Suzuka 8 Hours dulu dan sekarang

Posted on Updated on

suzuka-8-hours-espargaro

Pol Espargaro Yamaha R1 M

Tim Yamaha Factory baru saja menjuarai balapan ketahanan motor bergengsi Suzuka 8 Hours. Dengan mengendarai Yamaha YZF-R1 M terbaru, dua pembalap MotoGP Pol Espargaro, Bradley Smith dan pembalap juara superbike Jepang Nakasuga membuat gap waktu 1 menit 17 detik didepan tim FCC TSR Honda CBR1000RR SP dan 1 lap dengan tim Kagayama Suzuki GSX-R1000. Suzuki Endurance Racing Team yang beberapa kali jadi juara dunia seri lomba ketahanan berada di posisi ke 4. Balapan berlangsung selama 8 jam dengan menempuh 204 laps.
Terakhir Yamaha menjadi juara Suzuka 8 Hours pada tahun 1996 dengan pembalap Collin Edwards dan Haga, membawa motor Yamaha YZF750 SP. Jadi penting sekali untuk Yamaha memenangkan balap ini setelah 19 tahun berupaya dan bersamaan waktu pula merilis superbike terbaru nya all-new R1 M 2015. Suzuka 8 Hours selalu di dominasi oleh motor Honda dan Suzuka adalah sirkuit nya Honda.
Suzuka 8 Hours ajang bergengsi untuk pabrikan motor Jepang memperlihatkan kemampuan performa dari superbike nya. Tentu juga merepresentasikan kebesaran nama pabrikan yang sukses keluar memenangkan lomba.
Seberapa pentingnya hal itu bagi pabrikan Jepang?
Konon kabarnya dahulu balap ketahanan Suzuka 8 Hours memiliki  nilai prestise atau gengsi yang sama dengan balapan GP500. Setiap pabrikan motor Jepang mengirim pembalap-pembalap terbaiknya untuk memenangkan balapan. Nama besar seperti Mick Doohan, Wayne Rainey, Eddie Lawson, Kevin Schwantz pernah sibuk ber kompetisi di Suzuka 8 H. Juga pembalap juara World Superbike (WSBK) Dough Polen, Scott Russell, Collin Edwards dll. Rossi pun tidak ketinggalan pernah ikut serta tahun 2000-2001 dengan membawa motor Honda VTR1000 RC51 dan jadi juara.
Jaman itu setiap kali pabrikan meluncurkan superbikenya, objektif utama ialah meraih juara WSBK dan lomba ketahanan Suzuka 8 Hours. Honda dengan motor VFR750 RC30, RVF750 RC45. Yamaha dengan FZR750R OW01, YZF750 SP OW02, YZF-R7 OW02. Kawasaki ZX-7R dengan pembalap juara AMA juga WSBK musim balap tahun 1993 Scott Russell dan lainnya.
Yamaha FZR750R OW01 dari pabrik di rancang sudah dilengkapi twin tank filler untuk pengisian bbm yang cepat dan quick release axle system juga untuk penggantian cepat velq/ban. Hal itu memperlihatkan Yamaha telah mempersiapkan motor tersebut nantinya digunakan pada endurance racing.

kocinski-rc45-suzuka-8-hours-a

John Kocinski Suzuka 8 Hours Honda RVF750 RC45

Suatu kehormatan bagi pembalap yang ditawarkan oleh tim saat itu untuk ikut serta memacu motor di lintasan Suzuka. Yang diawali start pada waktu siang hari sampai finish disaat hari sudah sore dan mulai gelap. Setiap motor balap yang sudah dilengkapi lampu pun dinyalakan.
Tapi apakah masih seperti itu daya tarik dan sensasi nya?
Balap ketahanan banyak menghabiskan energi, tidak mudah bagi si pembalap menjalankannya, walaupun ada 3 pembalap yang dibolehkan di tiap tim. Untuk pembalap MotoGP lomba balap ketahanan sangat menantang tapi juga berat dalam hal physic. Dengan jadwal seri balapan yang sudah ketat, pembalap MotoGP pasti harus terbang bolak-balik ke Jepang sebelum event balapan Suzuka 8 Hours dimulai. Pembalap memerlukan orientasi terhadap lintasan sirkuit dengan latihan dan juga testing motor supaya mendapatkan set up yang tepat. Kemudian cuaca di musim panas yang cukup membuat stamina si pembalap pada level yang sangat tidak nyaman menguras stamina.
Balapan ketahanan menempuh 204 lap, misalkan dibagi 3 pembalap maka masing-masing mendapat jatah 68 lap. Berarti kalau di bandingkan dengan jumlah lap balapan MotoGP sekitar 27 lap maka sama dengan balapan dalam 2 seri lebih, tapi dijalankan secara bersamaan dalam satu hari. Untuk pembalap MotoGP ini sangat berat dan melelahkan, belum kalau seandainya resiko terjadi crash memungkinkan si pembalap cedera serius dan tidak bisa melanjutkan balapan pada seri selanjutnya. Bagi Pembalap top level MotoGP yang sedang bersaing mengumpulkan point klasemen tentu hal tersebut merugikan dan harus dihindarkan.

Kevin schwantz Suzuka 8 HKevin Schwantz Suzuka 8 Hours GSX-R1000

Berjalan dengan waktu, pembalap GP kelas premier mulai menolak ikut Suzuka 8 Hours. Mick Doohan menolak, demikian pula pembalap yang lain. Rossi ikut Suzuka 8 H dengan motor Honda dalam dua tahun tapi katanya tidak akan mau mencoba lagi. Pembalap GP kelas premier meminta partisipasi di Suzuka 8 H untuk tidak lagi dicantumkan pada kontrak mereka. Karena sebelumnya balapan Suzuka 8 H menjadi keharusan dan tertulis di dalam kontrak antara pembalap dan tim.
Tahun 2015 ini Honda meminta Casey Stoner untuk partisipasi dan mengunci kejuaraan tahun ini supaya tetap dipegang oleh Honda. Tapi keberuntungan kali ini tidak berada di Honda, Stoner mengalami crash di lima lap awal balapan mengakibatkan cedera di beberapa bagian badannya. Tapi yang juga mengecewakan motor CBR1000RR SP rusak berat dan tidak dapat dipakai lagi. Team mate Stoner yaitu Michael Van De Mark yang di tahun 2014 dan 2013 menjadi juara Suzuka 8 H tidak bisa meneruskan balapan. Crash sangat buruk bukan aja bagi si rider yang sedang mengendarai tapi juga kedua team mate yang menunggu giliran untuk balap. Ada pressure untuk supaya tetap memacu motor paling terdepan tapi bersamaan juga menjaga motor untuk tidak crash.
Setidaknya dengan menangnya factory Yamaha tahun ini memberikan suasana baru yang lebih menarik. Juga input kepada Honda sebagai penguasa Suzuka 8 H di tahun-tahun sebelumnya untuk merencanakan perlunya memperbaharui motor CBR1000RR SP yang sudah berumur. Dan pada event balapan WSBK dimana selama ini cukup susah bagi Honda dan Yamaha untuk bisa merebut titel juara dunia. Meskipun kita ketahui bahwa Honda dan Yamaha all out perhatian dan finance full pada kejuaraan MotoGP.
Mungkin event Suzuka 8 Hours tidak lagi mempunyai nilai prestise dan glamour seperti dulu di akhir tahun 80 dan awal 90 an. Waktu itu Jepang sebagai salah satu negara raksasa ekonomi dunia, selalu dipandang dan jadi perhatian dalam berbagai hal. Terutama pada bidang teknologi otomotif dan event -event balapan yang diselenggarakan disana. Suzuka 8 H sudah tidak menarik lagi untuk para pembalap-pembalap level atas motoGP, tapi di Jepang ajang balapan ini tetap masih mempunyai gengsi dan pamor sebagai tempat pertarungan antara pabrikan-pabrikan motor Jepang.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s