Ada apa dengan Rossi di Sepang 2015?

Posted on Updated on

Rossi vs Marquez Sepang 2015

Kejadian dramatis di sirkuit Sepang menciptakan kontroversi yang lumayan memanaskan atmosfir  dunia motogp. Rossi yang unggul 11 point dari team mate nya, memilih mempertaruhkan yang di miliki dengan meladeni manuver-manuver Marquez yang di anggap mempunyai niat menghalangi laju motornya mengejar Lorenzo. Rossi sempat sebelum kejadian yaitu di tikungan 8 menengok kebelakang dan memberi isyarat dengan tangan ke Marquez yang maksudnya mungkin memberi Marquez peringatan. Selanjutnya Marquez di anggap masih ber manuver  yang tidak seharusnya dan di tikungan 13 ke kanan Rossi menekan Marquez dari sisi dalam lintasan. Kemudian keduanya bersentuhan dan Marquez crashed kehilangan traksi ban depannya.

Alasan Rossi melakukan hal itu untuk melambatkan Marquez karena manuver nya yang dianggap menghalangi katanya. Marquez selalu meng overtake setiap mencapai braking point sebelum masuk tikungan. Kemudian melambat di tiap tikungan tapi tidak segera akselerasi di lintasan lurus kata Rossi. Tindakan Marquez tersebut menurut Rossi menahan lajunya untuk mengejar Lorenzo yang sudah melesat di depan.

Terlepas Marquez akhirnya jatuh di tikungan 13, tapi apa yang melatar belakangi Rossi untuk memilih melakukan hal tersebut yang konsekwensinya bisa mempengaruhi posisinya sebagai pimpinan klasemen motogp? Apakah Rossi saat itu sudah mempertimbangkan walaupun dalam situasi yang harus cepat? Rossi bisa aja memilih untuk tidak meladeni Marquez dan melanjutkan race dengan situasi seperti itu yang mungkin di lap selanjutnya Marquez akan menjauh kedepan atau mundur kebelakang karena masih banyak lap yang harus dilalui kedepan. Dan apakah Marquez akan selalu menempel dan mengganggu Rossi sampai akhir balapan?

Kata Rossi : “I looked at Marquez five or six times on the first laps. I look at him to say ‘what you f**king doing?’ why you do this another time? “

Di lap 5 Marquez dan Rossi saling menyusul sampai 9 kali. Cukup banyak overtake dan apakah bisa dibilang tidak ada sesuatu yang terjadi di antara mereka? Dua pembalap fight dengan ketat untuk posisi tiga di lap-lap awal bisa dikatakan sesuatu yang tidak biasanya. Sedangkan masih ada 15 an lap lagi yang harus diselesaikan.

Race pace Marquez sebenarnya kuat di Sepang dengan dia buktikan masuk posisi kedua pada saat kualifikasi. Bisa saja Marquez fight ke depan dengan Pedrosa atau di posisi dua dibelakangnya dengan menyusul dan mengambil posisi Lorenzo. Atau memang Marquez sebenarnya mengalami masalah seperti yang dia katakan di media. Setidaknya di corner, tapi mengapa Marquez tidak akselerasi RCV nya pada saat  masuk lintasan lurus seperti yang dikatakan Rossi? 

Sebelum balapan Sepang di depan media Rossi mengatakan bahwa Marquez ” bermain ” dengan dia di Phillip Island. Marquez lebih cepat dari siapapun dan bisa melaju ke depan dari pada berada diantara mereka, yaitu Rossi dan Iannonne. Manuver Marquez menghambat Rossi mengejar Lorenzo yang dianggap Rossi waktu itu JL tidak terlalu kuat race pace nya. Dengan kata lain Rossi akan bisa fight dengan Jl apabila Marquez tidak merecoki istilahnya.

Mungkinkah kejadian di Argentina dan Belanda sebelumnya memicu ke tidak sukaan Marquez terhadap Rossi untuk meraih Juara musim balap 2015?  Dengan itu Marquez memilih Lorenzo rekan se negaranya dengan sedikit semangat Nasionalisme misalnya? 

Rivalitas adalah hal yang lazim di dunia kompetisi otomotif dan juga olah-raga lainnya. Sebelumnya Rossi rival dengan banyak pembalap mulai dari Biaggi, Gibernau, Hayden, Stoner dan Lorenzo di 2009. Bedanya waktu itu Rossi bersaing dengan satu pembalap kuat di klasemen. Sekarang ini di akhir-akhir musim balap, tiba-tiba Rossi merasa dihadapkan bersaing dengan 2 pembalap sekaligus. Kalau memang apa yang dikatakan Rossi benar tentunya itu menjadi semakin berat dan sulit bagi Rossi. Setelah balapan di Aragon Rossi sempat datangi Pedrosa yang mengalahkannya di posisi kedua. Menanyakan mengapa perlawanan Pedrosa begitu sengit terhadapnya. Apakah Pedrosa antipati dengan Rossi dan lebih favoritkan Lorenzo untuk menjadi Juara motogp 2015? semua ada dipikiran masing-masing. Pedrosa mungkin tidak akan pernah menjadi juara motogp, tapi mentalitas atau karakter Pedrosa sebagai seorang pembalap cukup senior MotoGP patut diacungkan jempol…salute!

Memang belum ada aturan apa bila pembalap di overtake oleh pembalap yang memimpin point klasemen, harus memberikan posisinya atau tidak melakukan perlawanan untuk mempertahankan nya. Marquez dengan itu berhak melakukan fight dengan Rossi, begitu pun juga Pedrosa di Aragon. Hanya mungkin ada kejanggalannya sewaktu Lorenzo meng overtake Marquez dan Marquez tidak melakukan fight untuk mempertahankan posisinya. Ini yang dilihat Rossi bahwa Marquez ada unsur kesengajaan untuk menghalangi..

Sekarang posisi Rossi sudah sangat berbalik akibat memilih tindakan tersebut terhadap Marquez. Dengan kejadian itu Rossi memperlihatkan kelemahannya dan juga rasa frustasi karena ulah Marquez yang dianggap bermain untuk merugikannya. Sanksi dikenakan oleh Race Director untuk start di grid belakang di Valencia dan pengurangan 3 point. Dengan situasi tersebut hanya faktor keberuntungan yang dapat membawa Rossi menjadi Juara dunia ke 8 kali nya di kelas premier pada musim balap 2015 ini. Sebagai manusia yang terbatas dia mempunyai keterbatasan pula menghadapi situasi saat itu di Sepang dengan Marquez. Itu adalah pilihan Rossi yang suka atau tidak suka harus dia hadapi. Dan Marquez sebagai pembalap muda yang berani dan berbakat. Apabila tuduhan Rossi benar adanya maka Marquez perlu belajar lagi me manage emosional nya. Bahwa sikap membalas itu terlihat tidak elegan dan sportif sebagai seorang pemegang titel juara.

Untuk Rossi dengan apa yang dia sudah pilih yaitu tidak lain adalah menjalankan sanksi seperti yang diputuskan oleh pihak otoritas. Dijalankan dengan jiwa besar yang akan merefleksikan Rossi tetap sebagai salah satu dari rider ” the greatest of all time “

Salam.

Iklan

2 thoughts on “Ada apa dengan Rossi di Sepang 2015?

    otoplanet said:
    Oktober 31, 2015 pukul 10:06 am

    pemikiran yg bijak om… tidak memihak tp sama2 belajar dr suatu kejadian… diluar itu sy jujur sngat kagum dg skill rossi dlm dogfight, dia begitu paham celah kelemahan lawan dlm overtake

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Oktober 31, 2015 pukul 11:25 am

      iya pak…keduanya terpancing emosi masing-masing. dan di sejarah balapan memang terjadi seperti ini. Rossi ter provokasi oleh manuver marquez.

      Rossi patut di apresiasi dengan umur yg cukup tua masih bisa berada di level atas. Pembalap yg tersukses pencapaiannya sepanjang sejarah motor kelas premier modern setelah mick doohan.

      Saya fans dengan marquez karena skill balap dan keberaniannya. mudah2 an dia bisa seperti rossi kedepan.

      Hanya mungkin bnyk yg tidak perhatikan kalau karier pembalap dg skill tinggi kadang terkena hambatan yaitu faktor keberuntungan dg gak mengalami kecelakaan yg parah.

      Contoh Wayne rainey dan doohan yg berhenti balap disaat karier nya naik krena mengalami kecelakaan yg berat. Doohan memilih berhenti dan rainey lumpuh.

      Rossi sampai saat ini beruntung tdk mengalami big crash. dg itu baik nya menurut sy dia pensiun aja. Krena kedepannya akan berat mengingat umur semakin bertambah dan otomatis skill maupun nyali akan berkurang utk berkompetisi dg pembalap2 muda yg lebih kuat fisiknya dan lebih berani.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s