Motor balap WSBK Aprilia RSV4 R Factory Sylvain Guintoli

Posted on Updated on

aprilia-rsv4-wsbk-2014 Guintoli

Sylvain Guintoli World Superbike Winner 2014

Nama Aprilia di era GP125 dan GP250 sudah gak asing lagi bagi kita penggemar balap motor. Pada seri balap GP125 motor Aprilia secara bergantian dengan Honda menjadi juara dunia. Juga di kelas GP250 Max Biaggi membawa motor Aprilia juara Dunia 3 tahun berturut-turut. Jorge Lorenzo sempat mencicipi juga jadi juara Dunia GP250 dua kali dengan motor Aprilia. Walhasil Aprilia sudah mengantongi titel juara Dunia GP250 9 kali dan GP125 10 kali,  sangat istimewa.Musim balap tahun 2002 Aprilia mencoba gabung di kelas premier balap motor yaitu MotoGP dengan Aprilia Cube 990cc. Motor 3 silinder ber power besar tapi kurang sukses dan akhirnya berhenti di tahun 2004. Tahun sebelumnya Aprilia sudah ikut di kejuaraan World Superbike motor yang digunakan adalah  RSV Mille V 2 silinder. Motor yang cukup kompetitif waktu itu dikendarai oleh Troy Corser. Sepertinya Aprilia lebih mempunyai kesempatan lebih banyak di kejuaraan superbike dari pada di MotoGP. Troy Corser meraih posisi ketiga di musim balap tahun 2000 dan oleh Haga posisi 4 di tahun 2002. Setelah itu Aprilia memutuskan berhenti dari WSBK dan vacum selama beberapa tahun.

Aprilia RSV4 Limited Edition 2016

Tahun 2005 Piaggio merencanakan untuk ikut lagi di WSBK dengan motor 4 silinder yang akan menggantikan RSV Mille Twin. Romano Albesiano yang dulu jabatannya sebagai Director of Production Motorcycle di Piaggio bersama Gigi Dall’Igna merancang sebuah motor jalan raya yang juga mempunyai kemampuan balap istimewa. Motor balap yang dipasangi lampu, kaca spion, plat nomer kemudian si pemilik motor bisa menggunakannya di sirkuit dengan perasaan senang dan bangga karena motor akan memberikan sensasi luarbiasa pada kestabilan, kegesitan dan kecepatan yang prima selayaknya motor balap kelas WSBK . Dengan itu lahirlah motor Aprilia dengan engine V 65 derajat 4 silinder.
Aprilia masuk kembali di WSBK dengan motor baru yaitu tipe RSV4R Factory pada tahun 2009. Max Biaggi Pembalap berpengalaman di GP250 dan motoGP di rekrut oleh Aprilia untuk ikut kompetisi mengendarai motor ini dan langsung membawa RSV4 ke peringkat 4 di musim balap tahun itu. Ditahun 2010 Aprilia menjadi juara dunia Superbike untuk pertama kalinya kemudian tahun 2012 kembali Mahkota kejuaraan diraih lagi oleh Biaggi. RSV4RF kembali menjadi juara dunia WSBK untuk yang ke 3 kalinya di tahun 2014 oleh pembalap dari Perancis Sylvain Guintoli. Dalam waktu 6 tahun partisipasi di kejuaraan WSBK Aprilia RSV4RF meraih 3 kali juara Dunia adalah suatu prestasi yang cukup luar biasa. Pembalap sebaik apapun skill nya tanpa didukung motor yang bagus akan susah untuk mencapai kemenangan dalam waktu singkat.
RSV4RF Guintoli mengeluarkan power di gearbox sebesar 230-240hp pada putaran engine 15000 rpm, 10 hp lebih besar dari motor RSV4RF sebelumnya, hanya dengan torsi bawah yang sedikit agak lemah. Tapi itu tidak menjadi masalah karena tersedia begitu banyak rpm yang bisa digunakan. Di slow corner sirkuit Assen atau di corner 1 Sepang Guintoli menggunakan putaran mesin di 5000 rpm. Distribusi torsi mesin yang lebar di putaran tengah memberikan tarikan agresif pada high speed corner yang panjang dan tetap mampu mendorong kuat di slow corner. Performa akselerasi motor untuk mencapai tospeed bisa dibilang luarbiasa. Kata Alan Cathcart dari Ultimate motorcycling yang men testing motor : ” topspeed yang membutakan mata”. Topspeed motor RSV4RF Marco Melandri di sirkuit Losail tahun 2014 mencapai 327.3 km/jam! .
Mengenai Handling tidak diragukan lagi dari faktor kestabilan chasis, swingarm dan suspensi. Disaat motor melaju kenceng kemudian mengerem kuat untuk masuk corner dan akselerasi cepat keluar corner. RSV4RF adalah salah satu superbike yang mudah dikendarai dengan cepat.

Aprilia-RSV4 engine V4Aprilia RSV4 engine

Engine RSV4RF dengan konfigurasi V 65 derajat di rancang sangat compact/ringkas dan memperhatikan faktor titik berat masa motor untuk menghasilkan keseimbangan dan kestabilan. Vee engine ini mempunyai dimensi panjang dan tinggi yang mirip dengan engine 4 silinder sejajar. Posisi ketinggian engine bisa dirubah mengikuti kesejajaran pada countershaft sprocket, Swingarm pivot dan sprocket belakang. Dalam maksud menentukan traksi maksimum motor yang disesuaikan pada karakter tiap-tiap sirkuit.

Aprilia RSV4 Valves

Intake-Exhaust Valves

Material Klep intake dari Titanium dan exhaust dari baja dengan ukuran intake 32mm berat 21.9 gram. Ukuran exhaust 26mm berat 31.9 gram, diameter batang klep masing-masing size 5mm. Crankshaft terbuat dari forged steel dan proses finishing melalui cara di polish untuk meminimalisir gesekan dengan oli di dalam crankcase. Menggunakan forged piston dengan  ukuran 78 mm dan berat dengan ring piston 198 gram.  Bore x stroke engine RSV4RF 78 X 52.3 artinya oversquare size bore piston yang besar dengan stroke yang pendek. Engine RSV4RF mampu mencapai rpm tinggi dengan nyaman, perbandingan bore dan stroke Kawasaki Ninja ZX-10R adalah 76 mmX 55 mm.

Aprilia RSV4 PistonForged piston dengan valve pocket yang cukup dalam.

Engine RSV4RF Guintoli menggunakan piston dengan 1 ring kompresi dan 1 ring oli. Tujuannya untuk mengurangi gesekan (friction) dengan bore silinder yang membuat engine revving lebih cepat dan lebih tinggi. Putaran engine tinggi efeknya horsepower lebih besar lagi tapi dengan hanya satu ring kompresi membuat konsumsi oli mesin jadi boros dan umur ring yang gak lama. Tentu ini tidak cocok di aplikasi pada motor standard untuk pemakaian jalan raya. Hanya cocok untuk pemakaian balap aja oleh tim profesional yang mengutamakan maksimum horsepower. Forged connecting rod dibuat oleh Pankl yang memang merek terkenal dan camshaft yang juga terbuat dari forged steel.

Aprilia RSV4 Throttle Body Dell Orto

Dell’Orto Throttle Body 48mm

Udara dan bensin di supply oleh Dell’Orto throttle body size 48mm dan butterfly valves digerakkan oleh komputer dengan dinamo listrik. Kemudian throttle body dilengkapi variable velocity stack yaitu velocity stack nya dapat diatur disesuaikan menurut kecepatan putaran engine. Stack akan memanjang pada rpm rendah dan menjadi pendek di putaran mesin tinggi. Sistim ini meng optimalkan torsi dan power output engine pada setiap range rpm. Semua sistim ignition dan injection tersebut memakai Magneti Marelli yang juga digunakan pada ECU MotoGP.

Aprilia RSV4 Inlet portCylinder head inlet port

Profile inlet port yang efisien dengan bentuk downdraft yang hampir sempurna menciptakan efek aliran udara/bensin yang menekan kuat ke ruang bakar. Menghasilkan turbulensi yang membuat pembakaran semakin cepat dan mengurangi gejala engine knocking atau yang biasa kita dengar dengan istilah “ngelitik”. Ini menambah efisiensi thermodynamic di ruang bakar (combustion chamber). Bentuk exhaust port melengkung (arched) dengan baik memberi efek pembuangan yang sempurna. Kedua port intake-exhaust menghasilkan efisiensi thermodynamic yang optimal.

Aprilia RSV4 CrankshaftCrankshaft dipolish untuk minimalkan drag atau hambatan ketika bergesekan dengan oli di dalam crankcase

Motor Aprilia RSV4 Factory tahun 2013 standard dari showroom power nya 164.4 hp @12700 rpm, torsi 102.7 Nm @10300 rpm. Memang masih dibawah power BMW S1000RR standard yaitu 172.4 hp @13200 rpm, torsi 101.3 Nm @10700 rpm. Power dan torsi diukur di ban belakang. Hasil Dyno Motorcycle.com.
Suspensi fork dan shock belakang Ohlins menjadi perlengkapan standard sejak keluar dari pabrik. Juga dilengkapi dengan sistem pengereman Brembo radial monobloc caliper. Brembo sudah terkenal cukup lama di dunia balap motor motogp, WSBK maupun mobil F1.
Aprilia Performance Ride Control (APRC) terdiri dari traction control, wheelie control, launch control, semua sistim bisa di konfigurasi atau di de-aktifasi. Traction control mempunyai delapan posisi. Begitu ban belakang hilang traksi dengan aspal, TC langsung bekerja mereduksi nya. Mencegah ban belakang slide atau motor highside. Demikian juga dengan wheelie control untuk mencegah ban depan wheelie terlalu tinggi…canggih

aprilia-rsv4-factory-aprc-2014

Aprilia RSV4R Factory

Disini ada beberapa bikers yang memiliki model RSV4R dengan spek standard dan RSV4R Factory yang sudah dilengkapi dengan komponen spek balap, mirip dengan motor nya Silvain Guintoli. Singkatnya motor RSV4R Factory adalah superbike istimewa Aprilia yang bisa dimiliki oleh penggemar motor yang ingin membayangkan dirinya menjadi pembalap ” superbike kelas Dunia ” …
  •  Engine 999.6cc DOHC 65-degree V-4, four valves per cylinder
  • Bore x stroke 78 x 52.3 mm
  • Compression ratio 13.6:1
  • Chassis aluminum dual beam
  • Brake system Brembo M430 monobloc radial callipers
  • Fork Ohlins 43mm fully adjustable, rear shock Ohlins with piggy back fully adjustable
  • Dry weight 180 kg

Source : Cycle World, Ultimate motorcycling, Fast Bikes Magazine

Iklan

4 thoughts on “Motor balap WSBK Aprilia RSV4 R Factory Sylvain Guintoli

    modar madir said:
    Juni 2, 2015 pukul 7:31 pm

    nih motor powernya dalam keadaan standard ajah dah ngegirisi di banding litter bike jepun hehehe….pantas banget menyandang gelar the widow maker menggantikan R1 5 klep persilinder yang lebih dulu menyandang gelar widow maker pada tahun 2000an…

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Juni 2, 2015 pukul 11:03 pm

    manthap pak…di sentul wktu itu ada yg trackday pake RSV4 factory…motornya kecil, sperti yamaha R25, tapi 1000cc….power atasnya gawat katanya, lebih narik dari pada honda cbr1000rr

    Suka

    krekkkrekk said:
    Juli 27, 2015 pukul 11:13 am

    konfigurasi V-4 memberi jaminan powerband yg lebih luas ketimbang inline 4 dan desain mesin yg lebih ramping
    tapi ya itu getarannya bakal kerasa lebih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s