Motor Honda VTR1000R RC51 V-Twin untuk melawan dominasi Ducati di WSBK

Posted on Updated on

 

edwards2002-rc51

Collin Edward Honda RC51 Castrol
Ducati memang mendominasi kejuaraan World Superbike dari 1990-1999. Sepertinya pada tahun-tahun itu motor Ducati V-twin engine menjadi Jawara nya. Disisakan tahun 1993 dan 1997 untuk motor 4 silinder Jepang jadi juara, yaitu Kawasaki Ninja ZX-7R dan Honda RC45.
Dengan situasi tersebut Honda punya rencana membuat motor yang akan menggunakan engine konfigurasi V twin cylinder head to head dengan Ducati dimana sudah merajai balapan superbike dunia selama satu dekade. HRC sebagai divisi Racing nya Honda bertugas merancang motor V-twin engine yang cepat, ringan dan stabil seperti motor Ducati. Honda memutuskan menggunakan V-Twin 1000cc supaya power dan torsi bisa sebanding dengan Ducati. Hal itu diharapkan motor mampu bersaing dengan kompetitornya tersebut pada berbagai situasi dan kondisi sirkuit. .
Honda memiliki RC45 juara WSBK tahun  1997 dengan pembalap John Kocinski. Tapi sepertinya motor 4 silinder 750cc sudah ngak akan bisa kompetitif lagi melawan superioritas V-Twin Ducati. Pada waktu itu aturan Superbike untuk motor 4 silinder masih dibatasi 750cc.
Dengan bermodal kata-kata : “Kalau tidak bisa mengalahkan mereka (Ducati), maka bergabung dengan mereka (memakai mesin V-twin) kemudian baru kalahkan mereka”  Strategi ini sepertinya dipakai Honda.
Pada tahun 2000 RC51 SP1 diluncurkan oleh Honda dan mulai berpartisipasi di ajang balap World Superbike menghadapi lawan kuat utamanya yaitu motor-motor Ducati.
Untuk publik Honda merilis RC51 atau VTR1000 SP dengan harga bersahabat waktu itu. Biasanya motor yang dirancang khusus untuk balap diberi label harga yang fantastis. Seperti Honda Limited Edition RC45 dengan harga dua setengah kali lebih dari harga RC51. RC45 saat itu di beri label $27000 dan RC51 pada harga $9999.  Memang benar RC51 tidak seperti RC45 yang dilengkapi komponen balap berqualitas tinggi seperti bahan eksotik Titanium, gear transmisi close-ratio, Ohlins rear shock  dll. RC51 perlu di upgrade beberapa parts dan komponen kalau si pemilik ingin ikut balapan.
Mesin V-twin menggunakan camshaft yang digerak oleh gear (gear driven) seperti RC30. Model ini memberikan timing lebih presisi dan berpengaruh terhadap horsepower. Bore 100mm x stroke 63.6mm, menjadikan rasio over square. Ukuran klep lebih besar dari Ducati, yaitu 40 intake-34 exhaust. Ducati menggunakan 36 intake-30 exhaust.
Sistim PGM-FI memakai throttle body berukuran 54mm, masing-masing terdapat 2 injector. Aliran udara masuk melalui corong Ram Air terletak di depan diantara Headlights. Kemudian melalui chasis aluminium dan langsung ke airbox. Metode ini membuat mesin mendapat supply udara bertekanan tinggi, ketika motor melaju kencang.
Konstruksi chasis twin spar nya kaku (rigid) dan kokoh dari pabrik, memang dirancang untuk mampu tahan terhadap kerasnya kondisi pada saat balapan superbike. Jadi motor sedikit lebih berat dari yang lain. Bentuk Pro frame dimodifikasi digabungkan dengan bagian sambungan pada swingarm, menjadikan keseluruhan chasis kaku.
Wheelbase pendek 55.5 inchi kemudian digabungkan dengan steering geometry 24.5 derajat rake dan 100.5mm 3.96 inchi trail, design ini ditujukan lebih kepada stabilitas motor dari pada untuk kelincahan bermanuver.
Kekurangan pada generasi pertama ialah throttle respon tidak halus, menyentak kasar kalau rider membuka dan tutup gas. Problem ini membuat riding melewati mid-corner menjadi tidak nyaman. Kemudian diatasi di RC51 SP2 dengan tipe injektor lebih banyak lubang, meremap kurva fuel injection dan memakai throttle body lebih besar berdiameter 62 mm.
Memperhatikan ketahanan mesin untuk jangka panjang, Honda membatasi revving sampai 10000 rpm redline dan rev limiter bekerja meng cut di 10200 rpm. Pada standard form nya yang dijual di showroom, RC51 menghasilkan power 118 hp di roda belakang. Cukup bertenaga untuk pemakaian jalan raya.
Radiator RC51 yang terletak disamping pada kedua sisi kurang efektif mendinginkan engine pada saat balapan. Radiator harus diganti dan dipindahkan ke bagian depan engine seperti kebanyakan motor lainnya. Motor balap memerlukan kapasitas radiator lebih besar supaya panas engine tetap pada temperatur  normal.
Race kit tersedia untuk owner yang ingin merubah RC51 nya seperti RC51 HRC yang dipakai oleh Collin Edwards. Mulai dari full exhaust system, wire harness, clutch set, camshaft, valve and springs set, high compression piston, racing oil pan, racing body kit dan seterusnya.
Untuk pemakaian balap biaya RC51 ini relatif cukup murah dibandingkan dengan motor 4 silinder. Dikarenakan penggunaan rpm yang tidak terlalu tinggi menjadikan masa kerja atau ketahanan engine semakin lama, overhaul atau engine rebuild menjadi lebih panjang. Dengan itu RC51 menjadi pilihan untuk rider dengan budget untuk balapnya bersumber dari kantong sendiri.

Honda RC51 AA

Honda VTR1000 SP-1
Tahun 2000 Collin Edward juara AMA Superbike dipercaya untuk menaiki RC51 team Castrol Honda melawan motor Ducati pada balap World Superbike Championships dan Edwards sukses di tahun pertamanya keluar sebagai juara WSBK. Edwards meraih tujuh kemenangan meraih podium satu. Pada saat itu ada motor V-Twin lain, yaitu Aprilia RSV-Mille dari team Aprilia Racing yang cukup kompetitif dengan perolehan lima podium satu.
Penjualan RC51 versi untuk publik cukup laku dan banyak peminatnya karena pengaruh image motor sukses menjadi juara WSBK dan AMA.

Honda RC51 BB

Collin Edward RC51 SP2, max power 170 hp (at the wheel). Akrapovic racing exhaust system.

bayliss-998f02

Troy Bayliss Ducati 998 F02 V-Twin, power output 188hp (at the back wheel), dry weight 162kg. Termignoni racing exhaust system.
Di tahun keduanya Edwards mengalami perlawanan kuat dari pasukan Ducati, seperti Ben Bostrom, Ruben Xaus dan Troy Bayliss. Bayliss jadi juara Dunia, Edwards di posisi kedua.
Setelah gagal di tahun 2001, C Edwards kembali juara WSBK pada musim balap 2002. Perbedaan 11 point dengan rival utamanya, motor Ducati 996R ditunggangi oleh Troy Bayliss. Persaingan saat itu memang sangat ketat dengan Ducati dimana terlihat superior. Tapi kemenangan bisa diraih lagi melalui perjuangan yang tidak gampang.
Motor yang dinaiki Edwards tipe RC51 SP2, hasil penyempurnaan dari motor sebelumnya. Power motor sekitar 160 hp @11000 rpm di ban belakang, compression ratio piston 12.7 : 1 dan berat 165kg.  Karakter V-Twin engine yaitu torsi besar mulai dari rpm tengah dan menarik kuat sampai putaran maksimum menjadi potensi penting.
Menurut Edwards, RC51 sangat mudah dikendarai, ban belakang yang mengikuti line ban depan. Power motor sama dengan Ducati baik pada lintasan lurus dan juga di corner. Kata Edwards :
“Anda bisa pada posisi miring penuh (full lean), kemudian membuka sedikit throttle gaz, motor akan bergeser 4 – 6 inchi dan anda tetap bisa menahan motor pada posisi itu ( di corner )”
Dengan pergantian aturan Superbike, kubikasi motor 4 silinder dari 750cc naik menjadi 1000cc, Honda akhirnya mengganti RC51 dengan CBR1000RR. Terbukti walaupun hanya singkat tapi RC51 telah sukses membawa Honda menjadi Juara WSBK lagi mengalahkan motor Ducati
Dari review para rider yang punya motor ini, menyatakan merasa senang dan puas dengan motornya, itu berdasarkan nilai dari segi performa, ketahanan dan perawatan. Walaupun kenyamanannya agak kurang karena posisi duduk model balap (racing crouch). Stang jepit dibawah segi tiga (tripple clamp) jok dan foot peg yang tinggi, rider harus bungkuk.

honda-rc51-ohlins-fg832

Ohlins Fork FG832 & Brembo radial monoblock calipers (RC51.org)
RC51 bisa diawali dengan upgrade exhaust diganti dengan full system. Diameter pipa header lebih besar dari ukuran standard dan tidak memakai catalytic converter. Menjadikan engine bernafas lebih lega di putaran atas. Kemudian memasang piggyback Power Commander 3 untuk fine tuning fuel map setelah penggantian beberapa parts selain exhaust system, misalkan modifikasi pada airbox, mengganti standard air filter dengan aftermarket, penggantian injector, merubah ignition timing dll. Tujuannya mendapatkan hasil power dan torsi yang optimal dan respon pada throttle supaya menjadi lebih linear. Power akan bertambah di putaran atas sekitar 8-10 hp tapi akan mengorbankan jambakan torsi di rpm tengah jadi berkurang. Mesin V twin justru terkenal dengan sensasi tarikan kuat torsi nya mulai dari rpm bawah-tengah.

honda-rc51-ohlins-steering-damper

Ohlins steering damper meredam goncangan dan getaran (chatter) di front-end (RC51.org)
Kalau si owner berniat untuk track day, modifikasi selanjutnya adalah fork. Suspensi standard nya terlalu progresif karena untuk beban 2 orang. Maka penggantian fork kit diperlukan untuk mendapatkan karakter fork lebih linear. Ada beberapa merk di pasaran dan fork RC51 menggunakan internal parts yang sama dengan fork CBR. Penggantian rear shock untuk lebih stabil ketika motor mengerem kuat dan melewati corner seperti merk Ohlins. Dan steering damper yang tugasnya meredam gejala ban depan dan stang handlebar bergerak liar (wobble), akibat benturan melintasi jalanan bergelombang.

pc-3

DynoJet Power Commander 3 fine tuning mendapatkan efisiensi Air to Fuel Ratio (AFR) dan power delivery yang linear.
Fork aftemarket Ohlins dimana spek lebih tinggi bisa dipasangkan ke RC51 untuk menyediakan performa istimewa ke top level. Meredam segala guncangan yang ditemui di lintasan sirkuit, tetap stabil ketika mengerem kuat menuju corner dan mereduksi getaran (chatter).
Di jakarta waktu itu ada RC51 seken for sale, selanjutnya si pembeli pasti merasakan sensasi Superbike V-Twin Honda dengan torsi badak…..manthap sekali!.
Tidak disangkal kehebatan RC51 pada jaman itu mampu memberikan perlawanan terhadap Ducati. Engine sama-sama V-twin, handling juga ciamik kelas wahid menjadi senjata pamungkas Honda merebut kejuaraan WSBK sebelum beralih ke 4 cylinder 1000cc. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Ohlins HO 204Ohlins HO 204
RC51 14Radiator standard RC51 yang terletak disamping mesin, diganti dengan radiator posisi di depan. Lebih efektif untuk pemakaian balap (calmoto.org)

Rc51 engine

Honda RC51 V-Twin engine, bore x stroke yang sangat oversquare mendorong kuat dari putaran rendah sampai rpm maks
Honda VTR1000 RC51 Road Version :
  • Engine four stroke, 90 degree V-Twin DOHC 8 valves
  • Bore x Stroke 100 x 63.6, 996 cc
  • Static piston compression Ratio 10.8 : 1
  • Induction Electronic fuel injection PGM-FI with two injectors per cylinder
  • Power 118 hp  @ 9500 rpm at the back wheel.
  • Torque 105 Nm @ 8000 rpm
  • Chassis twin spar extruded aluminum
  • Front Suspension 43mm inverted cartridge-type fork with adjustable spring preload, and compression and rebound damping.
  • Rear Suspension Pro-Link with gas-charged integrated remote reservoir damper offering adjustable preload, and compression and rebound damping,
  • Dry weight 196 kg. / 432 lbs
  • 0 to 1/4 mile : 10,7 second
  • Top speed 275 km/h
Collin Edwards HRC RC51 Race bike :
  • Engine capacity 996 cc
  • Static piston compression ratio 12.7 : 1
  • Power 170hp @ 11000 rpm at the rear tire.
  • Showa Fork and Rear Shock
  • Renthal rear & front sprockets
  • Akrapovic exhaust system
  • Michelin Slick tires
  • Dry weight 165 kg
  • Top speed 300 km/h
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s