Yamaha MT-09 Supercharged sanggup wheelie dengan gir 4!

Posted on Updated on

yamaha-mt-09-3

Yamaha MT-09 (i-moto.com)

Di majalah Performance Bike edisi Agustus 2015 cukup menarik membahas Yamaha MT-09 engine triple cylinder yang dilengkapi sistem induksi dengan tekanan (forced induction) supercharger. Sistem supercharger ini sama dengan yang digunakan motor Kawasaki H2 yang belum lama di rilis.
Istimewanya adalah dengan supercharger membuat engine Yamaha MT-09 mengeluarkan torsi maksimum yang lebih kuat dari torsi motor Suzuki GSX-R1000 dan mampu mengangkat ban depannya (wheelie) dengan gir 4!. Bisa dibayangkan motor MT-09 supercharged ini ber akselerasi dari gigi 1, 2 dan seterusnya. Motor cenderung akan wheelie ketika engine masuk pada area torsinya (transient torque) dan terus memproduksi power & torsi bersamaan bertambahnya revving ke putaran tinggi. 
Mungkin para Pembaca sudah faham dengan sistem supercharger ini. Torsi melimpah tersebut dihasilkan karena semburan udara  dari turbin yang kuat ke dalam silinder melalui plenum dan throttle body. Volume udara menjadi bertambah mengikuti tekanan yang telah ditentukan misalkan maks 6 psi.
Keuntungan sistim supercharger adalah dimana torsi yang disalurkan oleh engine lebih linear dan torsi selalu tersedia setiap kali throttle dibuka. Berbeda dengan turbocharger yang memerlukan waktu sampai turbin berputar cepat (spool up) untuk menghasilkan semburan atau istilah nya “Boost” ke dalam engine cylinder. Jeda waktu tersebut biasa disebut dengan istilah turbo lag dimana terjadi saat di low rpm.

mt-09-sc-2

Pulley menggerakkan turbin dengan drive belt
Kekurangan supercharger dari faktor efisiensi power yang dihasilkan. Sistim turbo lebih efisien dibandingkan supercharger karena turbocharger tidak digerakkan dengan pulley untuk memutar turbin nya. Sistim turbocharger memutar turbin menggunakan semburan gas buang yang keluar dari exhaust port. Turbin akan berputar makin cepat ketika gas buang yang keluar dari exhaust port bertambah mengikuti naiknya rpm. Cara ini lebih efisien dengan tidak mengambil power. Sedangkan Supercharger memerlukan tenaga dari engine untuk menggerakkan turbinnya. Pulley terhubung ke crankshaft dan pulley menggerakkan turbin dengan drive belt.
Supercharger MT-09 ini di fabrikasi oleh Richard Albans seorang drag racer. Richard juga memiliki Hayabusa supercharged dengan power output 600hp!  di ban belakang.

mt-09-sc-1

MT-09 supercharged torsi yang melimpah dengan boost  8 psi
Yamaha MT-09 standard dari pabrik berat penuh motor 192 kg dan power output maksimum 107.14 bhp @10200, torsi 88.2 Nm @7000 rpm. Dengan torsi yang disemburkan engine standardnya MT-09 memang sudah torquey. Juga karena bobot yang cukup ringan menjadikan MT-09 mudah di power wheelie. Sesuai dengan namanya “Master of Torque”. Torsi standard MT-09 lebih besar dari torsi Kawasaki Z800 yang jauh lebih berat, yaitu 229 kg.
Dengan modifikasi penambahan sistim supercharger power MT-09 meningkat menjadi 157.14 bhp @9500 rpm dan torsi 123.3 Nm @8750 rpm  luar biasa!.
Membandingan dengan motor GSX-1000R tahun 2012 power 151.56 @11800 rpm, torsi 98.9 Nm @10000 rpm (motorcycle-usa). Melihat ukuran tersebut MT-09 supercharged menghasilkan torsi 24.4 Nm lebih besar dari torsi GSX-1000R dan itu tercapai pada putaran 1250 rpm yang lebih rendah. Benar-benar dasyat torsi nya, menjadikan torque to weight ratio MT-09 begitu perkasa.
Turbin menggunakan merek Rotrex C15-60 berputar sampai 150.000 rpm dan memberikan boost sebesar 8 psi ke engine. Boost dapat ditingkatkan lagi yang tentunya pengaruh terhadap penambahan hp dan torsi. Tapi harus ada perubahan pada part bagian dalam (engine internals) menyesuaikan boost pressure yang disemburkan turbin. Injector standard yang sudah di modifikasi penambahan dan memperbesar lubang menjadikan supply bensin mencukupi kebutuhan engine dan tentunya semakin boros dibanding standard.
Menjadi permasalahan ialah pendinginan udara dari supercharger ke engine yang mencapai 120 derajat. Supaya engine bekerja dengan baik, suhu udara yang masuk ke plenum harus serendah mungkin. Makin rendah temperatur semakin baik karena udara yang temperaturnya rendah lebih pekat (air density) yaitu mengandung lebih banyak molekul oksigen yang efeknya engine menghasilkan power lebih optimal.
Boost pressure yang tinggi membuat suhu di ruang bakar (combustion chamber) semakin tinggi pula yang bisa berakibat detonasi atau knocking. Detonasi atau kalau di Indonesia dikenal dengan istilah “ngelitik” adalah kondisi negatif yang merusak piston maupun klep akibat panas yang sangat luar biasa dari munculnya api (flamefront) pembakaran ke dua yang tidak sama timingnya dengan api yang disulut oleh busi di dalam ruang bakar. Api tersebut meledak lebih kuat dan sangat cepat menghantam permukaan piston dan klep. Untuk antisipasinya kompresi rasio piston harus diturunkan misalkan menjadi 8.5:1 dan menggunakan bbm ber oktan RON 95 ke atas. Kawasaki mencegah detonasi pada motor H2 dengan cara menseting supply bensin semakin bertambah volumenya di putaran atas atau nilai stoichiometric air/fuel ratio (AFR) lebih basah (rich), tujuannya mendinginkan piston dan ruang bakar. Tapi menurut Richard dengan boost 8 psi, engine triple MT-9 yang cukup kokoh tidak akan menemui masalah.
Rotrex supercharger 1Rotrex Supercharger tipe centrifugal
Menghaluskan torsi dan power delivery, Richard me maping engine 3 silinder menggunakan Dynojet Power commander V. Sedikit permasalahan yang harus dihilangkan yaitu terasa kurangnya engine braking ketika mengurangi kecepatan. Menurut Richard gejala itu muncul di sistim ride by wire throttle, yang juga masih ada timbul sentakan kasar engine ketika throttle dibuka. Richard masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah untuk menghilangkan hal itu.
Dynojet PC V AutotuneDynojet Power Commander V & Autotune
Kecenderungan untuk wheelie karena torsi yang besar bisa di reduksi dengan mengganti sproket belakang dengan mata yang lebih rendah. Misalkan sproket 43 diganti ke 41. Dengan itu torsi akan lebih soft dan bukaan throttle jadi mudah dikontrol. Richard juga membuat supercharger unit untuk motor- motor lainnya, seperti Suzuki Hayabusa, Harley Davidson, Kawasaki Z1000 dll.
TTS R1Yamaha R1 supercharged, 200 hp di ban belakang
TTS R1 BSupercharger unit
Turbo BikesTurbocharger. Turbin & Blow Off Valves (bigccracing)
Mungkin ini bisa jadi pilihan bagi owner MT-09 di Indonesia yang ingin merasakan jambakan badak fantastis saat throttle dibuka. Si rider akan merasakan jambakan (headbanging force) yang belum pernah di rasakan sebelumnya. Torsi yang lebih nendang dari torsi Kawasaki Z1000, Yamaha R1, Honda CBR1000RR. Richard memberikan harga unit supercharger ini 4000 Pound Sterling.  Silahkan mencoba.
Yamaha MT-09 :
  • 847cc liquid-cooled DOHC 12 valves  Triple
  • Compression ratio 11.5:1
  • Electronic Fuel Injection.
  • Transmission Six-speed, wet multiplate clutch
  • Fork 41mm fork, 5.4 in. of travel, adjustable preload and rebound
  • Single shock, 5.1 in. of travel adjustablepreload and rebound
  • Brakes Dual 298mm discs front, one 267mm disc rear
  • Tires 120/70ZR-17 front, 180/55ZR-17 rear
  • Seat height 32.1 inch
  • Wet weight 192 kg
Source : Performance Bikes Magazine Augustus 2015, TTS Performance
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s