Penilaian dan pendapat motor naked Kawasaki Z800

Posted on Updated on

photo(4)

Kali ini mau coba bahas Kawasaki Z800 yang saya sudah kendarai sejak tahun 2013. Apa aja kelebihan dan kekurangannya berdasarkan penilaian saya. Akan berbeda review dengan pemilik motor Z800 lainnya. Bagi Pemirsa yang belum mendapat info sebelumnya bahwa Z800 adalah penerus dari Z750 yang sama-sama dikelas naked bike.

Pertama kali Z800 di rilis pada tahun 2013 dengan tujuan me refresh motor naked gen Z sebelumnya yaitu Z750 750cc yang pertama kali diproduksi tahun 2004.  Z750 dan Z800 masuk dalam kelas naked bike berukuran menengah atau middleweight. Kakaknya yang lebih besar dan powerful yaitu Z1000 1000cc diluncurkan dari pabrik Kawasaki satu tahun lebih awal tepatnya pada tahun 2003.
Kalau ditarik lebih awal lagi maka generasi pertama nya adalah Kawasaki Z2 750RS tahun 1973. Motor Z2 Z750RS DOHC berpendingin oli (oil cooled) dan menggunakan transmisi 5 kecepatan.  Motor 750RS sangat menarik dan elegan di era nya.

Kawasaki Z750 73

Kawasaki Z750RS 1973

2011-kawasaki-z750r

2011 Kawasaki Z750R
Dengan peningkatan pada cc mesin, Z800 memproduksi horsepower sedikit lebih besar dari Z750 sebelumnya. Walaupun dibarengi juga dengan penambahan berat motor sekitar 5 kg.
Saya pilih Z800 atas pertimbangan model nya yang cukup futuristik dan ingin mencoba motor dengan riding position yang tegak. Sebelumnya menggunakan motor tipe Supersport seperti Suzuki GSX-R750 K5 yang tentunya memiliki riding position yang bungkuk. Ciri motor Supersport yang siap balap (race oriented) yaitu stang jepit dibawah tripple clamp dan jok dengan posisi tinggi. Dengan posisi tersebut pengendara akan cepat merasa capek ketika jalan jauh turing ke luar kota misalnya.
Pertama kali riding Z800, motor terasa lebih ringan, mengingat bobotnya yang lumayan berat 229kg. Ketika mulai berjalan berat motor menjadi berkurang. Melaju pada kecepatan dalam kota motor memberikan kenyamanan yang baik dari faktor riding position maupun juga suspensi. Motor merespon cepat dan mudah sewaktu menikung pada kecepatan cukup tinggi juga terasa stabil dan kokoh. Disaat ber akselerasi, mesin Z800 kuat dan responsif mengikuti dengan bukaan throttle. Kawasaki men design motor gen Z diutamakan kepada torsi besar mulai dari rpm bawah sampai redline di 10500. Untuk maksimum horsepower memang tidak terlalu besar yaitu 113 hp pada 10200 rpm di crankshaft atau sekitar 102 hp di ban belakang. Bandingkan dengan motor Supersport Suzuki GSX-R750 thn 2015 yang mengeluarkan 148hp @12800 rpm di crakshaft. Hanya Z800 yang torquey akan unggul untuk akselerasi jarak pendek. Torsi maksimum Z800 sebesar 83 Nm tercapai pada 8000 rpm. Sedangkan torsi GSX-R750 di 86 Nm memuncak 3200 rpm lebih tinggi dari Z800 yaitu pada 11200 rpm
Range putaran mesin yang sering digunakan ketika city riding maupun turing dikisaran antara 2500 sampai 7000 rpm. Maka torsi mesin Z800 sesuai untuk rider yang mengendarai motor di dalam kota dan luar kota. Mulai di 2000 rpm motor akan meluncur cepat dengan torsi yang tersedia sampai ke rpm atas. Hal tersebut mengurangi situasi harus memindah gigi transmisi ke yang lebih rendah jika akan menyusul kendaraan didepannya.
Riding dalam kecepatan sangat rendah pada gigi satu, motor akan mudah menyentak apa bila throttle dibuka terlalu cepat. Menjadikan motor berjalan kurang halus, cenderung meloncat-loncat. Mungkin karena torsi mesin yang tersedia di rpm bawah sudah cukup kuat. Dengan penurunan 2 mata pada sprocket belakang yaitu dari standard 45 ke 43 akan mereduksi gejala sentakan tersebut.

z800-abm-sentul-2013

Sentul 2014
Dalam keadaan jalanan macet bobot motor memang akan terasa ketika bergerak lambat atau berpindah posisi di antara mobil-mobil. Radius putaran stang (handle bar) yang sedikit membuat manuver agak sulit, terutama kalau mau berbalik arah. Semakin miring motor makin terasa berat, maka tidak disarankan menerobos sisi kiri jalan yang tidak rata atau agak tinggi dan miring waktu lalu-lintas macet.
Pengereman Z800 yang dilengkapi ABS cukup baik dalam arti mampu mengurangi kecepatan motor secara siknifikan. Untuk track day kanvas rem (brake pads) saya ganti dengan tipe Sintered merk EBC yang tahan panas tinggi. Kanvas rem standardnya bekerja efektif dan kuat untuk pemakaian di jalan raya. Hanya akan melemah (fade) daya cengkramnya untuk pemakaian di sirkuit.
Ban standardnya yaitu Dunlop Sportmax D214 sudah lebih dari cukup pemakaian di jalan raya dan turing luar kota. Pada saat jalanan dalam keadaan kering maupun pada waktu hujan ban memberikan kemampuan yang baik dan rasa aman. Walaupun saya mengganti dengan Metzeler Sportec M7 RR . Hanya perlu disiasati oleh rider apabila akselerasi di gigi satu pada saat hujan atau melewati jalanan basah. Supaya membuka throttle dengan halus, tidak membuka secara tiba-tiba. Torsi yang lumayan besar dari rpm rendah bisa mengakibatkan ban belakang spin. Maklum mengingat Z800 tidak dilengkapi dengan traction control.
Dengan indikator digital di dasboard Z800 cukup ok memperlihatkan informasi kepada rider seperti tachometer, speedometer, fuel tank indicator dll. Walaupun akan redup pada saat riding siang hari karena tampilan dasboard yang terbuka. Untuk mengetahui voltage motor, saya tambahkan volt meter merk Koso.
Mengenai aksesoris aftermarket Z800 banyak tersedia disini. Mulai dari exhaust system seperti Arrow, SC Project, Scorpion. Peredam stir (steering damper) merk Hypersport. Pyggyback merk Dynojet Power commander 5, Bazzaz. Brembo RCS19 Master cylinder brake dll.
Motor naked lain dengan kubikasi 800 cc atau 750 cc yang menjadi kompetitor Z800 di Indonesia adalah Ducati Monster 821 dan Suzuki GSR750. Motor diatasnya dengan kubikasi mesin lebih besar adalah Yamaha MT-09 dan dibawahnya ialah Honda CB650F. Ducati Monster 821 mempunyai keunggulan bobot yang lebih enteng sekitar 23 kg dari Z800 dan menghasilkan torsi maksimum 6.4 Nm lebih besar. Suzuki GSR750 juga memiliki berat yang lebih ringan 18 kg dan dengan model lekukan futuristik yang menarik. Yamaha MT-09 mempunyai bobot yang sangat ringan yaitu 182 kg. Torsi mesin yang kuat, bobot yang lightweight menjadikan MT-09 mudah di power wheelie. Honda CB650F walaupun dengan cc yang lebih kecil, akan memberikan sensasi riding yang tidak kalah dengan motor ber cc lebih besar yaitu pada rasa nyaman dan kelincahan.

gsr750-a

Suzuki GSR750 2014 (motorcyclenews.com)

duke-monster-821-a

Ducati Monster 821 (ducati.com)
Demikian sekilas review pendek kawasaki Z800 dari saya. Motor naked Z800 kelas middle weight yang bisa menjadi pilihan di antara motor-motor naked yang sudah bisa dibeli di Indonesia. Kelebihannya pada torsi mesin yang cukup responsif dan powerful. Motor cepat ber akselerasi dari kecepatan rendah. Touring menanjak kepuncak akan mudah misalkan dengan boncenger. Selama ini motor tidak mengalami problem tehnis yang siknifikan. Kekurangannya seperti yang telah disebutkan diatas ialah pada faktor bobot motor yang cukup lumayan berat. Menjadikan motor agak lambat ber manuver kiri-kanan di saat jalanan macet. Mungkin disaat macet agak lama, temperatur mesin menunjukkan pada posisi 104-105 celcius. Walaupun kipas radiator mampu menjaga suhu mesin untuk tidak naik, sebaiknya si rider tetap men cek temperatur indikator selama keadaan macet lama. Semoga bermanfaat wassalam.
  • 4 stroke DOHC 16 valves
  • 806 cc
  • Bore & stroke 71 X 50.9 mm
  • Static compression ratio 11.9 : 1
  • Fuel injected Mikuni 34 X 4 with dual throttle valves
  • Power 103 bhp@10200 rpm (at the back wheel) 113hp at the crankshaft
  • Torque 83 Nm @ 8000 rpm
  • Fuel tank capacity 17 litres
  • Wet weight 229 kg
Iklan

7 thoughts on “Penilaian dan pendapat motor naked Kawasaki Z800

    abaydmz said:
    September 18, 2015 pukul 9:05 pm

    Sekalian pakai oli sesat om 😀

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      September 19, 2015 pukul 12:50 am

      Boleh jga di tes oli aliran sesat nya 😄

      Suka

        abaydmz said:
        September 19, 2015 pukul 9:12 am

        Main2 ke grupnya aja om, kali aja ada moge jg pakai oli sesat

        Suka

    otoplanet said:
    September 24, 2015 pukul 10:33 pm

    btw suara exhaust-nya udh kyk mobil gk tuh hehe

    Suka

    renhan said:
    Oktober 12, 2015 pukul 9:25 pm

    kalo scara value n build quality lebih bagus mana dg gsr750 om?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Oktober 12, 2015 pukul 9:47 pm

      suzuki gsr750 bagus pak faktor kualitas nya. Dg bobot yg lebih ringan, manuver akan lebih mudah di dalam kota. hrga mirip dg Z800.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s