Gaya & teknik menikung Marc Marquez

Posted on Updated on

marquez-full-lean-in-the-corner-b

Marc Marquez miring di tikungan U radius sedang. Semakin rebah sudut kemiringan (lean angle) motor semakin lemah traksi ban dengan aspal dan motor semakin kurang stabil. Pada sudut kemiringan maksimum seperti ini sedikit saja menambah atau mengurangi gaz secara tiba-tiba akan membawa bencana motor lowside atau ban spin. Rider di tuntut selalu smooth di throttle maupun bermanuver.

Marquez bisa dibilang fenomena di balapan Grand Prix kelas premier. Tahun pertamanya sebagai Rookie pada usia 20 tahun langsung meluncur ke puncak  jadi juara Dunia dua kali berturut-turut. Pencapaian itu membuat Marquez menjadi pembalap termuda dengan skill yang bisa dikatakan istimewa. Bro Pembaca pasti sudah tahu sekali prestasi yang dia buat, sekarang ini kita coba lihat gaya balapnya itu.

Tiap pembalap biasanya punya gaya masing-masing di corner yang sebenarnya mirip satu dengan yang lain. Setengah dari badan si rider posisinya keluar dari fairing motor (hang off) searah dengan corner, lengan luar menyentuh bagian atas tangki motor, lengan dalam menekuk kebawah. Si rider mengunci paha dan dengkul bagian luar ke tangki samping luar. Bentuk tangki di motor balap memang di design untuk itu. Kaki bagian dalam di footpeg dalam posisi tidak kaku ketika miring “knee dragging” menyentuh aspal. Kedua tangan memegang stang (handlebars) tanpa diberikan beban. Kemudian muka si pembalap tertuju ke arah corner yang mau dilewati. Dengan posisi ini membuat berat badan Rider dan motor hampir menyatu dan lebih rendah (low center of gravity)

HangingOff

Hang off
Gaya Marquez agak sedikit beda dimana pada saat hang off posisi pinggul dan bahu lebih banyak keluar dari fairing motornya, lebih mendekat ke apex di corner. Disaat motor pada posisi sudut miring maksimum (full lean angle) badan dan bahu Marquez seolah-olah mau menempel ke aspal sirkuit.
Apakah gaya seperti ini memang punya pengaruh terhadap kecepatan dan keseimbangan di tikungan, terutama saat di pertengahan slow corner yang berbentuk setengah lingkaran dengan radius sedang?
Di corner seperti ini pembalap cukup lama pada posisi miring maksimum yang bisa mencapai 64 derajat!
 centrifugal-force-path-of-inertia

Centrifugal force di tikungan selalu membawa motor ke arah sisi luar.

Menurut Keith Code, mantan pembalap AMA Superbike cukup terkenal tahun 80 an dan pendiri sekolah Superbike di California. Sudut kemiringan mempengaruhi keseimbangan motor, semakin miring sudut motor semakin berkurang. Juga luas permukaan ban yang kontak dengan aspal akan berkurang mengikuti sudut kemiringan . Hal ini memberi efek terhadap traksi atau daya cengkram ban dengan asapl sirkuit. Dengan itu sudut kemiringan yang lebih sedikit atau posisi motor yang lebih tegak (upright position) adalah lebih ideal maupun stabil dan memberikan grip ban yang lebih kuat daya cengkramnya.
Pada saat posisi miring maksimum pembalap tidak melakukan akselerasi atau menambah kecepatan motornya dulu, throttle dibiarkan tertutup. Karena pada posisi ini dimana daya cengkram atau grip ban pada titik terlemah, sedikit torsi disalurkan dapat mengakibatkan ban belakang spin atau menekan ban depan yang akhirnya kehilangan traksi. Biasanya pembalap menggunakan momentum kecepatan dari awal masuk ke corner dan menjaga motor untuk tetap pada kecepatan tersebut (roll on) dengan hanya memberikan sedikit sentuhan halus di throttle. Dengan itu kecepatan si pembalap di awal masuk tikungan sangat penting yang menentukan seberapa cepat motor pada saat posisi miring maksimum nya. Terlalu pelan dia akan kehilangan waktu untuk akselerasi keluar cornernya. Terlalu cepat mengakibatkan motor akan melebar keluar dari racing line, juga hal ini akan pengaruh terhadap lap time.
Menurut Keith Code lagi, waktu motor pada sudut miring maksimum ban depan tidak lagi mengarahkan atau men-stir motor, melainkan hanya membantu motor supaya stabil saja. Berat badan pembalap yang mengarah ke sisi dalam membuat motor berbelok dan bagian belakang motor lebih berperan membuat motor stabil. Efek gyroscopic ban belakang mengkontrol hampir semua berat masa motor.
Biasanya kalau motor telalu cepat masuk tikungan dan harus melebar ke sisi luar pembalap akan mengkoreksi dengan mencari apex dan racing line baru dari pada kembali ke racing line awal. Ini lebih mudah walaupun kehilangan waktu di corner. Dengan kembali ke racing line awal pembalap harus membuka gaz bersamaan juga menambah sudut kemiringan motor yang beresiko ban belakang spin atau terjeleknya motor akan highside.

marco-melandri-body-position

Marco Melandri WSBK BMW S1000RR. Pada sudut kemiringan maksimum (max lean angle) di mid-corner, pembalap tidak mulai akselerasi sampai motor sedikit ditegakkan dulu. Karena diposisi ini grip ban sangat lemah dan kecepatan motor pada level paling lambat.

Kalau kita perhatikan sudut kemiringan (lean angle) motor marquez tidak lebih miring dari pembalap lainnya. Karena Pembalap sudah mengerti seberapa banyak sudut yang dibolehkan sampai titik miring maksimum. Melewati batas sudut maksimum yang dibolehkan konsekwensinya ban kehilangan traksi atau daya cengkram.
Menurut pengamat motoGP gaya Marquez seperti itu dengan maksud ketika motor sudah melewati pertengahan corner (mid-corner) dan siap untuk exit, motor dapat ditegakkan secepat mungkin di ikuti akselerasi full dengan posisi pinggul, bahunya tetap keluar dari motor (hang off) untuk meng-counter gaya sentrifugal yang selalu mengajak motor melebar ke sisi luar lintasan. Semakin tegak sudut motor semakin ideal dan bagus daya cengkram ban belakang berakselerasi. Motor Marquez tidak mencapai sudut kemiringan maksimum melainkan posisi badan, pinggul dan bahu nya yang keluar jauh dari fairings motor.

marquez-le-mans-exiting-corner-hard-a

Marquez akselerasi full exit corner dengan posisi badan keluar (hang off) maksimum untuk kompensasi gaya sentrifugal dan efek gyroscopik yang muncul akibat ban berputar semakin cepat cenderung memaksa motor kembali ke posisi tegak. Dengan cara hanging off seperti ini motor akan tetap berada di line sesuai yang ia inginkan dan traksi dapat lebih kuat (Le Mans-Jean Francois Monier)

marquez-powerslide

Marquez powerslide keluar tikungan kadang terjadinya tidak direncanakan. Pembalap merespon dengan tetap konstan menghaluskan bukaan throttle supaya grip ban kembali normal dan motor akan akselerasi secara baik. Kebalikannya kalau throttle ditutup secara tiba-tiba dapat mengakibatkan highside. Saat exit corner powerslide diperlukan apabila rider ingin merubah arah line lebih kedalam lagi dari sebelumnya (motogp.com)

riders-exiting-corner-accelerate-hard-sport-rider-a

Semakin tingkat akselerasi motor bertambah cepat keluar tikungan rider harus makin mengangkat motornya ke posisi sudut yang lebih tegak (upright position) untuk mendapatkan daya cengkram ban belakang dengan aspal yang lebih banyak.

Sebenarnya kekuatan Marc Marquez yang membuatnya unggul dari pembalap lain bukan ketika melibas tikungan medium dan fast dimana pada area itu adalah domainnya Jorge Lorenzo membawa M1, melainkan di tikungan hairpin, chicane dan tikungan V radius sempit berkarakter stop n go. Di tikungan ini Marquez mampu menyelesaikan secara brilliant. Dari kecepatan tinggi hard braking menusuk dalam ke pintu corner, kadang ban belakang terangkat lama dan tinggi ke udara. Frontend motor dijadikan pivot untuk menggeser bagian buritan ke arah luar. Dengan itu line langsung mengarah ke apex kemudian berbelok tajam dan segera menegakkan motor akselerasi se awal dan secepat mungkin keluar tikungan. Line akselerasi yang lebih lurus, lean angle menjadi semakin tegak maka motor bisa di pacu sekencang mungkin keluar tikungan. Posisi motor makin tegak suspensi juga dapat bekerja secara efektif meredam guncangan akibat torsi besar yang disalurkan.
Di Circuit of the Americas Texas, Marquez selalu presisi eksekusi beberapa tikungan V shaped. Terutama dari front straight menuju tikungan 1 dan back straight yang sangat panjang ke tikungan 12. MM memeras kemampuan hard braking supaya motor dapat berhenti pas di apex tikungan tersebut. Mencapainya kadang rolling stoppie, ban belakang terangkat lama dari aspal demi memperpendek jarak supaya tepat sasaran motor berhenti di titik belok.
RC213V memang di setup stabil hard braking dari kecepatan sangat tinggi dan MM mampu melakukannya lebih efektif dari pembalap Honda lain. Dengan teknik hard braking begitu mantap Marquez selalu sukses keluar sebagai jawara COTA.
Marquez juga mengambil late apex racing line, titik belok (turn-in point) menjadi lebih kedalam mendekati pintu tikungan dengan bentuk persegi (square off) kemudian menuju apex yang letaknya lebih keluar dari pada basic racing line. Untuk manuver seperti itu setup motor RC213V sangat efektif dan efisien.

Marquez Performance bikes

Ban belakang terangkat dari aspal Marquez brake late lebih dalam memasuki tikungan V shaped kemudian berbelok tajam akselerasi. Rem depan ia modulasi supaya ban tidak mengunci meskipun ban belakang terangkat lama dari aspal (Performance Bikes)

Pertanyaannya : Apakah Marquez dengan gaya seperti itu membuat dia cepat di medium-fast corner?  
Marquez sanggup cepat tapi lebih cepat dan efektif di tikungan stop n go yang menjadi letak keunggulannya seperti telah dijelaskan di atas.
Cornering speed Jorge Lorenzo pada saat melesat di tikungan kecepatan sedang dan tinggi boleh dibilang luarbiasa. Tidak mudah mengejar atau overtake di area itu apabila grip ban dan set-up motor Yamaha M1 dalam keadaan sempurna. Ini adalah senjata pamungkas selama ini dan menyumbang titel juara dunia.

cornering-technique-3-copy

Racing line late apex juga digunakan Marquez. Motor brake late lebih dalam masuk tikungan kemudian berbelok tajam (squaring off) menuju titik apex yang letaknya di ujung tikungan.

Kita pahami bahwa lap time tercepat (fastest lap) dicapai bukan dengan topspeed motor melesat di lintasan terpanjang sirkuit tapi melalui cepatnya pembalap masuk dan akselerasi keluar tikungan. Faktor ini menentukan menang kalahnya seorang pembalap.
Dengan makin canggihnya performa ban racing slicks memungkinkan pembalap-pembalap untuk memacu motornya melibas tikungan secepat mungkin dimana 15-20 tahun lalu belum dapat dilakukan. 

Doohan cornering 1

Menjaga motor supaya tetap di line ketika miring Doohan tidak hanging off, melainkan crossed-up yang menjadi style nya.

Gaya crossed-up Mick Doohan yang unik menjaga motor supaya tetap berada di line ketika miring. Di era GP500 Doohan dengan stylenya mampu melesat cepat melintasi corner. Motor GP500 tidak bisa membuka throttle pada saat posisi miring maksimum karena karakter engine 2-tak yang berbeda dengan engine 4-tak. Tendangan torsi yang muncul secara tiba-tiba membawa ban belakang akan spin berlebihan. Pembalap harus menegakkan dulu motornya ke sudut kemiringan yang aman ketika mulai buka throttle untuk akselerasi. Demikian sedikit ulasannya wassalam dan salam sejahtera.
Source Books : Keith Code California Superbike School, Troy Bayliss a Faster Way, Performance Riding Techniques etc.
Iklan

8 thoughts on “Gaya & teknik menikung Marc Marquez

    chihuahua said:
    Juni 11, 2015 pukul 9:52 am

    ternyata pny style masing² bgmn dg stoner

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juni 11, 2015 pukul 12:39 pm

      iya pak…marquez mungkin yang paling kelihatan gayanya. dg kemampuan sudut kemiringan dan daya cengkram ban yg bertambah, semakin bertambah jga sudut kemiringan badan dan bahu pembalap,semakin kedalam waktu full lean. stoner keliatan gak terlalu kedalam posisi badan bahunya seperti marquez…stoner mirip dengan pembalap lainnya

      Suka

    modar madir said:
    Juni 11, 2015 pukul 4:26 pm

    gaya balap marques emang yang paling di sorot oleh media karena daripada yang laen karena dia memiliki prestasi juara dunia…karena kalo media menyorot racing style unik dari pembalap yang tidak memiliki prestasi kan nanti artikelnya gak ada nilai intrinsiknya…alias ga ono gumune…

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juni 11, 2015 pukul 5:44 pm

      Bener pak.

      Mudah2an marquez, problem di motornya bisa segera beres. Biar tambah seru 😊

      Suka

    Roy (Sempak Operpret) said:
    Juli 24, 2015 pukul 10:44 am

    Gaya Mike Doohan diatas itu mirip gayanya Kevin Schwantz. kalo mw cepat di tikungan cuma 3 orang yang gw tau, di era 88-93.

    1. Rainey
    2. Schwantz
    3. Barros

    Suka

    abaydmz said:
    September 19, 2015 pukul 9:32 am

    Gaya doohan kayak crosser, mungkin gara2 gaya itu lahir gaya supermoto cornering kali ya om.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      September 20, 2015 pukul 8:29 am

      Bisa jdi…memang unik style nya doohan. Berbeda dg pembalap2 lainnya. posisi badan seperti itu doohan tetap bisa cepat masuk dan keluar cornernya.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s