Perang tanding di kelas 300cc ke atas, Yamaha R3 vs CBR300R vs Ninja 300 vs KTM RC390R

Posted on Updated on

comparison-bikes
Menarik untuk disimak oleh penggemar motor sport Indonesia komparasi motor-motor dikelas 300cc keatas atau small displacement sportbike. Kalau di luar negeri masuk dalam kategori untuk motor pemula.
Selama puluhan tahun market motor pada level ini dipegang oleh Kawasaki, mulai dari motor EX250 sampai Ninja 250.
Dulu pernah motor 4 silinder 250cc menjelajah jalanan tapi kemudian berhenti (discontinued) padahal semua pabrikan sudah memproduksi tipe motor tersebut. Untuk rider pemula motor 250cc 4 silinder tidak dibolehkan karena faktor power yang cukup besar, hanya rider yang sudah mahir naik motor dengan level SIM yang lebih tinggi.
Motorcycle.com membuat komparasi motor-motor dikelas ini, test berkendara didalam kota, dijalan bebas hambatan dan juga di pegunungan. Kemudian tes di lintasan sirkuit Chuckwala supaya terlihat yang mana paling baik performa nya. Ban diganti dengan Pirelli Diablo Rosso II, size ban disamakan dengan ban standard nya. Cuma KTM RC390R yang tidak perlu karena sudah memakai Pirelli sebagai ban standard dari pabrik.

Hasil nya adalah :
Honda CBR300R 77.8 %
Engine 286cc adalah yang terkecil, power sebesar 26.3 hp dan torsi 17.5 lb-ft tidak mampu mengikuti motor lain dengan CC lebih besar. Meskipun begitu dengan bobot yang paling ringan manuver Honda CBR300R sangat gesit ketika berpindah posisi line ke kiri dan kanan, juga dilengkapi dengan perangkat rem yang bagus.
Tingkat kenyamanan begitu baik (Comfy) dan konsumsi bensin yang sangat ekonomis. Sistim suspensi sangat baik pada kondisi jalanan yang bergelombang akan tidak terasa karena suspensi yang soft/lembut.
Getaran dari engine single silinder nya terasa halus walaupun meluncur pada 8500 putaran, speed 129km/jam di freeway.
CBR kecil dan ringan tapi tetap nyaman untuk rider yang tinggi besar. CBR lebih nyaman dikendarai dibandingkan KTM RC390R

050115-300sShootout-HondaCBR300-beauty-7912-633x388

Honda CBR300R

KTM RC390 81.8 %
Dengan power output 39.7 hp, torsi 24.6 lb-ft., kubikasi 373cc, berat 165 kg, motor KTM RC390R terkuat di kelas ini, juga memiliki berat kedua paling ringan setelah CBR300R. Mempunyai torsi terbesar KTM akan mudah diajak melaju cepat di segala situasi jalan dan terasa lincah ketika akselerasi di jalanan yang berkelok-kelok.
Dengan keuntungan pada top-end power yang lain tidak bisa mengikuti KTM, paling tidak di lintasan lurus. Sebagai motor yang difokuskan untuk track, geometry yang agresif, jelas betapa berhasratnya KTM berpindah pindah posisi.
Handle bar yang rendah dan lebar, chassis yang racy, menjadi harus hati-hati ketika masuk corner. Rake KTM 23.5 derajat yang paling tajam dikelas ini dan wheelbase 52.8 inch. Lebih unggul dari Honda, Yamaha 1.5 inch dan Kawasaki 2.5 inch. Disayangkan walaupun dengan figur geometry yang impresif sub-par suspensi KTM kurang bagus terutama shock. Dimana posisinya yang dekat dengan exhaust, panas dari exhaust bisa mempengaruhi oli shock menurut pendapat satu dari tester motor ini.
Dengan power 40 hp juga lebih enteng dibandingkan dengan motor twin yang lebih berat seharusnya KTM sedikit lebih cepat lap time nya di track, ternyata tidak juga.
Rem ABS Radial-mount caliper KTM juga mengecewakan. KTM dibandrol paling mahal dan tidak nyaman untuk perjalanan jauh juga mengeluarkan vibrasi cukup lumayan di freeway.

050115-300sShootout-KTMRC390-action-7709-633x388

KTM RC390

Yamaha YZF R3 84.0 %
“Yamaha mungkin telah menunggu cukup lama untuk masuk ke pasar beginner bike di Amerika. Tapi sekarang menurut kami setelah mengendarai R3, dapat mengatakan bahwa itu sebanding dengan penantian nya. Melakukan penyesuaian diri dengan Yamaha R3 tidak membutuhkan waktu yang lama”
Dengan kubikasi terbesar setelah KTM, twin silinder Yamaha mengeluarkan power 35 hp, torsi lebih besar dari Ninja, 18.9 lb-ft vs 17.6 lb-ft. Bobot Yamaha R3 lebih ringan 4 kg dan mempunyai torsi yang lebih lebar pada revving range nya. Salah satu tester menarik kesimpulan ” Mesin R3 lebih besar torsinya dari Kawasaki, membuat jalan-jalan seputar kota lebih mudah “
Meskipun terlihat jelas ke unggulan engine R3 di jalan raya tapi pemakaian di track nya tidak terasa. Tenaga mesin Yamaha memudar waktu revving ke rpm atas, dimana kebalikannya bagi Kawasaki. Kubikasi dan power yang lebih besar tidak memberi keuntungan.
Untuk handling, tiga dari empat tester menilai Yamaha dan Kawasaki sama baiknya. Pada faktor ergonomik ke 4 tester terbagi 2 penilaian antara R3 dan Ninja300.
Rem R3 dinilai biasa (average) tapi bagus di analog tachometer yang modern dan mudah dilihat juga ada gear indikatornya.
Konsumsi bahan bakar 90km per 3.78 liter ( 56 mile per gallon )

R3 lean

YZF R3

Kawasaki Ninja 300 85.0 %
Yang terberat dengan bobot 172 kg tapi di track maupun di jalanan impresif menurut mereka. Kawasaki dengan 296cc mengeluarkan figur power yang sebanding dengan Yamaha.
“Anda harus menjaga power twin paralel tetap panas untuk mendapatkan performa maksimum “. Kata salah seorang tester.
Di track Kawasaki sangat cepat dikendarai, di jalanan Yamaha twin lebih besar torsinya dan mudah (user friendly). Pemakaian di jalan raya karena torsi nya yang kurang maka engine harus di revving untuk dapat melesat cepat
Transmisi sangat mudah untuk berpindah gigi dan dilengkapi dengan slipper clutch. Kata salah seorang tester : “slipper clutch, teknologi yang sangat cool, bahkan KTM yang Racy tidak dilengkapi slipper clutch”
” Suspensi Ninja  yang baik, steering yang pas, konsumsi bensin yang bagus. Ninja terlihat ter-integrasi dan balanced”
Dari semua aspek itu Ninja memenangkan 8 categori di Score Card. Meskipun diakui dengan perbedaan margin yang sangat sedikit.
Category Honda CBR300R Kawasaki Ninja 300 KTM RC390 Yamaha YZF-R3
Price 100% 83.0% 80.0% 88.2%
Weight 100% 93.5% 97.9% 96.3%
lb/hp 67.7% 83.6% 100% 87.6%
lb/lb-ft 72.6% 68.2% 100% 75.5%
Engine 68.8% 90.6% 88.1% 88.1%
Transmission/Clutch 79.4% 90.0% 84.4% 83.8%
Handling 80.0% 91.3% 77.5% 88.1%
Brakes 82.5% 88.8% 72.5% 83.8%
Suspension 78.8% 83.1% 61.3% 80.0%
Technologies 62.5% 73.8% 81.3% 62.5%
Instruments 77.5% 80.0% 76.3% 82.5%
Ergonomics/Comfort 83.8% 87.5% 75.0% 85.6%
Quality, Fit & Finish 80.0% 82.5% 77.5% 81.3%
Cool Factor 71.3% 78.8% 87.5% 84.4%
Grin Factor 65.0% 86.3% 80.0% 86.3%
Overall Score 77.8% 85.0% 81.8% 84.0%

Motorcyclecom beginner bikes dyno

Dynometer horse power results

Cycleworld beginner bikes torque

Torque results

Dari komparasi di atas bisa kita lihat torsi maksimum CBR300R 17.5lb-ft tercapai di putaran tengah 6700 rpm. Dimana Yamaha R3 dan Kawasaki Ninja 300 mencapai torsi maksimum di rpm yang lebih tinggi. CBR300R akan lebih pas untuk pemakaian di dalam kota. Dimana suasana jalanan banyak stop n go dan ramainya lalu-lintas. Torsi besar mulai putaran bawah ke tengah lebih cepat akselerasi dan karakter seperti itu memang tepat untuk dalam kota.
Dan kalau mau racy Yamaha R3 dan Kawasaki Ninja 300 jadi pilihan dimana torsi akan mulai mengisi dari rpm tengah ke atas. Tapi agak lemah di putaran bawah, cocok untuk jalan yang agak panjang.
Kawasaki Ninja 300 sudah di rilis di Indonesia, tinggal Yamaha dan Honda mungkin menyusul.
Mau pilih yang mana?
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s