Ducati 851 – 888 dimulainya dominasi motor Italia di kejuaraan WSBK

Posted on Updated on

Roche 1990

Raymond Roche WSBK 1990
Setelah dua tahun berlangsungnya kejuaraan World Superbike yang dimulai pada tahun 1988 dan secara berturut-turut titel juara dunia dipegang oleh pembalap Fred Merkel dengan menunggangi VFR750 RC30. Di musim balap tahun 1990 titel juara dunia SBK beralih ke pembalap asal Perancis Raynond Roche menggunakan motor Ducati 851 SP (sport production). Melalui kemenangan itu menandakan awal dari dominasi motor-motor Ducati pada musim balap WSBK selanjutnya. 
Dimulai pada tahun 1987, designer Ducati Massimo Bordi memutuskan membuat motor sport yang berbeda dari sebelumnya. Sportbike menggunakan sistim pendingin air (water cooled) dengan dual camshaft (DOHC) dan empat klep per silinder. Motor sport Ducati sebelumnya seperti model 750Sport, 750 F1, 900SS masih menggunakan engine dengan pendingin udara (air cooled), single camshaft dan dua klep per silinder. Maka Ducati merilis sportbike 851 konfigurasi mesin L- twin 90 derajat Desmodromic Twin Camshaft empat klep per silinder.
Munculnya Ducati 851 juga sebagai awal era motor modern yang diproduksi Ducati. Meng-adopsi sistim berpendingin air (water-cooled), empat klep per silinder, engine 851 menjadi lebih efisien dalam menghasilkan power. Ditambah pula penyempurnaan aliran udara (air flow) pada silinder head dan sistim injeksi dari Weber-Marelli diameter 50mm. Motor Ducati 851 memiliki tendangan torsi di putaran bawah sampai atas cukup siknifikan.
Dengan di rilisnya tipe 851 Ducati kemudian merencanakan ikut kejuaraan WSBK yang di mulai sejak tahun 1988 dengan Marco Lucchinelli ditunjuk menjadi pembalap utama nya. Walaupun menghadapi beberapa masalah teknis seperti ketahanan mesin yang masih kurang, Lucchinelli sukses meraih kemenangan pada posisi satu race kedua seri pertama Donnington Park Inggris dan pada seri berikutnya di Austria yang juga meraih podium satu.

Marco Lucchinelli 851

Marco Lucchinelli

Design cylinder head desmodromic multi valve sebenarnya sudah ada rancangannya sejak tahun 1973. Tapi baru bisa di aplikasikan oleh Massimo Bordi di engine 851 dimana plat form silinder head nya berasal dari motor Ducati 750 F1. Prototipe pertama sistim desmoquattro ini dibuat secara kerjasama dengan designer engine ternama dari Inggris, yaitu Cosworth Engineering.  Beberapa engine mobil Formula 1 juga didesign dan dikembangkan oleh Cosworth.
Sebenarnya Fabio Taglioni, salah satu designer Ducati lebih favoritkan engine V4 di atas V-twin. Tapi begitu V-twin 748cc mampu mengeluarkan power sampai 100 hp lebih, tes menggunakan factory dynamometer maka rencana memilih V4 engine menjadi berubah. Tetap dengan konfigurasi V-twin engine dengan kubikasi 850cc. Motor balap Ducati V-twin Desmoquattro 748cc eksperimental ikut serta pada event balap ketahanan (endurance race) di Bol d’Or Perancis.

Duct 851 tricolore

851 tricolore (classicdriver)

Duct 851 Engine

Ducati 851 engine menjadi stressed member dipegang oleh trellis frame.

Dengan power output 100 hp plus pada 10500 rpm di crankshaft, 851 Strada menjadi motor sport V-twin modern jalan raya terkuat pada waktu itu yang dibuat Ducati. Penyaluran tenaga (power delivery) begitu halus dan memiliki dorongan kuat mulai dari putaran tengah sampai ke atas. Trellis frame berasal dari 750 F1 memegang engine yang juga berperan menjadi stressed member dan swing arm terbuat dari aluminium. Tapi ternyata Ducati 851 generasi pertama ada kekurangan yaitu pada handling nya. Manuver motor jadi mengecewakan yang tidak seharusnya muncul pada superbike kelas premium.
Kemudian permasalahan itu di revisi pada 851 keluaran berikutnya yaitu 851 SP (Sport Production). Dengan mengganti velq ukuran 16 ke 17 inchi, mengganti shock belakang yang lebih panjang dan adjustable merk Marzzocci, dilengkapi knob untuk mengatur compression damping yang terletak dibawah jok. Setelah penyempurnaan pada chassis dan memakai velg 17 inchi handling motor menjadi makin baik dari sebelumnya dan mudah diprediksi. Engine juga semakin sempurna dengan perbaikan pada fuel injection, profil camshaft lebih disesuaikan, penggantian exhaust system dan rasio kompresi statik piston lebih tinggi. Power band menjadi lebih lebar lagi jangkauannya dan torsi tersedia mulai dari putran 3000 rpm kemudian menarik kuat sampai 10000 rpm

888 Doug Polen

Doug Polen Ducati 888

Ducati meningkatkan lagi performa engine 851 berikutnya yaitu dengan di rilisnya tipe 851 SP2 produksi tahun 1990. Motor versi SP2 bore-up dari 850cc menjadi 888cc dan injektor menjadi dua stage pada tiap throttle body. Power dan torsi makin bertambah demikian pula peningkatan terhadap performanya. Perlengkapan lain suspensi highend merk Ohlins pada fork dan rear shock.
Panjang connecting rod 851 adalah 124mm, bore 92 mm, stroke 64 mm. Con-rod to stroke ratio nya menjadi 1.93, cukup ideal untuk pemakaian balap operasi pada pm tinggi. Mengurangi stress pada bagian masa engine yang bergerak resiprokal seperti piston dan dinding silinder bore, juga pada laher (bearings). Efisiensi volumetrik (VE)  mesin 851 standard secara teori ialah 84.7 %
Race replika Raymond Roche 851 di lengkapi dengan velq Marvic yang sangat ringan dan shock belakang ohlins fully adjustable. Tahun 1990 Ducati 851 diberi label harga sekitar USD12500. Harga yang sudah dibilang mahal pada waktu itu. Motor 851 – 888 seken dengan kondisi masih prima saat sekarang ini bisa dihargai antara USD 35000 – 40000.
Tahun 1990 Raymond Roche berhasil menjuarai WSBK membuktikan superbike Italia bisa bersaing dengan motor-motor Jepang. Kemudian Doug Polen pembalap asal Amerika bergabung di team balap “Fast by Ferraci” mengendarai Ducati 888. Upaya Polen pada tahun 1992-1993 semakin menambah kesuksesan motor Ducati menjadi World Champion 3x berturut-turut.

Ducati_851_

Ducati 851 Desmoquattro DOHC 4 valves per cylinder, camshaft digerakan dengan belt. Engine berpendingin air sangat bertenaga untuk ukuran jaman itu memberikan sensasi dorongan kuat mulai rpm tengah-puncak.

Eralldo Ferracci Freddie 1995

Erraldo Ferraci dan Fast Freddie Spencer 1995

desmovalve
Desmodromic valve system

Sistim desmodromic aktuasi klep membuka dan menutup dengan tuas yang terhubung ke camshaft lobe. Tidak ada kecenderungan valve floating di putaran tinggi yaitu klep menabrak piston.

Ducati 851 generasi pertama adalah sebuah kekecewaan karena faktor handling tapi generasi berikutnya berubah drastis menjadi mengagumkan. Tahun 1994 akhirnya 851 SP2 diganti dengan munculnya motor sport eksotis dan ikonik yang pernah di ciptakan Ducati yaitu 916. 
Sejak tahun 1988 partisipasinya di kejuaraan World Superbike, Ducati telah memperoleh 14 kali kemenangan. Ducati menjadi pabrikan motor terbanyak menjuarai SBK sampai sekarang. Demikian wassalam dan salam sejahtera.

 

Specification 851 SBK Fast by Ferracci
  • 851 cc, 851 SP2 888cc, L-90 degree, liquid cooled DOHC 4 valves
  • Bore 92 x stroke 64 mm
  • Compression higher than standard 851 at 11.6 :1
  • Fuel system Weber EFI
  • Dry clucth multiplate
  • Transmission 6-speed close-ratio
  • Frame trellis
  • Exhaust system Termignoni
  • Chain Tsubaki
  • SBS brake pads
  • Dunlop slick tyres
  • suspension Ohlins fully adjustable fork and rear shock
  • Dry weight 148kg
  • power 130hp plus @11000 rpm (at the back wheel)
  • top speed reachs to 280 km/h

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s