Motor naked Yamaha MT-07 vs Kawasaki ER6N lebih unggul mana ?

Posted on Updated on

Yamaha MT-07
2015 Yamaha MT-07
Sejak munculnya Kawasaki Ninja 650-ER6N dikelas menengah (middleweight) 2 silinder sejajar 650cc di Indonesia, kedua motor tersebut tidak mempunyai saingan head to head, baik dari faktor harga maupun besarnya CC.  Naked bike 2 silinder lainnya adalah Ducati Monster 795 menggunakan konfigurasi mesin V-twin dan CC yang berbeda banyak yaitu 802cc. Menyusul belakangan diluncurkan Honda CBR500R dan CB500F yang sama platform nya 2 silinder inline, tapi dengan engine displacement lebih kecil yaitu 471cc.

Di awali sebelumnya merilis motor MT-09 tahun 2014 Yamaha meluncurkan MT-07 689cc 2 silinder sejajar atau dengan nama lain FZ-7. Motor naked ini bisa menjadi pesaing Kawasaki ER6N dan Suzuki SV650 V-twin yang sudah cukup lama beredar dan menjadi pilihan para bikers dikelas motor 2 silinder 600cc.
Seperti MT-09 berkarakter ringan, cepat dan torsi kuat mulai rpm bawah, MT-07 di design supaya bikers biasa maupun yang sudah berpengalaman dapat merasakan kesenangan berkendara yang belum pernah ada sebelumnya di motor kelas middleweight 2 silinder. Selama ini Kawasaki ER6N dan Suzuki SV650 menjadi pilihan yang tersedia di pasaran dan tidak diragukan kemampuan performanya. Kedua motor digunakan oleh pembalap amatir ataupun pro balapan di ajang Isle of Man TT, Southern 200 dll. Yamaha mencoba membuat motor 2 silinder agak berbeda dari yang lain.
Yamaha MT-07 menawarkan keunggulan pada aspek power-to-weight ratio (PWR). Semakin baik PWR semakin mantap akselerasi dan manuver motor. Berat basah  sekitar 182 kg dan dengan maksimum torsi 68 Nm di @6500, menjadikan MT-07 lebih ringan cukup banyak sekitar 22 kg dari Kawasaki ER6N dan 14 kg lebih enteng dari Suzuki SV650 Gladius. Torsi 4 Nm lebih besar dan mencapai puncak di rpm yang lebih rendah.  Torsi maksimum ER6N 64 Nm tercapai di 7000 rpm
Mesin 2 silinder seluruhnya baru dengan menggunakan teknologi crossplane crankshaft. Interval pengapian tidak beraturan, crankshaft 270 derajat memberikan torsi yang linear. Pengaruhnya terhadap traksi ban belakang begitu optimal mencengkram pada saat akselerasi. Efisiensi Volumetrik (VE) mesin 689cc ini secara teori sekitar 88% di putaran 9000 rpm.

Yamaha-MT-07-Swingarm MCN AU

MT-07 swingarm (MCN AU)

kawasaki ER6N

Kawasaki ER6N swingarm model steel tube
Bobot motor termasuk sangat ringan dikelas menengah 2 silinder, hal tersebut mempengaruhi kelincahan dan kegesitan motor bermanuver di jalan raya. Itu di dipertegas dengan support oleh chassis steel tube yang memegang mesin sebagai stress member nya. Serta swing arm yang ringan dan kokoh, wheelbase seperti motor balap dan cukup presisinya sistim suspensi. Handling motor menjadi responsif dan stabil menurut para tester.
Motor naked Yamaha ini sepertinya akan mampu memberikan kualitas berkendara yang memuaskan seperti opini yang tertulis di beberapa review nya. Faktor kenyamanan posisi duduk, manuver motor yang gesit, stabil  dan kuatnya respon mesin sewaktu rider membuka throttle. Sesuai dengan titelnya ” Master of Torque ” Torsi yang berlimpah tapi halus penyalurannya.

Yamaha MT-07  Engine

All-new engine 689cc crossplane crankshaft
Ban standard memakai size 180 di belakang, area kontak ban dengan aspal jadi lebih besar untuk menyalurkan gentakan torsi yang kuat. Velq belakang 5.5 inchi nya lebih lebar dari velq standard ER6 ukuran 4.5 inchi.
Menaikan lagi power di putaran atas dan torsi di midrange bisa dilakukan dengan mengganti exhaust system standard dengan merk aftermarket. Seperti Akrapovic full system exhaust menambah power 2.7 hp di 9250 rpm, torsi meningkat di putaran tengah 5600 rpm sebesar 3.2 Nm dan berat unit 1.6 kg lebih ringan dari exhaust standard.

Akrapovic full system MT 07

Akrapovic full system exhaust 
Dapat kita bayangkan MT-07 dengan bagian depan (front-end) yang ringan serta distribusi berat terpusat di tengah, motor akan mudah untuk di power wheelie menggunakan gir transmisi satu atau clutch wheelie memakai gir dua. Seperti yang bisa kita lihat test ride di video, sepertinya wheelie akan terasa lebih mudah dari Kawasaki ER6N.
Topspeed diatas 200km/jam tentu tidak jadi masalah dengan power dan torsi maksimum yang dikeluarkan MT-07. Yang jadi permasalahan adalah terpaan angin yang kuat ke rider nya menaiki motor naked. Ninja 650 fairing standard mencapai 210 km/jam. Tapi yang paling penting bukan pada faktor topspeed, melainkan kemampuan akselerasi yang cepat tercapai dalam waktu lebih singkat karena dorongan torsi besar tersedia mulai dari putaran bawah sampai  ke atas.
Belum ada berita lagi dari Yamaha Indonesia apakah motor MT-07 ini jadi diluncurkan di Indonesia. Mengingat performa yang dimiliki motor bisa dibilang istimewa pastinya akan menarik minat para penggemar roda dua, khususnya kelas middleweight 2 silinder. Tentunya harga yang ditawarkan disini harus mirip dengan Kawasaki ER6N. Yamaha MT-07 terlihat mempunyai keunggulan dari motor-motor lain dikelasnya. Tapi untuk sementara Kawasaki ER6N akan menjadi pilihan dalam hal pertimbangan harga. ER6N seken  sekarang dapat diperoleh dengan harga yang cukup rendah. Demikian ulasan ringkas ini, salam sejahtera, wassalam.
Spesification
  • 689cc water cooled two cylinder inline DOHC 8 valves
  • Bore 80mm x stroke 68.6 mm
  • Compression 11.5:1
  • power 75hp @9000 rpm (at the crankshaft)
  • Torque 68 Nm @6500 rpm
  • Chassis Diamond steel tube
  • Tyres front 120/70-17, rear 180/55-17
  • Wheelbase 1400mm
  • Seat height 805 mm
  • Wet weight 182 kg ABS
  • Fuel tank 14 liters
Iklan

2 thoughts on “Motor naked Yamaha MT-07 vs Kawasaki ER6N lebih unggul mana ?

    cmonBruh said:
    Maret 19, 2017 pukul 1:01 pm

    misi gan, konfigurasi mesin dan firing order er6 apa ya? di wikipedia er6 dibilang parallel twin 180 drajat. tapi di forum2 bilangnya kalau parallel itu 360 drajat sedangkan in line itu 180 drajat.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 19, 2017 pukul 2:34 pm

      ER6 itu 180 drajat flatplane Pak. Firing intervalnya 180-540 drajat rotasi crankshaft.

      Kalau sebutan parallel twin, inline twin atau vertical twin spertinya sama aja. Baik itu 180 atau 360 drajat flatplane crank.

      Pakai ER6N Pak?

      Mantap torsinya, sy pernah pakai jga

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s