Motor juara GP500 1993 Suzuki RGV500 Kevin Schwantz

Posted on Updated on

Kevin Schwant Suzuki

1994 Suzuki RGV500

Pembaca yang baik pada majalah Performance Bikes edisi September 2015 membahas motor Suzuki RGV500 pada era balapan GP500 2-tak. Tidak lain adalah motor tunggangan pembalap asal Amerika Kevin Schwantz juara GP500 tahun 1993.

Pada saat event balapan GP Bikes Legends 2015 di sirkuit Jerez Spanyol,  John Urry dan Paul Bryant dari Performance Bikes mendapat kesempatan meliput tim yang menangani motor nya Schwantz dan Aoki pada event tersebut.
John Urry mencoba men start mesin motor untuk dipanaskan dengan membuka – tutup throttle sampai indikator digital temperatur mesin mencapai 60 derajat celcius. Setelah itu baru mesin RGV500 boleh di revving mendekati 12000 rpm. Sambil mekanik mengawasi apakah power valve servo motor bekerja dengan baik, membuka secara full.

schwant-rgv500-asphaltandrubber

Lucky Strike RGV500 (asphaltandrubber)

Performance Bikes menjelaskan apa aja parts dan komponen yang ada di RGV500 Kevin schwantz itu.
Mesin 498cc dengan bore 56mm dan stroke 50mm, konfigurasi V 80 derajat. Supply bensin dan udara ke mesin oleh 4 karburator merk Mikuni tipe flat-slide size 36mm yang terbuat dari bahan magnesium.
Chassis dari aluminium tersambung di las dengan tangan dan menggunakan swingarm berbentuk pisang yang terkenal di awal tahun 1989, yaitu motor RGV500 Pepsi.
Brake calipers merk AP terbuat dari aluminium dengan enam piston. Steel Disc ukuran 320mm tapi dengan area penampang yang tidak besar dibandingkan dengan disc modern. Itu karena brake pad AP yang berukuran kecil.

Schwantz Pepsi RGV500

Velq memakai merk Marchessini model 3 bintang dari magnesium. Velq ukuran 17 inchi buatan Italia yang sudah terkenal lama di dunia balap motor. Pada tahun 1994 velq model 3 bintang diganti dengan 5 bintang. Dikarenakan velq 3 bintang yang agak lentur menjadi tidak optimal dengan bertambahnya beban akibat tekanan pada rem yang meningkat.
Fork menggunakan Kayaba upside down ukuran 43mm dengan compression, rebound dan preload yang terpisah pada masing-masing fork. Bagian bawah fork terbuat dari magnesium.
Radiator quad core system yang tersusun dari empat individual radiator, menjamin suhu mesin RGV tetap stabil pada saat digeber sampai rpm maksimum.
RGV500 tahun 1994 menggunakan quickshifter untuk pertama kalinya. pemindahan gigi transmisi menjadi lebih cepat pada waktu akselerasi. Quickshifter aftermarket sekarang ini sudah banyak tersedia dijual dipasaran.
Exhaust terbuat dari full titanium dengan carbon canister. Ada bagian pada mounting yang terbuat dari magnesium dengan tujuan meredam vibrasi.
Tanki motor ber kapasitas 32 liter menampung bbm Avgas mengandung timbal. Mesin motor menelan 2.37 liter untuk jarak tempuh 10km. Tim memakai oli Castrol 747 fully synthetic yang dibanrol 17 poundsterling per liternya atau sekitar Rp. 351 ribu.

RGV500 Schwantz

Rantai menggunakan ukuran pitch 520 dengan sproket belakang paling kecil. Karena semakin besar ukuran mata pada sproket belakang semakin mudah motor wheelie akibat  torsi mesin yang kuat. Wheelie menjadikan speed motor lebih lambat pada waktu akselerasi.
Gear box RGV 6 kecepatan dengan tipe cassette ada 3 pilihan yang dapat diganti dalam waktu 20 menit sesuai kebutuhan mengikuti layout sirkuitnya.
Rem belakang 2 piston Tokico dari magnesium dengan  fully-floating disc. Walaupun rem belakang jarang digunakan karena gaya balap Schwantz tidak memakai rem belakang atau hanya sekali-sekali saja.
RGV ada switch pengalihan yang memungkinkan mengganti 3 pilihan exhaust power valve maps. Juga ada opsi untuk melambatkan (retard) waktu pengapian (ignition timing)
Schwantz membawa motor RGV nya setiap enam bulan sekali di lintasan sirkuit. Dengan bertambahnya usia motor maka Schwantz membawanya dengan sangat hati-hati. Berbeda pada saat dulu balapan di GP500. Semua part motor tersedia apabila ada yang rusak dan harus diganti.
Menurut Schwantz RGV500 2 tak menyenangkan dikendarai dari pada motor 4 tak. Di balapan endurance Suzuka 8 Hours Schwantz membawa Suzuki GSX-R1000 4-tak dan menurut dia membosankan. Elektronik GSX-R1000 sangat bagus dan motor menjadi mudah dikendarai. Throttle bisa dibuka lebar tanpa kuatir ban belakang spin. karena traction control akan bereaksi untuk mengkoreksi/mencegah ban belakang slide atau motor jadi highside.
Beda dengan RGV500 2 tak yang secara tiba-tiba tanpa disadari bisa membuat ridernya terlempar dari motor. Dengan motor GP500 si pembalap harus hati-hati membuka throttle pada saat akselerasi keluar dari tikungan. Terutama pada saat posisi motor masih miring. Tendangan torsi mesin motor pada putaran 8000 rpm bisa berakibat ban belakang spin atau yang terburuknya motor highside.
Horsepower mesin yang disemburkan saat itu sekitar 175-180 hp pada kisaran 12000 rpm (di ban belakang) dan dengan torsi puncak sekitar 101.7 Nm di 11000 rpm. Hampir 5 kali torsi maks Ninja 250R yang sebesar 21 Nm di 10000 rpm dan bobot motor yang lebih ringan 35 kg. Digabungkan itu semua menciptakan power to weight ratio yang istimewa. Jadi bisa dibayangkan tendangan torsi dasyat RGV500 ini kalau throttle dibuka secara penuh.
Schwantz berhenti dari balap GP500 setelah mengalami cedera yang lumayan berat. Di era GP500 dimana elektronik belum ada seperti sekarang. Banyak pembalap mengalami cedera parah akibat liarnya torsi motor GP500 dibarengi dengan berat motor yang ringan yaitu 130 kg.
Kata Schwantz ” The power would kick you in the ass and you would be flying through the air”.
Iklan

4 thoughts on “Motor juara GP500 1993 Suzuki RGV500 Kevin Schwantz

    Cemedz said:
    Oktober 13, 2015 pukul 2:18 pm

    motor monster. pembalap yg pake juga monster. gokill abisss. tanpa elektronik aid pembalap d tuntut mampu mengoptimalkan motor dalam kondisi apapun, full feeling pembalap. elektroniknya cuma pake tangan kanan. gimana ya mereka latihannya? have no idea. hehehehe. nuwun

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Oktober 13, 2015 pukul 2:45 pm

    GP500 motor sangar dan emosional … Ridernya bnyk yg dibikin cedera

    Suka

    enak said:
    Oktober 14, 2015 pukul 8:18 pm

    satu2nya pembalap stok lama yg pernah merasakan 2 stroke 500cc dan 4 stroke 900 & 1000cc cuma Valentino rossi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s