Pembalap Amerika menguasai GP500 di era 80 – 90 selama 16 tahun.

Posted on Updated on

rainey-lawson-schwantz-gp500

Rainey – Lawson – Schwant GP500

Disaat Kevin Schwantz menjuarai GP500 tahun 1993, itu adalah era terakhir dominasi pembalap-pembalap asal Amerika di kelas utama balap Grand Prix selama 16 tahun.
Nama-nama seperti Kenny Roberts, Eddie Lawson, Freddie Spencer, Wayne Rainey dan Kevin Schwantz. Mereka merupakan pembalap dengan kemampuan di atas rata-rata mengendarai motor bengis 500cc 2-tak yang terkenal gesit, ringan, kenceng dan tidak gampang dibawa melesat kenceng.
Saat itu belum ada kumpulan nama canggih traction control, Wheelie control, back-torque sensor, ignition retard. Juga inertial platform yaitu gyroscopic sensor dan accelerometer. Itu semua dengan tujuan mempermudah kerja pembalap mengkontrol motor tiap kali braking mengurangi speed motor, berbelok miring masuk tikungan dan di mid-corner. Kemudian akselerasi keluar secepat mungkin. Skill pembalap sepenuhnya berperan menjinakkan motor, bukan kecanggihan elektronik.

Mereka menguasai lini depan setiap balapan dengan determinasi yang akurat dan speed setinggi mungkin melewati berbagai tikungan. Motor GP500 boleh dibilang pemarah mempunyai karakter berbeda dengan motogp engine 4-tak. Sedikit saja pelintiran throttle dapat mengakibatkan si rider terpental di udara dan jatuh keras ke aspal. 
Tahun – tahun sebelumnya juara Grand Prix di pegang oleh pembalap Inggris atau Italia, seperti Mike Hailwood, Giacomo Agostini, Phill Read dan Barry Sheene.

kennyroberts 1

Kenny Roberts 1978-1980

Diawali oleh Kenny Roberts yang mengalahkan juara GP500 dua kali berturut-turut Barry Sheene dari Inggris dengan motor Yamaha YZR500 0W60. Kenny pembalap rookie langsung menjadi juara GP500 di tahun pertamanya. s Modalkill AMA Dirt-Track menjadikan Kenny mempunyai style tersendiri, ban belakang spin waktu keluar tikungan. Kenny juara GP500 3 kali berturut-turut dan menjadi orang Amerika pertama menjuarai GP500.
Kenny memperkenalkan gaya knee-down di sirkuit. Dipakai sebagai ukuran (gauge) kemiringan motor ketika melewati mid-corner.

Freddie-Spencer 1986 Jarama

Freddie Spencer Le mans 1985

Kemudian pembalap muda Freddie Spencer menjuarai GP500 pada usia 21 tahun. Termuda sampai kemudian Marquez mengalahkan recordnya dalam usia 20 tahun. Hanya Spencer menjadi juara termuda membawa motor pemarah GP500 dengan power delivery kapan saja bisa bertingkah-laku brutal power merepotkan pembalapnya. Sedangkan Marquez membawa motor V4 engine 4-tak yang lebih bersahabat dengan power delivery linear dan dipersenjatai perangkat canggih elektronik.
Spencer mendapat julukan “The fast Freddie”. Tahun 1978  Spencer menjuarai AMA 250cc Championship kemudian di rekrut oleh Honda untuk menunggangi Superbike. Tahun 1982 full time menjadi pembalap Honda di balapan GP500 menaiki motor NS500 tiga silinder. Dan pada tahun 1983 Spencer pertama kali dapat gelar juara dunia setelah mengalahkan Kenny Robert. Spencer adalah satu-satunya pembalap yang menjuarai 2 kelas yang berbeda yaitu, GP500 dan GP250 pada tahun yang sama.

Spencer Honda :

NS500 1984 :

Engine V-3 cylinder, 2 stroke, water cooled

Power 120 hp at the rear wheel

Dry weight around 100 kg

Honda NSR500 1985 :

Engine 90 degree V-4 cylinder, 2 – stroke, water cooled.

Power 140 hp at the rear wheel.

Dry weight 115 kg.

lawson NSR500 1989

Eddie Lawson NSR500 Rothmans Honda

Seperti juga Kenny Roberts di latar belakangi dari balapan Dirt-Track seperti Eddie Lawson tahun 1979 mengikuti kejuaran AMA 250cc dan mendapat tempat ke dua setelah Freddie Spencer. Kemudian ikut team Kawasaki balapan AMA Superbike dan menghasilkan juara tahun 1981-1982 sekaligus juga juara AMA 250cc National Championships. Tahun 1983 Lawson menjadi teammatenya Kenny Robert di team Yamaha dan jadi juara Dunia tahun 1984.
Lawson mengumpulkan 4 juara dunia GP500 dalam pencapaian prestasinya juga beberapa kejuaraan Superbike lainnya. Lawson adalah pembalap asal Amerika yang paling banyak peroleh titel Juara dunia GP500. Perolehan titel ia kantongi dengan motor Yamaha dan Honda.

Eddie Lawson Honda NSR500 1989 :

Engine V-4 cylinder, 2 stroke,  Piston reed valve, water cooled.

Power 145 hp+ at the rear wheel.

Frame Aluminum twin spar.

Showa fork and rear shock.

Dry weight 122 kg.

wayne-rainey 1988

Wayne Rainey

Di masa motor Yamaha “wildcat” YZR500 dengan power output lebih kuat dan susah untuk dikendarai, Wayne Rainey sukses dengan mengumpulkan 3 kali kemenangan berturut-turut yaitu tahun 1990 -1992. Seperti yang lainnya Rainey berangkat dari balapan garuk tanah atau Dirt-Track dimana memberikan kontribusi terhadap penyempurnaan skill balapnya. Rainey belajar banyak dari sang mentor King Kenny Roberts
Tahun 1993 Rainey hampir meraih juara dunia GP500 untuk yang ke 4 kalinya, sampai akhirnya nasib bercerita lain. Crashed di sirkuit Misano Italia Rainey mengalami kelumpuhan yang mengakhiri karir balapnya.
Komentar Rainey mengenai motor YZR500 (terjemahan bebas) :
“Waktu saya balap, kita punya motor 500cc V4 silinder 2-tak, dan tidak ada bentuk apapun dari bantuan komputer. Komputer yang kita punya waktu itu sangat kuno dibandingkan apa yang mereka punya sekarang. Pada dasarnya itu hanya untuk pengukuran pada travel suspensi dan hal yang berkaitan dengan itu.
Mengenai power, motor yang kita kendarai menghasilkan 190 hp, tapi powerband engine mulai dari 9000 sampai 12000 rpm, jadi waktu anda keluar dari tikungan dan akselerasi, anda merasakan tarikan yang tiba-tiba sebesar 130hp di ban belakang kontak dengan aspal hanya sebesar kepalan tangan. Satu-satunya usaha supaya motor tidak wheelie ke belakang atau highside adalah melalui tangan kanan anda (throttle gaz) tidak ada cara lain lagi untuk mengontrol itu. Waktu itu hanya dengan feeling anda, penilaian anda dan tangan kanan anda.. ”
Beda di era bantuan komputer seperti MotoGP sekarang dimana power output bisa diatur/program sesuai dengan kebutuhan. Ada Gyroscopic sensor yang bisa mendeteksi sudut kemiringan motor sewaktu miring melewati corner. Apabila terjadi spin sensor-sensor mengirim data ke komputer untuk mengurangi power dengan cara mengurangi supply bensin ke engine atau dengan mematikan pengapian pada 2 silindernya. Ada banyak cara yang bisa di aplikasi. Honda menggunakan Gyroscope seperti yang dipakai Robot Humanoid Asimo.

kevin-schwant-suzuki 1

Kevin Schwantz Suzuki RGV500 GP500 1993

Pesaing terdekat Rainey selain Mick Doohan adalah Kevin Schwantz rekan satu negaranya. Schwantz berbarengan dengan Rainey masuk ke balap motor GP500 dengan membawa motor Suzuki RGV500. Di tiap balapan dia memberi tekanan kuat buat Rainey. Walaupun diakhir musim balap menjadikan Rainey juaranya. Tahun 1993 setelah Rainey terjatuh dan ngak bisa ikut meneruskan seri balap, Scwantz menjadi juara dunia GP500.
Setelah kemenangan Schwantz berakhir juga kejayaan rider-rider asal Amerika yang telah lama berkuasa di arena kejuaraan GP500. Selanjutnya digantikan oleh Mick Doohan asal Australia dengan Honda NSR500 dimana berhasil memenangi Grand Prix 5 kali berturut-turut.
Pada tahun 2000 sekali lagi diberikan kesempatan untuk pembalap asal Amerika meraih titel GP500 untuk terakhir kalinya yaitu Kenny Roberts Junior, anak dari King Kenny. 
Datangnya Valentino Rossi membawa Honda NSR500 dan menjadi juara tahun 2001 menguasai grid kelas premier Grand Prix kedepannya cukup lama. Rossi adalah pembalap terakhir motor bengis dan pemarah GP500 dua tak.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s