Motor Honda CBR900RR Fireblade, body montok, ringan dan gesit.

Posted on Updated on

Honda CBR900 1992CBR900RR Fireblade 1992 lebih ringan dari motor middleweight supersport 750cc zaman itu

Lima tahun setelah merilis VFR750R RC30 tepatnya tahun 1992 Honda mengeluarkan motor Hypersport CBR900RR Fireblade 900cc. Kebetulan waktu itu sempat juga punya motor CBR900RR keluaran tahun 1993 versi untuk dijual di Australia. Dulu beli dari teman seorang pedagang moge yang showroom nya di daerah Buncit Raya Jakarta-Selatan. Saat itu tahun 1994 motor ditebus dengan harga Rp. 35 juta kondisi baru, no paper pastinya. Teman tersebut bernama Pak Pendi Bar yang juga seorang pembalap superbike. Beliau memiliki motor balap Honda eksotik RC30 dan beruntung saya dulu sempat dikasih kesempatan beberapa kali test ride di jalan. Juga test motor lainnya seperti The Ultimate Kawasaki ZX-11 aka ZZR1100 yang ter kenceng jaman itu. Sayang nya gak kepikiran untuk di foto.

CBR900RR dibuat dengan tujuan sebuah motor kelas Hypersport memiliki engine displacement hampir 1000cc tapi memiliki body ringkas, bobot ringan dan sanggup menampilkan manuver yang stabil dan gesit di jalan raya atau juga di sirkuit seperti hal nya motor kelas supersport 750cc. Honda sudah punya motor istimewa VFR750R RC30 750cc, juga sudah ada motor sportbike open-class 1000cc CBR1000F. Tadao Baba engineer Honda yang brilliant mendesign dengan mengambil source dari motor konsep Honda CBR750RR. Dan hasilnya adalah CBR750RR yang di stroke-up menjadi 893cc, jadilah CBR900RR Fireblade.
Wheelbase yang pendek 55.3 inch, berat full hanya 206 kg menjadikan CBR900RR paling ringan saat itu dibandingkan motor open-class 1000cc ataupun motor supersport 750cc. Motor Kawasaki ZX-7R tahun 90-93, Yamaha FZR750, Suzuki GSX-R750 bobotnya lebih berat.
Honda CBR900RR memang tidak dibuat khusus untuk balap, lebih pada pemakaian di jalan raya tapi dengan kemampuan manuver dan handling seperti layaknya motor balap. Tidak ada bahan material eksotik seperti Titanium pada komponen enginenya. Design crankcase dan cylinder bore yang menjadi satu seperti Honda RC30 menjadikan bobot masa engine ringan dan dimensi menjadi kecil. 

Honda CBR900RR Nicky Hayden Erion Racing raresportbikesforsale

Nicky Hayden 1999 Honda CBR900RR Erion Racing (raresportbikesforsale.com)

Power house sebesar 893cc sangat efektif dan memiliki ketahanan yang dapat diandalkan. Torsi mendorong kuat dari 5000 rpm terasa punya nyali membuat ban depan terangkat dari aspal jalanan memakai gir transmisi satu kalau throttle dibuka lebar dengan cepat.
Sempat beberapa kali waktu itu tes motor di sirkuit Sentul. Menurut saya CBR900RR cukup stabil dan cepat manuvernya karena bobot begitu ringan terutama hard braking dari kecepatan tinggi menuju tikungan. Melewati tikungan lambat radius kecil seperti chicane S kecil Sentul tidak perlu upaya banyak pada saat motor flip-flop ke kanan dan ke kiri. Sedikit pergerakan dengan badan ke arah yang kita tujukan motor akan berbelok (turn-in) dan miring memasuki tikungan. Dengan teknik counter steering akan terasa makin enteng.
Pada waktu exit corner motor mudah ditegakkan kembali sambil bersamaan secara bertahap menambah bukaan throttle mengikuti kecepatan yang semakin kencang. Dihindarkan jangan terlalu banyak memaksa buka gaz saat posisi motor masih miring di tikungan kecepatan rendah dengan gir dua seperti R4 dan R9 Sentul mengingat torsi yang tersedia di putaran tengah sudah cukup besar, berakibat ban belakang spin. Kalau kita memang sudah biasa powerslide maka hal itu gak jadi peroblem. Saat itu saya memakai ban bawaan standard nya yaitu Bridgestone Battlax BT-50 dan terasa lengket dengan aspal sirkuit kalau sudah mencapai temperatur kerja nya.
Karena motor ini memang dirancang lebih banyak untuk pemakaian jalan raya jadi torsi kuat sudah terasa atau tersedia mulai di rpm bawah. Berbeda dengan motor-motor jadul supersport 750cc yang direncanakan untuk balap biasanya menggunakan profil race camshaft, torsi baru mulai agresif mendorong motor dengan cepat di rpm tengah dan berlanjut ke putaran atas. Seperti Suzuki GSX-R750W tahun 1994 torsi mulai galak mendorong di putaran 7000 rpm sampai redline di 13500 rpm.

My CBR900RR 1993

My CBR900RR keluaran tahun 1993, track day di Sentul. Memakai karburator racing merk Keihin FCR flatslide diameter 41mm. Full system exhaust carbon baffle buatan Yoshimura. Ignition Advancer buatan Dynojet dan Vance & Hines Powerpak. Rear Sprocket merek Renthal. Quick throttle 1/4 turn. Windscreen smoke buatan Zero Gravity. Brake pads merek SBS. Kampas dan per kopling racing dari bahan kevlar buatan Barnett. Karena sudah ganti exhaust, power kemungkinan meningkat sekitar 7-10 hp dari power standard

Walaupun di design lebih kepada pemakaian jalan raya tapi faktor kenyamanan/ergonomik CBR900RR memang kurang begitu enak, terutama kalau dipakai turing keluar kota. Model stang jepit dibawah segitiga (triple-clamp) dan jok yang relatif tinggi juga foot pegs, cenderung race style membuat posisi duduk kita jadi bungkuk. Riding position kurang comfortable misalkan berkendara lama atau jarak jauh.
Hanya faktor kurang ergonomik itu dikompensasi dengan power output engine yang responsif dan kuat menendang, karakteristik power delivery nya termasuk linear. Hal itu membuat kita akan merasa fun memacu adrenalin tinggi, karena motor mampu akselerasi sangat cepat mulai dari putaran rendah. Di majalah Sport Bike tahun 1991, performa akselerasi CBR900RR dari 0 ke 400 meter ditempuh dalam 10.5 detik. Pada review lain dari 0 sampai kecepatan 100 km/jam diraih dalam waktu antara 2.9 sampai 3.1 detik!.  
Kalau riding pas sedang hujan ketersediaan torsi yang besar di rpm tengah kadang lupa membuka throttle terlalu banyak mengakibatkan ban belakang spin, terjeleknya motor bisa highside. Perlu kehati-hatian karena traction control pada jaman itu belum menjadi fitur kelengkapan superbike. Kalau motor mau power wheelie di gir satu atau dengan clutch wheelie dengan gir dua akan terasa mudah dilakukan.

A CBR900RR engine

Mesin yang compact, ringan terbuat dari aluminium dan magnesium

CBR900RR adalah basis dari motor-motor Hypersport Honda varian selanjutnya, seperti CBR929RR, CBR954RR dan juga motor yang sampai sekarang masih diproduksi yaitu CBR1000RR. Dengan kedatangan motor Yamaha YZF 1000R Thunderace tahun 1996 menggantikan FZR1000, Honda merespon dengan meluncurkan CBR900RR dipersenjatai engine 919cc, sedikit lebih besar dari sebelumnya. Berat motor dipangkas supaya bertambah ringan dan power ouput naik sebesar 5 hp. Tidak berhenti disitu aja, pemangkasan crankshaft menyumbang cukup lumayan mengurangi efek gyroscopic, artinya rider akan makin mudah memiringkan motor untuk berbelok.
Frame yang lebih kaku (stiff) menjadikan manuver motor bertambah cepat, handling begitu mudah dan stabil. Karena bobot lebih berat meskipun power ouput besar, Yamaha YZF1000R memerlukan upaya lebih untuk membelokkan motor memasuki tikungan. Praktis handling dan manuver CBR900RR unggul dari rivalnya itu.

Honda CBR929RR

2000 Honda CBR929RR (motorcyclespecs)

Honda CBR954RR

2002 Honda CBR954RR (motorcyclespecs)

Munculnya Yamaha YZF-R1 tahun 1998 tidak mengecilkan nyali Honda CBR900RR. Walaupun R1 lebih ringan 3 kg dan powerful tapi faktor ke unggulan handling di jalan raya membuat CBR900RR tetap sanggup memberikan nilai lebih.
Peningkatan kapasitas engine 929cc pada CBR929RR tahun 2000 dan 954cc di  CBR954RR produksi tahun 2002, engine menyemburkan horsepower yang lebih dahsyat lagi. Nilai plus digabungkan dengan chassis yang ringan dan kokoh, geometry yang tepat, maka handling motor begitu stabil dan gesit di jalan raya ataupun di sirkuit.
CBR954RR mempunyai bobot kosong 168 kg, sangat ringan dibawah berat motor-motor 600cc. Power output 154 hp @11250 rpm, maks torque 76 ft-lb @9000 rpm (di ban belakang). Cylinder di bore-up 1mm piston memakai tipe forged. Untuk pendinginan piston digunakan nozzle untuk menyiram oli dari bawah piston. Fuel injector ukuran 42 mm didalam ke empat throttle body mensupply bbm dengan proses atomisasi melalui 12 lubang jet. Pembakaran makin efisien, penyaluran power output lebih smooth dan responsif. Velg menggunakan diameter 17 inchi depan dan belakang.
Yang jadi permasalahan pemilik CBR900RR waktu itu adalah velq depan yang ukurannya 16.5 inchi. Cukup sulit menemukan ban high performance dengan ukuran tersebut. Akhirnya saya harus membeli velq aftermarket ukuran 17 inchi. Hal lainnya berkenaan dengan ketersediaan moving parts seperti kampas rem (brake pads), oil filter yang tidak ada di Jakarta. Terpaksa order dulu dari luar negeri dan yang terdekat adalah negara Singapura. 
Sekarang ini walaupun sudah cukup tua CBR900RR Fireblade tetap punya value untuk dimiliki sebagai motor collector’s item. Dan gak akan membuat bosan bagi rider yang senang akselerasi edan.
Specification :
  • Engine 893cc, 4 cylinder DOHC 16 valves
  • Compression Ratio 11 :1
  • Carburation Keihin  CV 38mm X 4
  • Power 117hp @10500 rpm (at the crank)
  • Torque 88 Nm@10000 rpm
  • Wheelbase 55.3 inch
  • Seat Height 31.9 inch
  • Wet weight 206 kg
  • Top speed 264 km/h
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s