Gimana cara Dovizioso ngerem dari kecepatan hampir 362 km! di Mugello ?

Posted on Updated on

Andrea-Dovizioso Ducati

Dovizioso late braking

Sirkuit Mugello Italia salah satu sirkuit kecepatan tinggi. Di lintasan lurus ( straightaway ) motoGP . Menurut data dari Brembo speed bisa mencapai hampir 362 km/jam! atau 225 mile …speed segitu luar biasa , terutama ngeremnya.

Sirkuit Mugello mempunyai straight terpanjang , yaitu 1141 meter.

Dovizioso di wawancara oleh Cycle World. (terjemahan bebas)

CW : ” Terangkan gimana rasanya ketika anda ngerem dari lintasan lurus di Mugello hampir 225mph ( 362 km) ?

Dovizioso : ” Aahhh itu salah satu braking point tersulit di dunia … mungkin terjelek! . sangat bagus ketika anda melaluinya dengan benar, tapi itu sangat susah. Body position anda harus benar karena anda datang sambil mengerem kuat dengan posisi motor yang tegak dan kemudian anda harus tetap mengerem sewaktu anda miring ke kanan. Speed nya sangat tinggi, anda harus bereaksi cepat pada setiap sentakan dan harus agresif dari pertama kali menarik tuas rem. Dan anda harus berpikir bisa melewatinya, melaju di line yang kurang dari ideal. Anda akan meluncur sangat cepat, dan area pengeremannya sangat panjang “

CW : ” Seberapa sering anda menyadari kalau anda mengunci rem depan ?

A.D : ” Saya coba, tentu, untuk tidak sampai mengunci karena itu sangat berbahaya. Bukan aja kehilangan (traksi) ban depan, tapi anda harus melepas (tuas rem) dan ngerem lagi, dan ini membuat motor jadi gak imbang. Juga anda akan masuk (corner) terlalu lebar. Di Argentina saya mengunci ban depan beberapa kali, dan ini membuat performa saya sangat kurang bagus. Waktu itu tidak begitu banyak traksi, dan bagi saya, ketika saya gak bisa ngerem lambat dengan kuat (brake late) lap time saya jelek. Kita selalu ngerem di limit nya, jadi itu tergantung dari perkiraan dan feel ridernya, karena begitu mudah untuk mengunci ban depan atau mengangkat ban belakang”

CW : ” Bagaimana dengan rem belakang? berapa sering dan seberapa kuat anda menggunakannya dan untuk apa anda menggunakannya (rem belakang)?

A.D : ” Saya menggunakan rem belakang cukup sering. Di MotoGP, kita gunakan rem belakang ketika keluar (corner) untuk mengkontrol spinning ( ban belakang). Jika anda menggunakan rem belakang dengan baik, anda bisa gunakan sedikit traction control karena anda dapat menjinakkan big spin (ban belakang) dengan mengurangi nya tapi bukan mencegahnya.Saya banyak  menggunakan rem belakang walaupun pada mesin 4-tak yang sebenarnya menghasilkan cukup engine braking , dimana banyak rider yang tidak menggunakannya. Tapi ini style saya dan saya selalu memakai rem belakang.

CW : “Waktu anda datang (pertama kali di MotoGP) siapa yang menurut pertimbangan anda yang paling baik mengeremnya?

A.D : “dalam pengertian luas, mengerem adalah konsekwensi dari motor anda, kita semua memakai rem dengan kuat tapi dalam cara yang berbeda-beda.Jika motor anda gak punya geometry dan balance yang tepat untuk braking syle anda, anda tidak bisa membuat pengereman anda jadi sempurna, jadi anda harus perhatikan dengan kompensasi menambah speed di corner dan keluar corner dan ini susah. Sekarang ini, saya liat Marquez sangat agresif pada rem. ROssi sangat bagus pada waktu pengereman, tapi motornya tidak menuruti mengerem sperti yang dia inginkan”

CW : ” Apakah anda membuat ban belakang naik pada saat akhir anda melakukan pengereman sperti yang sering kita liat pada Marquez?

A.D : ” ya, style saya adalah saya ngerem kuat waktu masuk (corner) dan ini berarti ban belakang saya sering tidak menyentuh track, tapi sekali lagi ini adalah konsekwensi dari motor anda, Sebagai contoh, dengan Yamaha, gak mudah untuk melakukan itu dan bukan yang terbaik melakukan style sperti itu. Dengan Yamaha, ketika ban belakang kembali menyentuh aspal, motor mengarah kedalam dan melebar dan anda kehilangan waktu. Dengan Ducati, juga sedikit seperti itu, tapi dengan Honda, anda bisa mendekati(corner) sperti Marquez dan kontrol slide ketika ban belakang kembali ke aspal “

Dengan speed yang tinggi itu kemudian dibolehkan untuk memakai disc carbon ukuran 340mm, yang sebelumnya 320mm. Disc dengan diameter lebih lebar, memberikan stopping power yang lebih kuat.

Ducati Carbon Disc

340mm Carbon Disc

Menurut Brembo ada 5 pembalap yang brake late dari kecepatan tinggi di Mugello, urutannya ialah : 1. Marquez. 2 Rossi. 3 Crutchclow. 4 Iannone. 5 Dovizioso.

Ternyata bukan perkara gampang ya ngerem pada kecepatan sangat tinggi , walaupun bagi pembalap se kaliber Dovizioso…manthap

Iklan

2 thoughts on “Gimana cara Dovizioso ngerem dari kecepatan hampir 362 km! di Mugello ?

    brigade jalan raya said:
    Juni 22, 2015 pukul 11:53 pm

    late braking enak dilihat. tapi bagi pembalap itu adalah hal yang melelahkan.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juni 23, 2015 pukul 12:45 am

      bener pak….maka itu ada arm pump syndrom. akibat terlalu kuat narik brake lever waktu ngerem kata rossi. ban bridgestone sekarang luar biasa daya cengkramnya dibanding sebelumnya. memungkinkan pembalap utk brake late – brake hard.

      gak tau nih tahun 2016 ban michelin sperti apa grip nya nanti

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s