Suspensi fork, shock belakang Ohlins motogp, WSBK

Posted on Updated on

fgr300-1280x808 RC45
Ohlins FGR300 TTX technology WSBK
Kalau kita bicarakan speed motogp yang menakjubkan bisa begitu cepat melesat di tikungan, selain grip ban yang istimewa, chassis motor yang tepat menyediakan faktor balance, peranan suspensi juga jadi faktor penting yang menentukan hasil laptime si pembalap. Point nya fork dan shock belakang bekerja untuk menjaga motor tetap stabil, mudah dikendalikan, meredam efek goyang atau ayunan yang muncul akibat melewati permukaan sirkuit yang tidak rata ataupun membatasi kecenderungan gerakan motor (bike movement) ketika hard braking selanjutnya masuk dan keluar tikungan. Suspensi menjaga ban depan dan belakang selalu tetap menempel dengan aspal.

Efektif atau tidaknya penyetelan (suspension setup) akan mempengaruhi banyak karakter motor di lintasan yang berhubungan langsung pada performa. Laptime dan hasil balapan yang diperoleh si rider selain dari kemampuan mesin, elektronik, grip ban, ditentukan juga oleh suspensi yang tepat dengan kondisi sirkuit tersebut.
Misalkan kondisi sirkuit memiliki lintasan lurus cukup banyak yang mengharuskan si pembalap mengerem kuat untuk masuk ke corner. Memenuhi situasi itu tingkat kekerasan pada fork perlu ditambah supaya gak mentok kebawah (bottom out) ketika hard braking. Demikian pula load pada shock belakang harus ditambah lagi, yang katanya untuk mencegah gejala motor understeer atau tendensi sulit untuk berbelok.
Pada tikungan dengan radius yang agak lebar dan perlu kecepatan optimal memasuki pertengahan corner (mid-corner), dengan maksud motor akan cepat pula akselerasi keluar tikungan. Memasuki tikungan seperti itu pembalap akan melakukan tekhnik trail braking, yaitu diawali dengan menekan tuas rem secara full sampai speed motor menurun banyak. Kemudian tingkat tekanan pada tuas rem secara bertahap dikurangi ketika motor mulai miring di titik belok (turn-in point) untuk memasuki corner. Tekanan terus dikurangi sesuai yang dibutuhkan sampai si pembalap transisi membuka throttle lagi di mid-corner untuk selanjutnya akselerasi penuh keluar tikungan. Pada situasi tersebut diperlukan suspensi yang balance. Fork tidak menjadi tertekan penuh dan tetap memberikan travel untuk meredam goncangan. Travel pada fork maupun pada sistim suspensi belakang saling sinergi. Hal tersebut memerlukan pengaturan kekerasan per pada fork dan shock belakang, pivot dan trail.

Troy corser WSBK trail braking

Trail braking pembalap Troy Corsey. Menikung dan knee down merebahkan motor sambil secara bersamaan tetap menekan tuas rem dan bertahap dikurangi mengikuti bertambahnya sudut kemiringan (lean angle). Terlihat fork terkena beban siknifikan.

Fork yang kurang rebound menyebabkan motor goyang pada saat akselerasi keluar corner. Karena berkurangnya traksi ban depan akibat kuatnya torsi mesin mendorong motor.  Dan timbul gejala chatter pada bagian fork-ban depan (front end) sewaktu mengerem penuh. Chatter adalah vibrasi yang muncul pada fork dengan gerakan osilasi naik-turun secara cepat. 
Banyak sekali variabel set-up nya dan saya gak faham. Dengan keterbatasan itu saya mau bahas dari segi fisiknya saja seperti kira-kira berapa harga suspensi fork dan rear shock yang digunakan motogp maupun motor WSBK?
Merk Ohlins sudah lama dan terkenal di dunia balap otomotif. Digunakan oleh mobil- mobil F1, mobil balap Le Mans, mobil balapan NASCAR, motogp, motor WSBK dll. Ohlins pernah sebagian sahamnya dimiliki oleh Yamaha. Kemudian tahun 2007 saham yang dimiliki Yamaha dibeli kembali oleh pendiri nya Kenth Ohlins. Hubungan kerja Ohlins dan Yamaha sudah berlangsung lama sejak era Grand Prix motor 500cc 2-tak.
Di arena balap motogp dan WSBK Ohlins mendominasi penggunaan fork dan rear shock oleh banyak tim. Kompetitor Ohlins yang juga besar dan lama eksis adalah merk Showa Jepang. Tim Honda biasanya memakai suspensi Showa.
Tim pabrikan besar mempunyai tehknisi khusus dari Ohlins untuk menangani masing- masing pembalap tim. Hubungan kerja yang terjalin sangat penting dimana tekhnisi Ohlins ini bisa memahami style balap si rider dengan baik. Hasilnya adalah seting suspensi motor yang akurat, efektif dan dalam waktu yang cepat.
Pada setiap penyelenggarakan event GP, Ohlins juga menyediakan sarana workshop berikut tehnisinya. Jika ada fork dan shock mengalami masalah, akan bisa di reparasi dengan segera.

Ohlins TTX GP Rear Shock

Ohlins TTX GP shock
Ada beberapa perbedaan teknologi antara fork dan shock motogp dengan motor WSBK. Walaupun tingkat performa yang dibutuhkan oleh motogp dan motor WSBK prisnsipnya sama. Hanya saja aturan homologasi WSBK, parts yang digunakan harus juga tersedia untuk publik. Sedangkan parts motogp sepenuhnya adalah prototipe. Contohnya rear shock tipe Ohlins TTX GP yang bisa dibeli di toko high performance sangat mirip dengan yang digunakan motor-motor WSBK. Di lain sisi, rear shock Ohlins TTX yang dipakai motogp ada perbedaan, seperti menggunakan solid rod piston. Parts internal dari kedua tipe shock bisa mirip satu dengan yang lain. Tapi Ohlins TTX untuk motogp tidak bisa masuk ke swingarm standard motor WSBK, misalkan swing arm motor Suzuki GSX-R1000 pembalap Alex Lowes. Demikian pula fork Ohlins tipe FGR300 WSBK dengan fork Ohlins motogp sedikit ada perbedaan material tapi dengan banyak internal parts yang sama. Cara kerjanya sama tidak ada perbedaan siknifikan antara fork dan shock untuk motogp dan WSBK.
Untuk pemilik motor yang ingin upgrade forknya dengan Ohlins tipe FGR300 harus melakukan perubahan pada segitiga triple clamp dan wheel spacer, misalkan mau dipasang ke Honda CBR1000RR.

Ohlins S36 Ninja 250

Ohlins S36 Kawasaki Ninja 250
Mengenai harga fork ataupun rear shock Ohlins. Ohlins fork FGR300 yang digunakan WSBK dijual dengan harga sekitar USD13000, atau Rp180.5 juta. Itu belum termasuk upgrade internal parts nya lagi. Kemudian tim motogp katanya membeli dengan cara bentuk paket yang terdiri dari fork dan shock Ohlins berikut juga spare parts nya. Jadi tidak dihitung per satuan unit. Budget untuk suspensi motogp bisa mencapai sekitar USD100.000 per motor dalam satu musim balap. Untuk tim privateer motogp dengan budget terbatas dapat memperoleh harga lebih rendah mendekati atau mirip dengan spek yang digunakan tim WSBK. Shock belakang Ohlins TTX GP untuk Yamaha YZF R1 dan BMW S1000RR dijual mulai dari harga USD1500. Ohlins S36 untuk Ninja 250 sekitar USD900.
Jadi bisa dibayangkan pengeluaran tim motogp dan WSBK untuk suspensi tersebut. Karena parts bagian dalam fork dan shock ada masa pakainya, harus diganti sesuai waktu yang ditentukan. Belum lagi apabila motor mengalami crash yang biasanya fork mengalami kerusakan. Kalau sampai bengkok parah, fork tidak bisa dipakai lagi perlu pengggantian satu unit. 
Demikian ulasan ringkas ini, mohon maaf atas kekurangannya. Wassalam dan salam sejahtera.
Specification  :
Ohlins FGR300 fork
  • Pressurized TTX25 technology
  • Fully adjustable preload, compression and rebound
Ohlins TTX GP rear shock
  • Twin Tube technology
  • Fully adjustable preload, compression and rebound
  • Motogp style damping adjuster
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s