Wayne Rainey salah satu Jawara World GP500 dengan Yamaha YZR 500cc no Traction Control

Posted on Updated on

wayne-rainey-1991 YZR500 Wildcat

Wayne Rainey Yamaha YZR500

Di jaman komponen elekronik tidak secanggih sekarang racing dengan motor bermesin 2-tak 500cc bukan hal mudah bagi pembalap. Engine yang ganas powernya dibarengi dengan bobot yang ringan menjadikan power to weight ratio motor pada tingkatan sempurna untuk kelincahan bermanuver dan akselerasi cepat di sirkuit tapi juga menjadikan motor sangat susah dikendalikan.
Saat itu belum ada traction control, Inertial platform seperti Gyroscopic dan accelerometer sensor, anti wheelie sensor, quick shifter dan lain-lain. Sekarang motor Hypersport yang dijual di dealer seperti All-New Yamaha R1, BMW S1000RR sudah menggunakan teknologi itu. Jadi motor GP500 2-tak sepenuhnya dikontrol oleh pembalap, dan traction control, wheelie control yang ada pada saat itu ialah skill si pembalap motor itu sendiri yang berusaha mengatur torsi brutal engine dengan tangan kanannya di gaz.
Torsi engine yang besar dan power delivery yang tidak linear membuat motor gampang spin waktu menikung. Ban cepat habis atau juga mengakibatkan motor highside melempar pembalapnya ke aspal atau gravel. Ini membuat pembalap harus ekstra hati-hati terhadap karakter motor seperti itu. Pembalap berusaha belajar bagaimana membawa motor masuk dan keluar tikungan secara halus tapi bersamaan mampu ngebut sekencang mungkin tanpa banyak ban belakang spin kemudian menghasilkan lap time yang tercepat.
Kebrutalan makin nyata ketika revving masuk di 9000 rpm sampai redline di 13000 rpm, dimana horsepower makin digdaya menyembur tanpa ragu-ragu tak terbendung.
Pembalap Rothmans Honda, Wayne Gardner pernah menjelaskan, dengan kata ” Horsepower yg Brutal “, mulai dari 3000 rpm membuka throttle dan motor akan langsung meluncur ke orbit.
Pada era itu diantara pembalap yang sukses naik motor 500cc 2-tak Wayne Rainey adalah salah satu yang terbaik bisa ditempatkan pada ranking paling atas. Rainey mencapai level tertinggi dengan 3 kali berturut-turut juara Grand Prix 500. Hampir untuk yang keempat kalinya sampai nasib berkata lain.
Awalnya Rainey ikut kelas 250cc Grand Prix tahun 1983 dengan team Roberts tapi kurang sukses hanya 1 kemenangan. Kemudian Rainey kembali ke Amerika untuk kompetisi di 250 cc Road race dan Superbike. Disitulah mulainya persaingan antara Rainey dan Kevin Schwantz. Tahun 1987 Rainey menjuarai AMA Superbike Amerika yang kemudian pindah ke team Kenny Robert untuk membawa motor Yamaha 500 cc.

Rainey_Yam50th_MainImage

Persaingan Rainey dengan Kevin Schwant di AMA Superbike Amerika berlanjut di World Grand Prix 500, karena Schwant juga tekan kontrak dengan team Suzuki untuk membawa motor RGV500. Tahun awalnya di Grand Prix 500 Rainey hanya mendapat satu kemenangan podium 1. Saat itu kejuaraan GP500 di dominasi oleh Eddie Lawson salah satu Master 500 cc dengan meraih 4 kali juara dunia GP500.
Tahun ke duanya di GP500 skill balap Rainey membawa motor GP500 semakin naik dan mantap dengan tiga kali juara 1. Sepanjang musim selalu mendapat podium di posisi kedua atau ketiga menjadikan Rainey juara 2 GP500 dibawah Eddie Lawson.
Tahun 1990 kemampuan Rainey makin memuncak di atas Yamaha YZR500 dengan 7 kemenangan. Kevin Schwant selalu memberikan perlawanan dengan meraih 5 kali podium 1. Tahun 1990 Wayne Rainey menjuarai World GP500 untuk yang pertama kalinya.
Selain Schwant ada pembalap dari Australia yang juga memberikan perlawanan terhadap Rainey yaitu Mick Doohan dengan Motor legendaris Honda NSR500. Doohan mendapat 3 kali untuk podium 1 dan selalu di urutan ke 2 dan 3 sepanjang seri balapan tahun 1991. Schwant tetap menekan Rainey dengan 5 kali juara 1 dan di akhir musim balap Rainey kembali mempertahankan gelarnya sebagai juara GP500.
Di tahun 1992 Doohan yang semakin bagus membawa motor Honda NSR500 nya banyak menekan Rainey di tiap seri balapan. Pada saat itu HRC meng-aplikasi sistem Big-Bang di mesin NSR500 yaitu dimana posisi crankpin yang berbeda dengan mesin 500 cc konvensional. Didesign untuk meledakkan ke 4 piston pada waktu yang berdekatan 67-70 derajat. Membuat ledakan besar tapi pada rotasi crankshaft selanjutnya gentakan torsi jadi sangat lemah karena tidak ada ledakan lagi yang dihasilkan mesin dalam satu kali kerja mesin 2-tak. Sistem ini membuat torsi mesin tidak terlalu agresif dan lebih mudah dikontrol. Tapi Doohan mengalami crashed di sirkuit Assen dan gak ikut balapan beberapa seri. Rainey mengakhiri musim balap dengan memenangkan GP500 untuk yang ke 3 kalinya.
Tahun 1993 Rainey tetap mendapat tekanan terus oleh Kevin Schwant dengan Suzuki RGV500 nya. Schwant dan Rainey saling bergantian posisi podium. Di Misano Italia Rainey masuk tikungan dan agak kuat membuka throttle yang mengakibatkan ban belakang spin kemudian motor highside ke kiri. Rainey terlempar ke aspal dan berguling keras. Tidak beruntung ada bagian di pinggir lintasan yang membentur nya, Rainey mengalami patah tulang punggung yang mengakibatkan kelumpuhan. Itu terjadi pada lap ke 9 dari 28 lap balapan.
Kejadian tersebut mengakhiri karier Wayne Rainey di balap motor tapi prestasi dan skill nya patut di apresiasi sepanjang sejarah balap motor Grand Prix kelas utama. Rainey termasuk salah satu pembalap berbakat mempunyai skill tinggi di atas motor GP500 yang terkenal pemarah dan brutal tersebut.

Wayne rainey-yamaha-team-roberts

Wayne Rainey Yamaha Team Robert

Sewaktu di Interview oleh Motorcycle USA, Rainey berkata berkenaan dengan teknologi di MotoGP sekarang (terjemahan bebas ) :
” Era informasi ini membuat motor motoGP sangat berbeda. Banyak sekali campur tangan komputer melalui GPS, itulah cara engineer mengawasi motor selagi di track. Onboard komputer motor mengetahui di mana posisinya berada.
Ambil contoh sirkuit Laguna Seca, ada tiga corner dengan memakai gigi 2. anda bisa mem program komputer motor untuk seberapa besar power mesin yang di butuhkan di throttle. Pembalap bisa keluar dari corner itu dengan membuka lebar-lebar  throttle, tapi komputer akan membatasi power motor untuk di gigi 2. Kemudian tikungan ke dua memerlukan rpm di gigi 2 yang lebih tinggi, komputer secara otomatis bisa mengatur untuk keperluan itu.
Mereka juga punya wheelie control jadi waktu anda melihat pembalap akselerasi pada tikungan terakhir Laguna, anda melihat nya melaju sambil mengoper gigi, anda tidak pernah melihat ban depan terangkat  dari aspal lebih dari 10 inchi. Itu karena ignition motor memperlambat pengapian mesin. Dan karena GPS, attitude motor akan tetap dijaga seperti itu, Motor tidak pernah wheelie terlalu banyak “
Motogp sekarang semakin canggih dan lebih aman dari highside sekitar 60% menurut Rossi. Pembalap akan merasa percaya diri untuk lebih cepat melesat di tikungan. Ban slick pun juga lebih lengket atau kuat daya cengkram nya dengan aspal dibandingkan ban slick yang dipakai era Rainey dan Doohan dulu. Kecepatan motogp di corner sekarang tidak terbayangkan sebelumnya karena kemajuan teknologi elektronik, suspensi dan ban slicks.
Respek kepada mereka para warrior GP500 yang berani mengambil resiko di lintasan sirkuit untuk menjadi yang paling tercepat saat itu.
Motor YZR500 Rainey dilengkapi dengan Brembo brake system dan cakram carbon membuat daya cengkram rem optimal. Suspension fork dan shock belakang menggunakan Showa. Power yang dihasilkan mesin menurut Kenny Robert saat itu sekitar 180Hp di ban belakang pada putaran mesin 12000 rpm, berat 130 kg, top speed mencapai 320km/jam (200mph). Jelas perbandingan power to weight ratio yang luarbiasa.

yamaha-yzr500-95

Yamaha YZR500 2-stroke engine

Wayne Rainey YZR500

Wildcat Yamaha YZR500 

Engine : V4 cylinder 2-stroke, liquid – cooled, 499 cc
Max power : 180 – 190 Hp
Max torque : 75 lb-ft /101 Nm
Dry weight  : 130 kg
Brake : Brembo / carbon disc
Suspension : Showa Fork and shock
Wheel : Forged Marchesini
Tyres : Dunlop slicks
Chain : Regina 520
Iklan

6 thoughts on “Wayne Rainey salah satu Jawara World GP500 dengan Yamaha YZR 500cc no Traction Control

    modar madir said:
    Mei 28, 2015 pukul 10:39 pm

    rainey persaingannya dengan kevin scwhant sangat terkenal tapi tetep schwant yang dianggap terbaik karena meski dengan rgv 500 yang kalah power di banding yzr 500 tetep mampu memberikan perlawanan

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 29, 2015 pukul 10:12 am

      bisa juga pak…mereka ketat persaingannya. waktu rainey crash,gak balap lagi, di musim balap berikutnya schwant kalah lagi sama honda nsr500 nya doohan

      Suka

    pulsy1355 said:
    Juni 3, 2015 pukul 2:19 pm

    real alien…

    Suka

    Yulizar Tohar said:
    Agustus 12, 2015 pukul 5:30 pm

    mantap

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s