Yamaha YZF – R7 OW02 motor canggih yang kurang sukses di balapan World Superbike.

Posted on Updated on

Yamaha R7   RaceYamaha YZF-R7 750 cc 1998

Di balapan Superbike mungkin Yamaha dan Suzuki yang paling kurang beruntung, masing-masing hanya menjuarai 1 kali sejak WSBK pertama kali diselenggarakan pada tahun 1988. Suzuki juara dunia WSBK tahun 2005 dengan motor GSX-R1000 K5 dikendarai oleh Troy Corser dan Yamaha jadi juara musim balap 2009 oleh pembalap Ben Spies dengan motor Yamaha YZF – R1.
Pada waktu regulasi WSBK untuk motor 4 silinder masih dibatasi sampai 750cc, hanya Honda yang berhasil mendapat juara sebanyak 3 kali yaitu tahun 1988-1989 dengan VFR750R RC30 dan tahun 1997 dengan motor RVF750R RC45. Kemudian perubahan regulasi untuk engine V-twin naik menjadi 1000cc, Honda meluncurkan VTR1000R RC51 V-twin. Kedua tipe motor memakai design engine konfigurasi V4 ciri khas Honda dan V-twin seperti yang digunakan Ducati.
Kali ini kita coba bahas secara singkat motor Yamaha yang dibuat khusus jaman itu untuk bertarung di balapan WSBK yaitu YZF R7 OW02 tahun produksi 1999. Yamaha R7 memang kurang begitu populer tertutup oleh nama saudaranya yang lebih besar kelas hypersport 1000cc YZF-R1. Karena memang motor ini kebanyakan cuma dibeli oleh tim balap yang ikut kejuaraan dan orang yang senang balap motor atau trackday dan mau membayar dengan harga sangat tinggi. R7 dirancang secara khusus dan detail untuk bisa kompetitif di WSBK dan balap ketahanan atau endurance racing. Apa lagi Yamaha belum pernah sama sekali menjadi juara WSBK balapan premier superbike sejak pertama kali di selenggarakan.

A r7-lean-over

R7 dengan kualitas manuver dan handling yang sangat prima

R7 menggantikan motor Yamaha  YZF-750R SP (Sport Production) keluaran tahun 1993 generasi sebelumnya yang juga dibuat untuk ikut balap sesuai standard homologasi dengan produksi unit yang tidak banyak. Hanya YZF750 SP tidak diproduksi secara detail, handcrafted atau khusus sebagai motor balap eksotik yang street legal, grade komponennya masih dibawah R7. YZF750R SP di rancang ber basis dari motor jalan raya Yamaha YZF750R yang mana waktu itu dijual dengan harga lebih murah. Tipe SP dilengkapi spek komponen lebih tinggi dari versi jalan raya yaitu sudah dilenggkapi gear transmisi Close-Ratio dan Flat-Slide carburator.
Tahun 1991 Yamaha dengan tim Vance & Hines menjuarai balapan superbike Amerika. Motor yang dipakai tipe FZR750R OW01. FZR-750R adalah superbike khusus Yamaha yang sukses meraih juara AMA di awal 1990 an dimana saat itu banyak di dominasi oleh motor Kawasaki dan Suzuki.

A r7-fork

R7 Fork Ohlins.

Yamaha R7 diproduksi sebagai motor siap balap (ready to race) dari pabrik. Dibuat hanya 500 unit untuk memenuhi aturan Homologasi  motor yang ikut balapan. Jadi tidak ada Yamaha R7 versi street yang spek komponennya dibawah dari yang spek balap.
Chasis geometry R7 dirancang seperti motor GP YZR500 2-tak, sama seperti yang dikendarai oleh Wayne Rainey juara dunia GP500 3 kali berturut-turut.  Chasis rigid Delta Box yang dikurangi panjangnya menjadikan manuver motor R7 gesit, cepat dan enteng karena wheelbase yang pendek. Tipe braced swing arm memberi keuntungan disaat motor keluar tikungan karena swingarm tetap stabil tidak bergetar (chatter) dan lebih lurus ketika full akselerasi menerima torsi dengan kuat. Kemudian bagian suspensi Fork dan rear Shock memakai Ohlins memberikan nuansa motor balap eksklusif juga performa manuver motor yang stabil. Gabungan sinergi chassis dan suspensi R7 memberikan efek handling yang istimewa di lintasan balap.

yamaha-yzf750-1993

Yamaha YZF750R SP OW02 1993

Engine 4 silinder sejajar (inline) DOHC dengan 5 klep per silinder, ciri khas engine Yamaha (patent). Tiga klep intake dan dua klep exhaust akan memberikan efek mass airflow yang lebih cepat mengisi cylinder di rpm tinggi, juga exhaust gaz dapat keluar secara lancar dan  secepat mungkin. Cylinder pressure yang besar semakin menghasilkan ledakan maksimum dan menciptakan efisiensi pembakaran (combustion efficiency) yaitu horsepower sebesar mungkin disalurkan ke ban belakang.
Menggunakan bahan eksotik titanium pada klep dan connecting-rod nya. Bahan titanium mengurangi siknifikan bobot masa yang bergerak resiprokal (reciprocating mass) di dalam engine. Pengaruhnya memberi efek revving yang lebih cepat dan mampu mencapai putaran lebih tinggi. Forged Piston dilapisi Nickel untuk daya tahan terhadap gesekan (friction) maupun side load dengan cylinder wall di rpm tinggi. Crankcase dan cylinder bore yang menjadi satu membuat masa engine lebih ringan.
Supply bensin sudah canggih memakai sistim electronic injection. Di tahun 1998 Yamaha juga bersamaan memproduksi motor hypersport 1000cc YZF R1 yang belum dilengkapi dengan Electronic Fuel Injection (EFI) yaitu masih memakai sistim Karburator.

r7-swingarm

R7 Swingarm

Yamaha FZR750R OWO1 produksi tahun 1989 yang juga dibuat secara detail ready to race memakai komponen high grade adalah superbike 750cc pertama yang dibuat Yamaha untuk ikut balap WSBK dan endurance. 
Jaman itu kecanggihan R7 membuat motor-motor lain menjadi ketinggalan, Kecuali Honda RC45 dan Ducati 916 SP. Dengan berat full 198 kg dan kemampuan power enginenya, R7 sudah sama sejajar malahan melebihi dari faktor performa dan teknologi dari superbike 750cc produksi tahun-tahun yang lebih baru..
Walhasil Yamaha R7 memang siap untuk ngebut di sirkuit, customer tinggal membeli Race Kit nya untuk lebih meningkatkan maksimum power output. Penggantian dengan Race-Kit akan menghasilkan power menjadi 140hp manthap sekali!. Race-kit meng-aktifkan injektor kedua untuk menambah volume supply bensin di putaran atas. Termasuk di race-kit yaitu exhaust menggunakan full system dari bahan titanium tanpa catalytic converter. Dengan perubahan pada komponen tersebut memberi kontribusi cukup siknifikan terhadap peningkatan power pada putaran tengah dan atas. Penggantian exhaust dengan design free flow mengurangi efek backpressure yang merugikan karena mencuri power dan menambah radiasi panas di knalpot.
Dulu R7 bisa dibeli dengan harga yang sangat mahal, sekitar 20.000 Poundsterling plus beberapa ribu lagi untuk Race-Kit nya.

R7 AB

Motor balap canggih dengan berbagai kelebihan di jamannya.
Motor Yamaha R1 dan R6 dari pabrik tidak dibangun melalui cara khusus dan menggunakan material eksotik seperti R7. Klep intake/exhaust dan Connecting-Rod dari bahan titanium, juga Gear box sudah memakai gir tipe Close-Ratio, fork dan rear shock merk Ohlins. Jadi terlihat R7 memang direncanakan secara detail dan presisi menggunakan material komponen engine dan parts yang high grade dan eksotis. Motor lain yang sama level spek nya dengan Yamaha R7 yaitu Honda RC45 dan Ducati 916 SP.
Gearbox close-ratio memang diperlukan motor balap terutama pada saat akselerasi. Gir yang rasio nya berdekatan satu dengan lainnya, misalkan gir satu rasio nya 4:1, gir dua rasio 3:1. Rasio tersebut pengaruh terhadap akselerasi motor yang sanggup memotong waktu lebih cepat dari gearbox konvensional. Karena putaran engine yang tidak berbeda jauh di tiap gir nya terutama pada saat transisi perpindahan gir upshift, putaran engine tetap pada area torsi nya (torque band)
Tahun 2000 pembalap Jepang Noriyuki Haga membawa R7 di kejuaraan WSBK dan berhasil meraih juara satu di 4 seri dan 11 kali kemenangan podium. Meskipun tidak sukses menjadi  juara WSBK karena adanya pelanggaran aturan obat-obatan yang sebenarnya tidak begitu jelas, Haga pembalap yang paling banyak mencapai kemenangan dengan motor R7. Motor ini ikut balapan dalam waktu yang relatif tidak lama karena adanya perubahan aturan WSBK yang menaikkan engine displacement 4 silinder menjadi 1000cc. Motor R7 Haga yang di tune oleh Yamaha factory menggunakan spesial race kit menghasilkan power 180hp! at the back wheel pada range putaran 14000rpm. Sangat digdaya untuk ukuran engine 750cc 4-tak.

R7 Haga

Noriyuki Haga YZF – R7 tahun 2000. Max power 180 hp at the wheel.

Memang ironis Yamaha merancang secara spesial dan presisi R7 untuk memenangkan kejuaraan WSBK tapi tidak tercapai. Dan baru di tahun 2009 Yamaha berhasil meraih juara dunia WSBK tapi dengan motor YZF-R1 1000cc.
Tidak diragukan Yamaha YZF-R7 adalah motor balap yang istimewa di design dengan baik dan presisi oleh Yamaha untuk jadi juara. Hanya aja keberuntungan nya belum datang waktu itu.
Specification :
  • Engine 749cc 4 cylinder, inline, DOHC 20 valves.
  • Bore x stroke 72mm x 46mm.
  • Frame aluminium twin-spar.
  • Wheelbase 1400mm.
  • Power : 107 hp@11000rpm (at the back wheel), with Race-Kit 140 hp@13700 rpm
  • Torque : 72.10 NM @ 9000 rpm
  • Compression Ratio 11.4 : 1
  • Suspension Ohlins 43 mm Fork dan rear Shock with pyggy back
  • 6 speed close ratio gear box
  • Wheelbase 55.1 inch
  • Seat height 840mm
  • Dry weight 176 kg
  • Wet weight 198 kg
Noriyuki Haga R7 Race bike :
  • Power 180 hp @14000 rpm (at the back wheel)
  • Weight 162 kg, WSBK regulation.
  • Top speed race bike 300km/h
Source : Fast Bike Magazine Agustust 2015
Iklan

2 thoughts on “Yamaha YZF – R7 OW02 motor canggih yang kurang sukses di balapan World Superbike.

    modar madir said:
    Mei 28, 2015 pukul 5:19 pm

    haga, nasibnya mirip pedrosa, pembalap hebat dan di segani tapi ga pernah juara, spesialis runner up

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s