MotoGP 9 seri lagi, apa yang akan terjadi ?

Posted on Updated on

Lorenzo in the corner 2015

Sembilan seri MotoGP sudah berjalan, sembilan seri lagi yang tersisa. Masih cukup banyak dan apapun bisa terjadi, siapapun masih punya kesempatan untuk jadi juara dunia 2015. Rossi memimpin klasemen dengan angka 179, Lorenzo 166, Iannone 118 dan Marquez 114. Dari separuh musim balap ini kira-kira apa yang bisa kita buat analisa terhadap pembalap-pembalap top level tersebut. Akan seperti apa performa dan stategi mereka menyelesaikan 9 seri kedepan dengan tujuan menutupnya sebagai MotoGP World Champion.

Sejak di Assen Marquez terlihat kembali ke skill balapnya lagi, mampu menekan ke posisi depan dan overtake Rossi. Terjadi fight yang cukup intensif di lap-lap terakhir yang menimbulkan drama pada Geert Timmer Bocht chicane. Balapan MotoGP seri ke delapan di Assen dimenangkan oleh Rossi. Kemudian sirkuit Sachsenring German, dari awal Marquez terus memimpin sampai balapan berakhir dengan gap waktu antara pembalap lain yang cukup siknifikan. Kesimpulannnya problem yang muncul terhadap motor marquez sepertinya sudah dapat dikurangi walaupun belum sepenuhnya katanya.

Problem muncul di awal-awal seri yaitu engine brake mesin yang terlalu kuat ketika transisi gigi transmisi ke yang lebih rendah. Motor sering slide liar tidak stabil dan susah di kontrol pada saat akan masuk ke corner. Marquez harus melebar ke sisi luar tikungan dan kadang masuk gravel. Torsi mesin yang terlalu besar, merupakan efek dari penambahan power oleh tim Honda yang sebenarnya sudah dirasakan oleh Casey Stoner pada waktu testing motor RC213V di Sepang. Kestabilan yang berkurang siknifikan membuat Marquez kerepotan tiap kali mengerem mengurangi speed motor untuk ambil posisi menikung. Karena aturan yang tidak membolehkan bagian dalam (internal parts) mesin dirubah atau dituning lagi sampai akhir musim balap, maka cara  lainnya adalah melalui seting elektronik untuk mereduksi torsi pada saat engine braking. Tapi hal itu belum bisa memberi pengaruh besar sampai dipilih chasis 2014 yang lebih lentur (flexlible) untuk digunakan. Pengaruh torsi kuat mesin akhirnya dapat diredam cukup siknifikan dengan kelenturan chasis motor 2014.

Marquez adalah sosok yang tidak diragukan luar biasa. Skil balap yang tinggi, juga keberanian dan tentunya didukung oleh tim factory Honda, menghasilkan prestasi dalam waktu yang singkat di tahun belakangan ini. Dengan kembalinya Marquez pasti akan diperhitungkan oleh Rossi dan Lorenzo. “Marquez has nothing to lose” 

Marc Marquez #93

 Rossi adalah “Man on a Mission” , dengan target menjuarai musim balap 2015 ini dan menjadikannya sebagai juara dunia ke 8 kali di kelas premier. Rossi di awal musim sempat memimpin tapi rekan se tim nya Lorenzo selalu berhasil memacu motornya di posisi terdepan. Rossi tidak bisa memberikan perlawanan terhadap Lorenzo di sirkuit Le mans dan Catalunya. Meskipun Rossi tetap selalu meraih podium di akhir balapan dan membuatnya mengumpulkan angka dan memimpin klasemen sementara.

Dengan penggantian chassis baru di Yamaha M1 nya, Rossi merasa senang dan memberikan rasa lebih percaya diri. Lap time nya bertambah baik juga race pace yang cepat dan presisi. Di Assen Rossi sukses meraih podium ke satu setelah fight sangat seru dengan Marquez.  Walaupun Rossi menempati posisi 3 di Sachsenring, tapi terlihat race pace nya cukup stabil dan tepat, tidak melakukan kesalahan manuver. Posisinya pun berdekatan dengan motor Honda nya Pedrosa.

Tidak saja chasis, penggantian velq depan dari lebar 4 inchi ke lebar 3.75 inchi menjadikan motor lebih ringan dan gesit, juga lebih cepat di stir. Profile ban depan dengan sudut yang lebih tajam. Rossi perlu karakter tersebut untuk mendekati corner lebih cepat dan efektif. Kekurangan memakai velq dengan ukuran lebih kecil  ialah bidang kontak pada ban depan dengan aspal sirkuit yang menjadi lebih sedikit. Yang artinya grip ban berkurang.

Misalkan Marquez banyak finish ke satu, cukup bagi Rossi me -maintain juara 2 sampai akhir musim. Atau Rossi, Marquez, Lorenzo masing-masing meraih podium 1 di 3 seri. Dengan catatan tetap masuk antara podium 2 atau 3. Maka Rossi bisa juara ke 8 kalinya dikelas premier.

Rossi body position  hanging off mugello

Bagaimana dengan Lorenzo yang di 4 seri sebelumnya begitu melesat sempurna melewati tiap corner. Tidak diragukan riding style lorenzo sangat smooth ketika motor transisi mendekati corner. Motor Lorenzo memasuki corner dengan speed yang ideal, tidak terlalu cepat yang biasanya membuat si rider harus melebar menjauhi Apex. Dan tentunya hal itu mempengaruhi lap time. Kelebihan Lorenzo adalah mampu cepat dan balance setiap kali melewati corner dan untuk itu faktor edge grip ban atau daya cengkram pada bagian paling ujung dari sisi ban (edge) adalah faktor sangat penting. Tanpa edge grip yang optimal, Lorenzo akan tidak bisa melesat di corner dengan cepat. Mid corner feeling nya akan menjadi tidak pada level yang prima. Lorenzo merasa riding style nya tidak mendapat keuntungan dengan edge grip yang berkurang.

Dengan adanya perubahan pada struktur carcass ban Bridgestone yang mempengaruhi edge grip. Para pembalap motoGP pun komplain, walaupun tidak seperti lorenzo yang mengandalkan sepenuhnya pada edge grip ban. Bridgestone melakukan perubahan tersebut dengan tujuan ban lebih tahan dan kuat. Apa lagi sejak peristiwa di sirkuit Phillip Island tahun 2013. Yang mana ban Bridgestone mengalami problem menghadapi aspal sirkuit yang abrasif dan semakin parah apabila temperatur udara semakin naik.

Ada 4 sirkuit yang menjadi perhatian Bridgestone, yaitu Mugello, Assen, Sachsenring dan Phillip Island. Dimana karakter, layout dan aspal dari sirkuit tersebut membuat bagian sisi ban (edge) mengalami tekanan dan gesekan (friksi) yang berlebihan. Untuk pemakaian di 4 sirkuit tersebut Bridgestone memberikan treatment heat resistant pada struktur carcass dan layer ban. Penambahan itu memberi pengaruh bagian edge ban menjadi lebih keras. Hal ini yang membuat Lorenzo komplain di Assen. Tapi di Mugello Lorenzo bisa finish ke satu.

Kata Matt Oxley, Lorenzo adalah tipe pembalap yang harus nyaman dalam arti dia akan dapat mengembangkan skill balap nya ketika posisinya di depan, tidak berdekatan dengan pembalap lain. Lorenzo akan kesulitan kalau berada di belakang atau diantara para pembalap, situasi tersebut mempengaruhi mood balapnya.

Di lain sisi riding style Rossi dan Marquez tidak begitu banyak berada pada posisi miring maksimum menggunakan bagian sisi ban paling atas. Dengan arti mereka tidak terlalu terpengaruh dengan adanya perubahan pada edge grip. Mereka lebih pada dengan cara mendatangi corner dalam kecepatan tinggi kemudian hard braking dan masuk corner dengan radius yang sempit. Menggunakan sudut kemiringan (lean angle) maksimum yang tidak terlalu lama. Radius Lorenzo masuk ke corner lebih lebar kemudian menuju apex di mid corner dengan posisi motor miring maksimum, ban kontak dengan aspal di sisi paling ujungnya (edge). Ban motor Lorenzo lebih lama berada di edge grip.

Sekarang kembali kepada bagaimana men antisipasi situasi tersebut. Karena Lorenzo pun sebenarnya bisa saja mengatasi kekurangan edge grip tersebut. Seperti waktu balapan di Mugello dan menjadi juara 1.

Kita lihat bagaimana selanjutnya dengan situasi ini, tapi kita juga tidak bisa ber asumsi dengan basis mengambil result dari balapan di musim 2014. Karena spek Ban Bridgestone sekarang berbeda dengan ban Bridgestone yang dipakai di tahun 2014. Kemenangan yang diraih oleh pembalap di sirkuit Brno, Indianapolis, Sepang, Aragon, Motegi dan seterusnya, belum tentu bisa sama hasilnya tahun ini . Karena itu tadi ban Bridgestone dengan spek yang berbeda.

Iklan

2 thoughts on “MotoGP 9 seri lagi, apa yang akan terjadi ?

    nduk said:
    Agustus 2, 2015 pukul 10:24 am

    Seru….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s