Kegagalan Rossi, kemenangan Lorenzo ?

Posted on Updated on

 Lorenzo in the corner 2015

Pembaca sekalian yang baik, musim balap motoGP 2015 sudah berakhir di Valencia. Jorge Lorenzo dinobatkan sebagai World Champion untuk yang ke 3 kali nya selama karier balap di motogp. Berbagai drama terjadi di beberapa seri motogp 2015 yang menariknya lebih banyak melibatkan Rossi dan Marquez, bukannya Rossi dan Lorenzo.
Mulai dari seri ke 4 sirkuit Jerez Spanyol sampai seri ke 7 di Catalunya, Lorenzo membuktikan yang tercepat dengan menduduki posisi ke satu berturut-turut sebanyak 4 kali. Dengan arti bahwa potensi Lorenzo di musim 2015 sangat tinggi untuk menjadi kandidat juara dunia. Kemudian pada sisa setengah musim balap Lorenzo mendapatkan tiga kali lagi kemenangan podium satu.
Bagaimana dengan Rossi yang sebelumnya di 3 seri awal berhasil meraih posisi 1 yaitu pada pembukaan musim balap di Qatar dan seri ke 3 di Argentina ? . Sebenarnya Rossi memulai seri balapan 2015 dengan performa yang cukup istimewa. Rossi berhasil untuk kembali ke top level lagi sejak masuk ke Yamaha yang kedua kalinya. Dua tahun gabung dengan tim Ducati adalah masa yang sangat tidak produktif untuk pembalap sekaliber Rossi. Gaya balapnya sudah berubah, berbeda dengan style nya dulu waktu awal masuk di kelas premier GP500 dan motogp. Posisi badan Rossi yang lebih keluar (hanging off) menahan gaya sentripetal motor ketika akselerasi kuat keluar tikungan. Seperti pembalap -pembalap muda lainnya. Hanya terlihat Lorenzo mampu lebih cepat di beberapa sirkuit, dan Rossi tidak berhasil menandinginya dengan melakukan fight ketat. Di Jerez Rossi tertinggal 11.5 detik dibelakang Lorenzo. Di Le mans 3.8 detik, Mugello 6.6 detik dan Catalunya 0.8 detik. Dari indikasi itu bisa diartikan race pace rossi tidak bisa menyamakan Lorenzo yang unggul dan cepat setiap melewati tikungan. Tidak ada fight atau overtake yang ketat antara Rossi dan Lorenzo. Walaupun juga Lorenzo tidak selalu kuat di beberapa sirkuit seperti Qatar, COTA USA, Argentina, German dan Belanda. 
Atas indikasi tersebut dan dengan analisa saya yang terbatas dan awam, bahwa performa Lorenzo memang sedikit lebih unggul dibeberapa sirkuit. Kelebihan Lorenzo pada saat cornering speed memang banyak memberikan kontribusi menciptakan gap dengan pembalap lain di belakangnya.
Kemudian bagaimana dengan point Rossi yang mempunyai keuntungan memperoleh melebihi point Lorenzo? Apakah kekalahan Rossi terkait dengan berseteruan nya dengan Marquez? 
Insiden Rossi dengan marquez yang sudah kita ketahui terjadi mulai di Argentina dan kemudian di Assen Belanda. Racing Director memutuskan Rossi telah masuk lebih dulu di pintu corner kanan pada chicane di Assen dan Marquez dari sisi dalam kanan (right hander) berusaha masuk yang akhirnya terjadi kontak. Demikian juga pada saat Rossi overtake Marquez di Argentina dan Marquez mencoba untuk tetap mempertahankan posisi nya dari sebelah kanan memasuki tikungan kiri. Kemudian move tersebut memberi dampak terhadap bagian depan motor Marquez yang mengalami kontak dengan bagian belakang motor Rossi. Posisi Rossi saat itu sudah berada di depan Marquez ketika masuk ke tikungan kiri. Kalau pendapat dari fans Marquez berdasarkan point of view mereka pastinya berbeda dengan keputusan Racing director.
Kemudian terjadi drama di Sepang yang sudah kita lihat bersama, Rossi melakukan manuver untuk memperlambat Marquez yang dianggap menghalangi nya memacu motor mengejar Lorenzo di depan. Saya tidak membahas apakah Rossi sengaja menyenggol dengan dengkul ketika Marquez mendekat ke bagian samping kiri motor nya . Atau karena itu terjadi akibat handle bar bagian kanan marquez yang mendekat dan menyentuh Rossi. Brake lever guard motor Marquez luput atau gagal melindungi yang berakibat tuas rem tertekan dan ban depan mengunci…. Semua bisa terjadi.
Jelasnya Rossi melakukan kesalahan atas insiden tersebut. Seharusnya Rossi tidak meladeni Marquez walaupun dia anggap Marquez punya maksud tertentu memperlambat race pace nya. Atau istilah bebasnya Marquez sengaja merecoki untuk bikin ribet Rossi mengejar Lorenzo. Karena masih ada 15 an lap lagi yang harus dilewati di depan. Bisa aja Marquez akan memacu motornya kedepan atau malahan mundur. Tapi yang ada di benak Rossi saat itu adalah melakukan manuver tersebut dan itu menjadi keputusannya dan telah dibayar dengan start dari grid belakang pada balapan terakhir Valencia. Rossi mampu naik step by step sampai ke posisi 4. Tapi upaya menekan dari grid belakang tersebut telah mengorbankan banyak layer compound ban slicknya. Rossi gak punya banyak grip ban lagi untuk memacu lebih cepat mengejar 3 pembalap di depannya sampai balapan berakhir.
Saya pribadi dari dulu fans dengan Rossi, seperti fans dengan Mick Doohan. Tapi juga bersikap realistis bahwa performa balapnya Rossi terlihat sudah tidak seperti dimasa jayanya dulu waktu masih lebih muda. Dulu Rossi yang cepat, agresif, berani ambil resiko dan memiliki determinasi tinggi. Selalu berusaha menekan untuk fight dengan pembalap saingannya. Race pace Marquez saat ini yang agresif dan cepat adalah cerminan dari Rossi disaat muda dulu.
Marquez adalah young gun, skill tinggi dan berani ambil resiko. Ini adalah modal sebagai pembalap untuk menjadi yang tercepat di setiap tikungan-tikungan. Tentunya dengan di support oleh motor yang prima dan tim yang berkualitas. Kedepan Marquez akan bisa sukses lagi, tapi tetap akan muncul tantangan-tantangan di setiap balapan yang gak mudah dihadapi dan faktor keberuntungan yang tidak kalah penting dan sering kali tidak terpikirkan. Keberuntungan untuk tidak mengalami masalah teknis, tidak cedera berat. dll. Faktor keberuntungan mempengaruhi hasil musim balap secara keseluruhan dan itu adalah bagian dari dinamika dunia balap. 
Kembali pada issue kegagalan Rossi di musim balap 2015 apakah terkait dengan upaya Marquez seperti yang dituduhkan Rossi? Hemat saya kalau aja Rossi bisa secepat Lorenzo atau lebih cepat lagi pada sisa 9 seri, mungkin kejadian di sepang tidak akan muncul. Begitupun juga di Phillip Island. Misalkan memang benar Marquez ada niatan untuk menjegal Rossi, pasti upaya tersebut akan jadi tidak mudah. Rossi memang melihat ada peluangnya di 2015, walaupun dia faham dengan margin yang tipis. Rossi mengetahui bahwa Lorenzo lebih cepat.
Performa Rossi di 2015 tetap patut untuk di berikan jempol. Pembalap paling senior tapi masih mampu bersaing dan menempati top level. Motogp telah ber evolusi sedemikian rupa yang menjadikannya sebuah motor (machine) yang digdaya berkecepatan tinggi di tikungan. Demikian pula dengan ban yang sangat luar biasa grip nya dibandingkan dengan ban slick 20 tahun yang lalu. Dengan cornering speed seperti sekarang akan tidak mudah bagi pembalap seusia Rossi ber kompetisi di level atas. Tekanan gravitasi di saat mengerem kuat dan upaya menahan motor ketika mulai akselerasi cepat keluar corner dari awal balapan sampai selesai, jelas memerlukan stamina yang prima. Tapi terbukti Rossi dengan skill balap dan ketahanan fisiknya masih bisa melesat di tikungan dengan cepat, hanya saja bukan lagi jadi yang tercepat.
Musim balap tahun 2016 mendatang akan menyediakan peluang-peluang baru untuk seluruh pembalap. Dengan berbeda merk ban dari Bridgestone ke Michelin, kemudian penyeragaman software elektronik motor. Motor akan menjadi berbeda karakternya secara siknifikan. Mempengaruhi refleks, perkiraan atau feeling si pembalap yang sudah terbiasa dengan karakter lama.
Seperti test yang dilakukan di Valencia baru-baru ini setelah balapan. Ban depan Michelin mempunyai kelemahan pada grip yang tidak se-superior ban depan Bridgestone. Ban depan cenderung tidak memberi isyarat kepada si rider apabila grip mulai lemah. Yang konsekensinya bisa langsung hilang grip dan crash. Demikian pula dengan elekronik yang katanya set-back, yaitu respon yang lebih lambat. Jadi akan ada penyesuaian dan pengembangan pada semua lini. Pembalap sama-sama lagi dari awal dan akan terlihat siapa yang akan cepat ber adaptasi dan lebih unggul.
Mudah-mudahan di 2016 tetap akan menyajikan tontonan yang seru bagi kita penggemar olah-raga otomotif khususnya Grand prix motogp.  Dan juga kita gak terkotak-kotak karena sikap fanatik terhadap merk motor ataupun pembalap nya. Salam sejahtera, wassalam.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s