Ban Bridgestone pergi dari MotoGP di 2016 apa kata Rossi?

Posted on Updated on

Setelah cukup lama Bridgestone menjadi supplier ban di kelas utama MotoGP, musim balap 2015 adalah terakhir kali bagi para pembalap merasakan grip ban Battlax Bridgestone.
Apa reaksi para pembalap MotoGP atas kepergian Bridgestone?
Rossi : ” saya sedikit kuatir, karena terakhir saya memakai ban Bridgestone di tahun 2007 dan ketika saya pindah dari Michelin ke Bridgestone, itu adalah sebuah langkah besar, perbedaan besar. Untuk alasan itu,saya pikir akan sulit bagi produsen lain untuk sampai pada level Bridgestone seperti sekarang . Sulit memakai ban yang sama untuk digunakan di motor yang berbeda….biasanya kalau satu tipe ban memberikan keunggulan untuk satu motor, mungkin akan menjadi tidak bagus kalau digunakan di motor lain”
Marc Marquez menggunakan ban Bridgestone sejak pertama kali naik motorGP. Marquez pun merasa kuatir :
” Saya pikir tentu akan menjadi tidak mudah karena Bridgestone menempuh waktu yang lama untuk mencapai pada level seperti sekarang ini. Jika salah satu produsen (manufacture) datang, itu akan tidak mudah, karena kita sudah faham dengan potensi dari Bridgestone”
Seperti hal nya Rossi, Lorenzo sudah mengalami peristiwa pahit manis nya memakai berbagai merek ban selama berkiprah di MotoGP. :
” Ban sekarang, khususnya ban depan mempunyai performa besar. Dari kepindahan Michelin ke Bridgestone, sejak pertama kali saya merasakan ban depan sangat luarbiasa. Kemudian kita punya problem untuk memanaskan ban di lap-lap awal. Ban Bridgestone dulu sangat keras compound nya dan saya sangat senang atas upaya untuk menghilangkan problem ini. Jika mereka memutuskan untuk stop dan kita akan balapan memakai ban produsen lain, keinginan saya produsen lain ini mempunyai banyak kemampuan untuk memberikan ban seperti yang kita inginkan”
Dani Pedrosa yang sudah menggunakan bermacam ban juga melihat dimana Bridgestone dimana pada saat awal mengalami kesulitan. Dia mengetahui bahwa perpindahan (ban) nanti akan sulit :
“Untuk saat ini kita dalam good balance, kita punya ban bagus dan ban memberikan performance yang baik, tahan lama dan juga dari faktor safety. Seperti kita lihat yang telah lalu, bahwa perlu waktu untuk membuat ban suapay dapat memberikan performa yang baik, performance dan speed…. “
Crutclow mengatakan :
” …jika saya punya sesuatu yang saya pikir dapat membantu ialah intermediate tire untuk kondisi sulit supaya kita dapat balapan di saat hujan. Karena sekarang motor kita punya begitu banyak power dan juga begitu banyak kemampuan mengerem, kita akan merusak ban ( intermediate tire) begitu track menjadi kering…. saya pikir Bridgestone telah melakukan pekerjaan yang besar “
Pertama kali Bridgestone meraih juara balap MotoGP pada tahun 2002 dengan rider Makoto Tamada tim Camel Honda di sirkuit Brazil kemudian Jepang. Di ikuti oleh Loris Capirossi dan Troy Bayliss tahun 2005, 2006 selanjutnya menjadi juara dunia MotoGP pada tahun 2007 oleh Casey Stoner mengendarai Ducati 800cc.
Menjadi eksklusif suplier ban MotoGP, Bridgestone telah menerima banyak kritikan dari pembalap seperti issue pada karakteristik pemanasan ban (tire warm-up), Arah dari pengembangan ban (tire development) juga kurangnya pilihan genuine dari materi karet ban tersebut. Pada awal memang timbul banyak problematika terhadap ban dialami pembalap. Dengan pengembangan terus-menerus secara intensif Bridgestone akhirnya mampu memberikan ban terbaik dan diandalkan dari segi grip, daya tahan maupun  stabilitas. Daya cengkram ban depan begitu kuat dan faktor stabilitas disaat pengereman menjadikan pembalap merasa lebih percaya diri melaju di lintasan sirkuit. Performa ban Bridgestone mampu memenuhi karakter balap Marquez dengan brake late hard braking.

Bridgestone mengeluarkan ongkos sekitar 20 juta Euro per tahun di MotoGP. Di realisasikan kepada 22 pembalap mendapat ban secara gratis selama satu musim balap. Dengan era ban single supplier, dimulainya rider memilih antara dua jenis slick compound pada ban depan dan belakang.
Produsen ban Michelin asal Perancis resmi menggantikan posisi Bridgestone di MotoGP mulai musim balap 2016. Penggantian ini tentunya akan merubah seting motor cukup siknifikan, yaitu steering geometry, weight distribution motor, wheelbase dan seterusnya.
Ada sedikit rasa kekuatiran bagi pembalap kalau nanti ban beralih ke Michelin. Karena pembalap selama ini sudah merasa terbiasa dengan karakter ban Bridgestone. Skill balap telah terbangun dan ter asah selama ini. Ban berbeda karakter akan memberi feedback yang berbeda pula. Memory di otot dan feeling si pembalap akan merespon karakter motor dengan cara yang berbeda lagi.
Terakhir di motoGP, ban belakang Michelin mendapat pujian karena faktor grip yang istimewa. Mudah-mudahan dengan masuknnya Michelin kembali, bisa memberikan hasil tetap baik seperti hal nya Bridgestone sekarang ini.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s