkan ke motor-motor sport middleweight dan hypersport Yamaha selanjutnya seperti FZ-1 Fazer dan YZF-R1.
Chassis FZ750 dirancang mengikuti layout dari engine dengan bentuk steel tube konvensional bukan dari bahan aluminium. Handlingnya walaupun tidak istimewa, cukup baik memberikan kestabilan dan determinasi di kecepatan tinggi.
Posisi berkendara yang tegak memberikan kenyamanan ditambah sistim air-assisted pada fork nya meredam sentakan di jalan yang tidak rata. Menjelajah turing keluar kota akan menjadi menyenangkan, demikian pula keliling di dalam kota.

Yamaha FZ750 85  3

1985 Yamaha FZ750  genesis 45 degree
Power maks engine FZ750 standard mencapai 105hp pada 10500 rpm di crankshaft, torsi maksimum 81 Nm @8000 rpm. Seperti juga GSX-R750, power 100hp adalah pencapaian yang istimewa pada saat itu untuk sportbike kapasitas mesin 750cc. Sanggup mendorong motor mencapai kecepatan 225 km/jam dalam keadaan engine standard dari pabrik.
Motor balap FZ750 Eddie Lawson mengeluarkan power output 130ps (95.6 kw) di ban belakang, transmisi 6-speed dan topspeed lebih dari 245 km/jam melesat di lintasan lurus sirkuit. Power termasuk istimewa dan engine mempunyai ketahanan yang diandalkan menjadikan motor ini cukup sukses di ajang kompetisi waktu itu. Motor jalan raya yang memiliki DNA motor balap. Tahun 1989 peranan FZ750 digantikan oleh motor FZR750R yang memang di design secara khusus oleh Yamaha untuk balap. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
FZ750 standard :
  • 749cc liquid cooled four cylinde DOHC 16 valved
  • Bore 68mm x stroke 51.6 mm
  • Static compression 11.2:1
  • Fuel supply Mikuni carburators 34mm x 4
  • Power 105hp @10500 rpm (at the crankshaft)
  • Torque 81 Nm @8000 rpm
  • 6-speed transmission
  • Chassis aluminum twin spar
  • Tyres front 120/80-16, rear 130/80-18
  • Wet weight 222 kg
  • Fuel tank 22 liters
 
Iklan

2 thoughts on “Yamaha FZ750 motor balap AMA superbike dan WSBK

    Pengamat said:
    Desember 8, 2015 pukul 12:08 pm

    fz750 stroke 51,6mm 4 silinder ternyata torsinya 81nm@8000rpm.
    Beda 50cc dibandingkan mt07 stroke 68,6mm torsinya 68nm@6500rpm.
    Kira2 kalo diadu menang mana?

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Desember 8, 2015 pukul 2:06 pm

    Tepatnya musti berdasarkan hasil test akselerasi motor di lapangan. dg cara hitungan bisa juga, tapi gak tepat 100%

    kalau berdasarkan perkiraan mungkin yamaha mt-07 lebih nendang di rpm bawah misalkan dari 2000 rpm sampai mencapai maks di 6500 rpm. dg stroke lebih panjang, torsi unggul di rpm bawah ke tengah. ditambah berat mt-07 yg lebih ringan cukup banyak. torque to weight ratio mt-07 lebih besar sedikit dari fz750.

    fz750 akan unggul di rpm tengah ke atas, karena peak power dan torque nya lebih besar di rpm atas.

    seperti juga ninja 650 2 silinder torsi 64 nm @7000 rpm dengan z800 4 silinder 83nm @8000 rpm. dari rpm bawah ke tengah, ninja 650 bisa nempel dekat z800. kemudian agak ketinggalan ke rpm atas, karena peak power z800 di 10200 rpm. sedangkan peak power ninja 650 di 8500 rpm.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s